Runtut.com

Expo UMKM KKN Kelompok 36 Desa Waru Padukan Produk Lokal dengan Nuansa Budaya Jawa di Lapangan Brumbung

Mahasiswa KKN UPGRIS gelar Expo UMKM bernuansa budaya Jawa di Mranggen, Demak guna promosikan potensi produk unggulan warga Desa Waru.

2 menit baca
1
Expo UMKM KKN Kelompok 36 Desa Waru Padukan Produk Lokal dengan Nuansa Budaya Jawa di Lapangan Brumbung
Kegiatan Expo — Tim Dokumentasi

Demak – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 36 Desa Waru menggelar Expo UMKM di Lapangan Brumbung, Kecamatan Mranggen. Kegiatan tersebut menjadi puncak rangkaian program kerja mahasiswa dalam mendukung sekaligus mempromosikan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) warga Desa Waru.

Expo UMKM tersebut mengusung konsep dekorasi bernuansa budaya Jawa. Stan dihiasi sepasang kepala kuda kepang berukuran besar yang mengapit pintu masuk, ornamen gunungan wayang berwarna emas di bagian atas tenda, serta papan nama “KKN 36 Desa Waru”.

Nuansa budaya Jawa semakin terlihat melalui penggunaan kain batik sebagai tirai latar dan sejumlah figur wayang yang ditempatkan di sekitar stan. Sementara itu, meja pameran menampilkan papan nama “Waru Sembadha” dengan ornamen dua tokoh wayang berwarna emas dan logo KKN sebagai identitas stan UMKM Desa Waru.

Sejumlah pelaku UMKM Desa Waru turut memamerkan dan menjajakan produk unggulan mereka. Produk yang ditampilkan antara lain pong bakso, camilan berbahan dasar bakso yang digoreng hingga renyah; rempeyek, kerupuk tradisional bertabur kacang; dupa sebagai produk kerajinan rumahan; serta jamu kunir asem sebagai minuman herbal tradisional.

Keberagaman produk tersebut menjadi gambaran kreativitas dan semangat kewirausahaan masyarakat Desa Waru. Melalui expo, produk lokal diperkenalkan kepada masyarakat dengan penyajian dan kemasan yang lebih menarik.

Momen lain dalam kegiatan tersebut adalah kunjungan Camat Mranggen, Yogi Setyawan Widi Nugroho, S.STP., M.M. Ia menyempatkan diri mengunjungi stan UMKM sekaligus mencicipi jamu kunir asem hasil olahan warga Desa Waru.

Usai mencicipi produk tersebut, Yogi menyampaikan apresiasinya terhadap cita rasa jamu yang disajikan.

“Rasanya segar dan pas, tidak terlalu asam maupun terlalu manis. Ini menunjukkan bahwa UMKM di Desa Waru punya potensi besar untuk terus dikembangkan,” ujar Yogi.

Ia juga menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan expo sebagai bentuk sinergi antara mahasiswa KKN dan masyarakat dalam mendorong perekonomian lokal.

Koordinator Kecamatan KKN, Ivan Fatechah, turut mengapresiasi keberagaman produk UMKM yang ditampilkan. Menurutnya, produk seperti pong bakso, rempeyek, dupa, dan jamu kunir asem mencerminkan potensi ekonomi kreatif masyarakat Desa Waru yang dapat terus dikembangkan.

Ivan juga mengapresiasi konsep dekorasi stan yang mengangkat identitas budaya Jawa melalui gapura kuda kepang, ornamen gunungan wayang, dan kain batik.

“Konsepnya kreatif, stan UMKM Desa Waru jadi salah satu yang paling mencuri perhatian karena dekorasinya kental dengan budaya Jawa, tapi tetap fokus mengangkat produk-produk warga,” tutur Ivan.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di wilayah Kecamatan Mranggen.

Expo UMKM tersebut merupakan hasil kolaborasi mahasiswa KKN Kelompok 36 dengan masyarakat dan pelaku usaha Desa Waru. Selain menjadi wadah promosi produk lokal, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengenalkan potensi desa kepada masyarakat yang lebih luas.

Penggunaan konsep dekorasi bernuansa budaya Jawa turut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan mempertahankan nilai-nilai budaya lokal di tengah kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Penulis: Tim Publikasi KKN UPGRIS 36 Desa Waru

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara
Ruang Kampus

Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara

Mahasiswa KKN 4 STIT Hidayatunnajah Bekasi gelar pengabdian masyarakat di TPQ Insan Mutiara lewat penyusunan kurikulum dan perbaikan fasilitas belajar.

Ferdian Trikusuma· 4 hari lalu
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 1 minggu lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 1 minggu lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 2 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 2 minggu lalu
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 2 minggu lalu