Pembelajaran di sekolah dasar tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik peserta didik, tetapi juga perlu memberikan pengalaman belajar yang bermakna melalui kegiatan yang kreatif dan kontekstual. Dalam dunia pendidikan saat ini, pendekatan deep learning menjadi salah satu upaya untuk menciptakan pembelajaran yang lebih mendalam, aktif, dan berpusat pada peserta didik. Melalui pendekatan tersebut, peserta didik tidak hanya menerima materi, tetapi juga mampu memahami makna pembelajaran melalui pengalaman secara langsung.
Dewi Khumaeroh Sebagai mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Universitas Muria Kudus yang melaksanakan praktik mengajar di SD 1 Mlatinorowito Kudus, saya memperoleh pengalaman berharga dalam menerapkan pendekatan deep learning pada pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) semester 2 di kelas V. Pembelajaran dilaksanakan dengan model Discovery Learning melalui topik “Karya Seni Daur Ulang dari Limbah Rumah Tangga” dengan kegiatan membuat bunga dari sampah bungkus kemasan.
Kegiatan pembelajaran dilaksanakan di luar kelas agar peserta didik dapat belajar dalam suasana yang lebih santai, nyaman, dan menyenangkan. Suasana belajar di luar kelas membuat peserta didik terlihat lebih aktif, antusias, dan bersemangat selama mengikuti kegiatan pembelajaran. Selain itu, lingkungan sekitar juga membantu peserta didik untuk lebih mudah mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari
Pada awal pembelajaran, peserta didik diajak mengamati berbagai jenis limbah rumah tangga yang sering ditemukan di sekitar mereka. Selanjutnya, peserta didik berdiskusi mengenai dampak sampah terhadap lingkungan serta pentingnya menjaga kebersihan dengan memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai guna. Dalam kegiatan diskusi tersebut, peserta didik terlihat aktif menyampaikan pendapat dan pengalaman mereka terkait penggunaan sampah rumah tangga di lingkungan sekitar.
Melalui model Discovery Learning, peserta didik diberikan kesempatan untuk menemukan ide dan cara membuat karya secara mandiri. Peserta didik membawa bungkus kemasan bekas dari rumah, kemudian mengolahnya menjadi bunga hias yang menarik. Dalam proses tersebut, peserta didik belajar menggunting, melipat, menyusun, dan menghias bahan bekas menjadi karya seni sederhana yang memiliki nilai estetika.

Pendekatan deep learning dalam pembelajaran ini tidak hanya menekankan pada hasil akhir karya, tetapi juga pada proses belajar peserta didik dalam memahami makna pembelajaran. Peserta didik diajak untuk berpikir kritis, bekerja sama, berkomunikasi, serta mengembangkan kreativitas melalui pengalaman belajar secara langsung. Pembelajaran menjadi lebih hidup karena peserta didik terlihat antusias ketika menunjukkan hasil karya mereka di akhir kegiatan.
Kegiatan pembelajaran ini juga memberikan pemahaman kepada peserta didik bahwa sampah tidak selalu menjadi barang yang tidak berguna. Dengan kreativitas dan inovasi, limbah rumah tangga dapat diubah menjadi karya seni yang indah dan bermanfaat. Selain meningkatkan kreativitas, kegiatan ini turut menanamkan sikap peduli lingkungan sejak dini kepada peserta didik.
Bagi saya sebagai mahasiswa PLP Universitas Muria Kudus, pengalaman mengajar ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga. Saya menyadari bahwa pembelajaran yang melibatkan pengalaman langsung mampu menciptakan suasana belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik. Melalui pembelajaran sederhana seperti karya seni daur ulang, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga belajar tentang kreativitas, kerja sama, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.







