Simalungun – Dalam rangka kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Asahan melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui program “Sosialisasi dan Edukasi Penguatan Ekonomi Keluarga melalui Penguatan Ekonomi Rumah Tangga oleh Ibu Rumah Tangga di Nagori Dusun Ulu, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 30 Juli 2026 dengan melibatkan ibu rumah tangga sebagai sasaran utama.

Kegiatan dibuka oleh Fungsionaris Nagori Dusun Ulu sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program KKN mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Asahan di tengah masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi dan pendampingan mengenai pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan rumah sebagai salah satu upaya mendukung penguatan ekonomi keluarga.

Materi disampaikan oleh Zulfa Khairina Batubara, S.E., M.Si., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Asahan. Materi yang diberikan berfokus pada pentingnya penguatan ekonomi rumah tangga melalui pemanfaatan potensi yang ada di lingkungan sekitar, khususnya dengan memberdayakan ibu rumah tangga agar mampu melakukan kegiatan produktif dari rumah.

Salah satu potensi yang diperkenalkan adalah pemanfaatan pekarangan rumah sebagai lahan produktif melalui budidaya tanaman kangkung. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis kepada ibu rumah tangga agar mampu memanfaatkan lahan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus berpotensi memberikan tambahan pendapatan.

Sebelum kegiatan dilaksanakan, mahasiswa KKN melakukan observasi untuk mengetahui kondisi pekarangan rumah serta potensi dan minat masyarakat terhadap pemanfaatan lahan pekarangan. Selanjutnya, mahasiswa berkoordinasi dengan pemerintah Nagori Dusun Ulu dan mempersiapkan berbagai kebutuhan kegiatan, mulai dari bibit kangkung, media tanam, tanah, pupuk, wadah tanam, hingga materi edukasi.

Dalam kegiatan sosialisasi, peserta diberikan edukasi mengenai pemanfaatan pekarangan, manfaat menanam sayuran sendiri, pemilihan bibit kangkung, persiapan media tanam, teknik penanaman, penyiraman, pemupukan, perawatan, pemanenan, hingga pemanfaatan hasil panen. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai potensi hasil panen apabila budidaya kangkung dilakukan secara berkelanjutan dan menghasilkan panen berlebih.

Tidak hanya menyampaikan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik penanaman bibit kangkung secara langsung. Peserta dilibatkan dalam proses menyiapkan wadah dan media tanam, memasukkan media ke dalam wadah, menanam bibit, melakukan penyiraman, serta memahami cara perawatan tanaman hingga proses pemanenan.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Para ibu rumah tangga sebagai peserta memperoleh pengetahuan baru mengenai cara memanfaatkan pekarangan rumah menjadi lahan produktif. Praktik secara langsung juga membantu peserta memahami materi karena tidak hanya memperoleh penjelasan secara teori, tetapi turut melakukan proses penanaman kangkung.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan pemahaman bahwa pemanfaatan pekarangan rumah tidak harus membutuhkan modal besar. Wadah sederhana seperti polybag, ember bekas, maupun wadah lain yang tersedia di rumah dapat digunakan sebagai tempat menanam. Dengan demikian, lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan dapat menghasilkan sayuran untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Budidaya kangkung juga dapat membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga. Hasil panen dapat digunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan sayuran keluarga sehingga dapat mengurangi pengeluaran untuk membeli sayuran. Sementara itu, apabila hasil panen melebihi kebutuhan keluarga, kangkung dapat dijual kepada masyarakat sekitar sehingga berpotensi memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga.

Selain aspek ekonomi, kegiatan ini juga mendorong ibu rumah tangga untuk memanfaatkan waktu dan sumber daya yang tersedia menjadi kegiatan produktif. Program KKN ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa penguatan ekonomi keluarga dapat dimulai dari kegiatan sederhana yang dilakukan di lingkungan rumah.

Tim KKN Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Asahan berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelaksanaan sosialisasi dan praktik. Ibu rumah tangga di Nagori Dusun Ulu diharapkan dapat melanjutkan penanaman kangkung secara mandiri di pekarangan masing-masing serta mengembangkan pemanfaatan lahan dengan menanam berbagai jenis sayuran lainnya.

Ke depan, kegiatan pemanfaatan pekarangan juga diharapkan dapat dikembangkan melalui pendampingan lanjutan, khususnya dalam pengembangan hasil panen, pengemasan, pemasaran, dan pencatatan sederhana usaha. Dengan adanya keberlanjutan tersebut, pemanfaatan pekarangan diharapkan tidak hanya mendukung ketahanan pangan keluarga, tetapi juga dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi rumah tangga yang berkelanjutan.