TASIKMALAYA - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Siliwangi Periode II Kelompok 74 Desa Sukaratu, Kecamatan Sukaresik melaksanakan salah satu program kerja unggulan di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kegiatan CAKAP (Catatan Keuangan Praktis). Program ini dilaksanakan pada 24 Juni 2026, bertempat di Madrasah Al-Ikhlas Dusun Cimanggu dan ditujukan kepada pelaku UMKM sektor produksi makanan ringan di Dusun Cimanggu sebagai upaya meningkatkan kemampuan dalam mengelola keuangan secara sederhana dan tentunya berkelanjutan.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara selama pelaksanaan KKN, sebagian besar pelaku usaha telah mampu memproduksi dan memasarkan produknya dengan baik. Namun, pencatatan keuangan masih belum dilakukan sehingga pelaku saha mengalami kesulitan dalam mengetahui besarnya keuntungan, mengontrol keuangan, maupun merencanakan pengembangan usaha.

Diadakannya program ini adalah sebagai salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi UMKM yang masih menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan keuangan Dalam program ini mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya pencatatan keuangan. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan dasar manajemen keuangan, pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan usaha, pencatatan utang piutang, hingga penyusunan cashflow yang sederhana yang dapat diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Tidak hanya penyampaian materi, program ini juga didukung dengan sesi tanya jawab dan praktik pencatatan secara langsung sesuai dengan study case yang terjadi pada kondisi usaha masing-masing. Ketua pelaksana program CAKAP menyampaikan bahwa program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pelaku UMKM mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang baik.

“Program ieu dilaksanakeun kalayan tujuan pikeun ngabantosan para pelaku UMKM dina ngatur sareung nyusun pencatatan kauangan anu sederhana, praktis, sareung gampang diterapkeun dina usaha sapopoe. Simkuring ngaharepkeun ku ayana kagiatan ieu, para pelaku usaha tiasa langkung ngartos pentingna pencatatan kauangan pikeun ngembangkeun usahana ka payunna.”

Program yang diikuti oleh 7 pelaku UMKM berlangsung secara interaktif. Para peserta berdiskusi mengenai kendala yang dihadapi sekaligus berbagi pengalaman selama menjalankan usahanya. Antusiasme peserta terlihat dalam sesi praktek pencatatan keuangan. Melalui program CAKAP, mahasiswa KKN berharap para pelaku UMKM di Dusun Cimanggu dapat mulai membiasakan diri melakukan pencatatan keuangan secara konsisten. Dengan pengelolaan keuangan yang lebih tertata, pelaku usaha diharapkan mampu mengetahui perkembangan usahanya, meningkatkan efisiensi operasional, serta menyusun strategi pengembangan usaha yang lebih baik di masa mendatang. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui peningkatan literasi keuangan.

Tak hanya sampai disitu saja, sebagai bentuk tindak lanjut dari program CAKAP, mahasiswa KKN melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi sekitar satu minggu setelah pelaksanaan sosialisasi. Kunjungan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 1 Juli 2026 kegiatan monitoring dan evaluasi ini bertujuan untuk melihat sejauh mana para pelaku UMKM telah menerapkan pencatatan keuangan yang telah dipelajari selama kegiatan program berlangsung.

Dalam kegiatan monitoring, mahasiswa meninjau buku pencatatan yang telah digunakan oleh para pelaku UMKM serta memberikan masukan apabila masih terdapat kendala dalam proses pencatatan. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta telah mulai membiasakan diri mencatat setiap transaksi pemasukan dan pengeluaran usahanya secara lebih teratur. Meskipun masih memerlukan pendampingan dalam beberapa aspek, para pelaku UMKM menunjukkan perkembangan yang positif dan antusias untuk terus menerapkan pencatatan keuangan sebagai bagian dari pengelolaan usaha mereka.

Melalui kegiatan monitoring ini, mahasiswa juga memperoleh gambaran mengenai dampak awal dari program CAKAP. Kebiasaan mencatat transaksi yang mulai diterapkan diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya administrasi keuangan yang lebih baik, sehingga pelaku UMKM mampu memantau kondisi usahanya secara berkala, mengambil keputusan berdasarkan data, serta meningkatkan keberlanjutan dan daya saing usahanya di masa depan.