Semarang — Mahasiswa Universitas Ngudi Waluyo (UNW) yang tergabung dalam Kelompok 6 Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan program kerja bertajuk “Optimalisasi Tata Letak Dusun melalui Pemetaan Desa dan Pengadaan Plang Batas Wilayah” di Desa Lembu, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, Jumat (21/8/2026).
Program tersebut bertujuan membantu warga maupun pendatang mengenali wilayah Desa Lembu dengan lebih mudah, sekaligus memperjelas identitas dan batas antar dusun.
Desa Lembu memiliki wilayah yang cukup luas dan terdiri atas enam dusun, yakni Krajan, Ngebleng, Kalimacan, Bamban, Kendel, dan Krempel. Sebagian besar wilayah desa berupa persawahan, sementara penanda fisik antarwilayah masih terbatas. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mahasiswa menginisiasi program pemetaan dan pengadaan plang dusun.
Sebelum melaksanakan program, mahasiswa terlebih dahulu melakukan survei dan pengumpulan data di seluruh wilayah Desa Lembu. Proses tersebut meliputi pemetaan batas setiap dusun, jaringan jalan, fasilitas umum, sarana pendidikan, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, serta sejumlah titik penting lainnya yang akan dicantumkan dalam peta desa.
Mahasiswa juga mengambil data koordinat secara langsung di lapangan untuk meningkatkan akurasi peta dan menyesuaikannya dengan kondisi wilayah yang sebenarnya.
Berdasarkan data tersebut, mahasiswa menyusun peta administratif Desa Lembu yang memuat batas dusun, potensi desa, serta persebaran fasilitas yang ada. Peta kemudian dipasang di lokasi strategis dan mudah diakses masyarakat sebagai media informasi mengenai gambaran wilayah Desa Lembu secara keseluruhan.
Selain menyusun peta, mahasiswa KKN juga mengadakan dan memasang plang nama sekaligus penanda batas dusun di sejumlah lokasi yang telah ditentukan. Plang tersebut berfungsi sebagai penanda fisik untuk membantu warga maupun pendatang mengenali wilayah masing-masing dusun sekaligus memperkuat identitas setiap dusun di Desa Lembu.
Sabila, salah satu anggota Kelompok 6, mengatakan bahwa program tersebut tidak hanya berfokus pada pemasangan penanda fisik, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat dalam jangka panjang, khususnya dalam memudahkan masyarakat memperoleh informasi mengenai wilayah desa.
“Melalui pemetaan desa dan pemasangan plang dusun, kami berharap masyarakat maupun pendatang dapat lebih mudah mengenali wilayah Desa Lembu. Kami juga berharap peta dan plang yang telah dibuat dapat terus dimanfaatkan sebagai media informasi dan penanda wilayah,” ujar Sabila.
Program tersebut mendapat sambutan dan dukungan dari Pemerintah Desa Lembu. Dengan adanya peta desa dan plang penanda batas dusun, informasi mengenai wilayah diharapkan menjadi lebih jelas dan mudah diakses, termasuk untuk membantu masyarakat menemukan lokasi tertentu maupun mengenali batas setiap dusun.
Melalui program ini, mahasiswa KKN UNW Kelompok 6 berharap peta dan plang yang telah dibuat dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Lembu. Program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian kegiatan KKN, tetapi juga tetap berfungsi sebagai sarana informasi dan penguat identitas wilayah setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir.







