Gunungkidul – Minyak jelantah yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah rumah tangga dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai guna. Melalui program kerja “Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin”, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Periode 159 Unit V.A.3 mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus mengembangkan kreativitas dalam memanfaatkannya.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 31 Agustus 2026 tersebut menjadi salah satu bentuk edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam mengolah limbah minyak goreng bekas agar tidak langsung dibuang ke lingkungan. Minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat mencemari tanah dan saluran air. Karena itu, mahasiswa KKN UAD V.A.3 memperkenalkan alternatif pemanfaatan minyak jelantah dengan mengolahnya menjadi lilin aromatik dan dekoratif.

Ketua Unit KKN V.A.3, Meyzan Nur Rizky Pratama, menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya bertujuan memberikan keterampilan baru kepada masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga.

“Kami ingin mengajak masyarakat melihat minyak jelantah bukan hanya sebagai limbah, tetapi juga sebagai bahan yang masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai guna. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat menerapkan keterampilan yang diperoleh secara mandiri,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengumpulkan dan mengolah minyak jelantah sebelum diproses. Mahasiswa KKN kemudian memberikan demonstrasi secara langsung mengenai tahapan pembuatan lilin, mulai dari penyaringan minyak jelantah, proses pemurnian, pencampuran bahan, pemasangan sumbu, hingga pencetakan lilin.

Peserta juga diberi kesempatan untuk mengikuti praktik pembuatan secara langsung. Dengan memanfaatkan bahan dan peralatan yang relatif sederhana, minyak jelantah yang sebelumnya tidak terpakai dapat diolah menjadi lilin dengan bentuk dan tampilan yang lebih menarik.

Program tersebut mendapat respons positif dari warga Desa Piji. Antusiasme masyarakat terlihat dari keaktifan peserta selama kegiatan berlangsung.

Sekretaris Unit V.A.3, Nur Aini Dini Islamiyah, mengungkapkan bahwa antusiasme warga menjadi salah satu hal yang menarik selama pelaksanaan kegiatan.

“Warga cukup antusias mengikuti praktik pembuatan lilin. Mereka juga aktif bertanya mengenai bahan serta proses pengolahan dan tertarik untuk mencoba membuatnya secara mandiri di rumah,” tuturnya.

Selain memberikan keterampilan baru, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penerapan konsep pemanfaatan kembali barang yang sebelumnya dianggap sebagai limbah agar memiliki fungsi dan nilai baru. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan produk kreatif dari bahan yang mudah ditemukan di sekitar.

Melalui program kerja tersebut, KKN UAD V.A.3 berharap masyarakat dapat menerapkan keterampilan yang telah diperoleh secara mandiri di rumah maupun mengembangkannya menjadi kegiatan produktif bersama. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin menjadi salah satu contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana dengan mengubah limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai.

Ditulis oleh: Nur Aini Dini Islamiyah