Demak – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 36 Desa Waru menggelar Expo UMKM di Lapangan Brumbung, Kecamatan Mranggen. Kegiatan tersebut menjadi puncak rangkaian program kerja mahasiswa dalam mendukung sekaligus mempromosikan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) warga Desa Waru.
Expo UMKM tersebut mengusung konsep dekorasi bernuansa budaya Jawa. Stan dihiasi sepasang kepala kuda kepang berukuran besar yang mengapit pintu masuk, ornamen gunungan wayang berwarna emas di bagian atas tenda, serta papan nama “KKN 36 Desa Waru”.
Nuansa budaya Jawa semakin terlihat melalui penggunaan kain batik sebagai tirai latar dan sejumlah figur wayang yang ditempatkan di sekitar stan. Sementara itu, meja pameran menampilkan papan nama “Waru Sembadha” dengan ornamen dua tokoh wayang berwarna emas dan logo KKN sebagai identitas stan UMKM Desa Waru.
Sejumlah pelaku UMKM Desa Waru turut memamerkan dan menjajakan produk unggulan mereka. Produk yang ditampilkan antara lain pong bakso, camilan berbahan dasar bakso yang digoreng hingga renyah; rempeyek, kerupuk tradisional bertabur kacang; dupa sebagai produk kerajinan rumahan; serta jamu kunir asem sebagai minuman herbal tradisional.
Keberagaman produk tersebut menjadi gambaran kreativitas dan semangat kewirausahaan masyarakat Desa Waru. Melalui expo, produk lokal diperkenalkan kepada masyarakat dengan penyajian dan kemasan yang lebih menarik.
Momen lain dalam kegiatan tersebut adalah kunjungan Camat Mranggen, Yogi Setyawan Widi Nugroho, S.STP., M.M. Ia menyempatkan diri mengunjungi stan UMKM sekaligus mencicipi jamu kunir asem hasil olahan warga Desa Waru.
Usai mencicipi produk tersebut, Yogi menyampaikan apresiasinya terhadap cita rasa jamu yang disajikan.
“Rasanya segar dan pas, tidak terlalu asam maupun terlalu manis. Ini menunjukkan bahwa UMKM di Desa Waru punya potensi besar untuk terus dikembangkan,” ujar Yogi.
Ia juga menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan expo sebagai bentuk sinergi antara mahasiswa KKN dan masyarakat dalam mendorong perekonomian lokal.
Koordinator Kecamatan KKN, Ivan Fatechah, turut mengapresiasi keberagaman produk UMKM yang ditampilkan. Menurutnya, produk seperti pong bakso, rempeyek, dupa, dan jamu kunir asem mencerminkan potensi ekonomi kreatif masyarakat Desa Waru yang dapat terus dikembangkan.
Ivan juga mengapresiasi konsep dekorasi stan yang mengangkat identitas budaya Jawa melalui gapura kuda kepang, ornamen gunungan wayang, dan kain batik.
“Konsepnya kreatif, stan UMKM Desa Waru jadi salah satu yang paling mencuri perhatian karena dekorasinya kental dengan budaya Jawa, tapi tetap fokus mengangkat produk-produk warga,” tutur Ivan.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di wilayah Kecamatan Mranggen.
Expo UMKM tersebut merupakan hasil kolaborasi mahasiswa KKN Kelompok 36 dengan masyarakat dan pelaku usaha Desa Waru. Selain menjadi wadah promosi produk lokal, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengenalkan potensi desa kepada masyarakat yang lebih luas.
Penggunaan konsep dekorasi bernuansa budaya Jawa turut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan mempertahankan nilai-nilai budaya lokal di tengah kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Penulis: Tim Publikasi KKN UPGRIS 36 Desa Waru







