Runtut.com

Implementasi Deep Learning dalam Pembelajaran SBdP di SD 1 Mlatinorowito Kudus oleh Dewi Khumaeroh Mahasiswa PLP Universitas Muria Kudus

Mahasiswa PLP Universitas Muria Kudus menerapkan deep learning dalam pembelajaran SBdP melalui karya seni bunga dari limbah rumah tangga di SD 1 Mlatinorowito.

3 menit baca
14
Implementasi Deep Learning dalam Pembelajaran SBdP di SD 1 Mlatinorowito Kudus oleh Dewi Khumaeroh Mahasiswa PLP Universitas Muria Kudus
Proses pembelajaran SBdP di luar kelas dengan pendekatan deep learning dan model Discovery Learning — Dok. Pribadi

Pembelajaran di sekolah dasar tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik peserta didik, tetapi juga perlu memberikan pengalaman belajar yang bermakna melalui kegiatan yang kreatif dan kontekstual. Dalam dunia pendidikan saat ini, pendekatan deep learning menjadi salah satu upaya untuk menciptakan pembelajaran yang lebih mendalam, aktif, dan berpusat pada peserta didik. Melalui pendekatan tersebut, peserta didik tidak hanya menerima materi, tetapi juga mampu memahami makna pembelajaran melalui pengalaman secara langsung.

Dewi Khumaeroh Sebagai mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Universitas Muria Kudus yang melaksanakan praktik mengajar di SD 1 Mlatinorowito Kudus, saya memperoleh pengalaman berharga dalam menerapkan pendekatan deep learning pada pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) semester 2 di kelas V. Pembelajaran dilaksanakan dengan model Discovery Learning melalui topik “Karya Seni Daur Ulang dari Limbah Rumah Tangga” dengan kegiatan membuat bunga dari sampah bungkus kemasan.

Kegiatan pembelajaran dilaksanakan di luar kelas agar peserta didik dapat belajar dalam suasana yang lebih santai, nyaman, dan menyenangkan. Suasana belajar di luar kelas membuat peserta didik terlihat lebih aktif, antusias, dan bersemangat selama mengikuti kegiatan pembelajaran. Selain itu, lingkungan sekitar juga membantu peserta didik untuk lebih mudah mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari

Pada awal pembelajaran, peserta didik diajak mengamati berbagai jenis limbah rumah tangga yang sering ditemukan di sekitar mereka. Selanjutnya, peserta didik berdiskusi mengenai dampak sampah terhadap lingkungan serta pentingnya menjaga kebersihan dengan memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai guna. Dalam kegiatan diskusi tersebut, peserta didik terlihat aktif menyampaikan pendapat dan pengalaman mereka terkait penggunaan sampah rumah tangga di lingkungan sekitar.

Melalui model Discovery Learning, peserta didik diberikan kesempatan untuk menemukan ide dan cara membuat karya secara mandiri. Peserta didik membawa bungkus kemasan bekas dari rumah, kemudian mengolahnya menjadi bunga hias yang menarik. Dalam proses tersebut, peserta didik belajar menggunting, melipat, menyusun, dan menghias bahan bekas menjadi karya seni sederhana yang memiliki nilai estetika.

Peserta didik kelas V membuat karya seni bunga dari limbah bungkus kemasan rumah tangga.
Peserta didik kelas V membuat karya seni bunga dari limbah bungkus kemasan rumah tangga. — Dok. Pribadi

Pendekatan deep learning dalam pembelajaran ini tidak hanya menekankan pada hasil akhir karya, tetapi juga pada proses belajar peserta didik dalam memahami makna pembelajaran. Peserta didik diajak untuk berpikir kritis, bekerja sama, berkomunikasi, serta mengembangkan kreativitas melalui pengalaman belajar secara langsung. Pembelajaran menjadi lebih hidup karena peserta didik terlihat antusias ketika menunjukkan hasil karya mereka di akhir kegiatan.

Kegiatan pembelajaran ini juga memberikan pemahaman kepada peserta didik bahwa sampah tidak selalu menjadi barang yang tidak berguna. Dengan kreativitas dan inovasi, limbah rumah tangga dapat diubah menjadi karya seni yang indah dan bermanfaat. Selain meningkatkan kreativitas, kegiatan ini turut menanamkan sikap peduli lingkungan sejak dini kepada peserta didik.

Bagi saya sebagai mahasiswa PLP Universitas Muria Kudus, pengalaman mengajar ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga. Saya menyadari bahwa pembelajaran yang melibatkan pengalaman langsung mampu menciptakan suasana belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik. Melalui pembelajaran sederhana seperti karya seni daur ulang, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga belajar tentang kreativitas, kerja sama, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.


Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara
Ruang Kampus

Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara

Mahasiswa KKN 4 STIT Hidayatunnajah Bekasi gelar pengabdian masyarakat di TPQ Insan Mutiara lewat penyusunan kurikulum dan perbaikan fasilitas belajar.

Ferdian Trikusuma· 4 hari lalu
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 1 minggu lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 1 minggu lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 2 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 2 minggu lalu
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 2 minggu lalu