SURABAYA — Potensi batik karya siswa disabilitas SLB/SMK Siswa Budhi Surabaya kini mendapat penguatan untuk menembus pasar digital melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi S-1 Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Pendampingan ini membantu mitra membangun strategi branding digital agar produk batik inklusif memiliki identitas visual yang lebih kuat, mudah dikenali, dan mampu bersaing di tengah perkembangan industri kreatif.
Program ini hadir menjawab tantangan pemasaran yang dihadapi mitra. Selama ini, SLB/SMK Siswa Budhi Surabaya telah menghasilkan berbagai produk batik, mulai dari batik tulis, batik cap, batik printing, hingga batik ciprat dengan nilai artistik dan filosofi yang kuat. Sejumlah karya tersebut bahkan telah meraih penghargaan.
Namun, potensi tersebut masih membutuhkan penguatan dari sisi komunikasi visual dan pengelolaan media digital agar jangkauan pemasaran semakin luas.
Melalui pendampingan yang diberikan, Tim PKM DKV Unesa membantu mitra menyusun strategi promosi yang lebih terarah melalui pembuatan Guideline Book dan desain konten feed Instagram.
Kegiatan pelatihan ini berlangsung pada Kamis (25/9/2025) di Kelurahan Gayungsari, Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya, dengan melibatkan pengelola, admin media sosial, guru, serta siswa disabilitas SLB/SMK Siswa Budhi Surabaya.
Ketua Tim PKM, Meirina Lani Anggapuspa, mengatakan pendampingan ini bertujuan menerjemahkan nilai kreativitas dan filosofi dalam karya batik siswa disabilitas ke dalam bentuk komunikasi visual yang lebih profesional.
“Melalui pendampingan ini, kami membantu mitra membangun strategi branding digital agar produk batik inklusif memiliki identitas visual yang lebih kuat, mudah dikenali, dan mampu bersaing di tengah perkembangan industri kreatif.,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, pendampingan menggunakan pendekatan metode Design Thinking melalui lima tahapan, yaitu Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Testing. Pendekatan ini memungkinkan rancangan visual disusun berdasarkan kebutuhan mitra sehingga lebih mudah diterapkan dalam aktivitas promosi sehari-hari.
Program tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kelurahan Gayungsari, Kecamatan Gayungan. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah wilayah, dan sekolah dinilai mampu memperkuat pengembangan ekonomi inklusif berbasis masyarakat.
Lurah Gayungsari bersama jajaran perangkat kelurahan melihat batik karya siswa SLB Siswa Budhi memiliki peluang untuk berkembang sebagai produk unggulan UMKM wilayah Gayungan. Produk tersebut berpotensi menjangkau pasar yang lebih luas, mulai dari suvenir resmi, seragam instansi, hingga busana batik premium.
Melalui program PKM ini, mitra memperoleh kemampuan dalam mengelola media sosial secara lebih mandiri sekaligus memiliki perangkat branding digital yang dapat digunakan secara berkelanjutan.
Pendampingan ini diharapkan memperluas pemasaran batik karya siswa disabilitas serta membuka peluang penguatan kemandirian ekonomi melalui pemanfaatan teknologi digital.
Adapun pelaksana dari program PKM DKV Unesa ini diketuai oleh Meirina Lani Anggapuspa, dengan anggota tim Tri Cahyo Kusumandyoko, Muhammad Widyan Ardani, dan Arjuna Bangsawan. Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa yakni Septiarafi Anugrah dan Yosua Febrian dalam mendukung proses pendampingan kepada mitra.










