Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar Pelatihan Pembuatan Totebag Ecoprint Berbasis Potensi Daun Lokal sebagai Inovasi Produk Kreatif bagi ibu-ibu PKK di Desa Sukolilo, Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan pengetahuan, kreativitas, serta keterampilan warga, khususnya ibu-ibu PKK, dalam mengolah daun-daun lokal yang melimpah di sekitar desa menjadi produk kerajinan yang bernilai estetika, ramah lingkungan, dan berpotensi ekonomi, melalui penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung teknik pounding yang didampingi mahasiswa KKN.

Program ini dirancang berdasarkan hasil observasi mahasiswa yang menemukan bahwa Desa Sukolilo memiliki potensi alam berupa beragam jenis daun yang belum dimanfaatkan secara optimal. Berangkat dari temuan itu, mahasiswa KKN menginisiasi pelatihan pembuatan totebag dengan teknik ecoprint sebagai solusi pemberdayaan sekaligus alternatif pengganti kantong plastik sekali pakai.

Dalam pelatihan yang diikuti ibu-ibu anggota PKK Desa Sukolilo tersebut, peserta terlebih dahulu menerima materi mengenai konsep dasar ecoprint, kemudian menyaksikan demonstrasi teknik pounding, yaitu proses pemukulan daun untuk mencetak motif alami pada kain. Setelah itu, peserta mempraktikkan langsung penyusunan motif menggunakan berbagai jenis daun lokal, proses pounding, hingga tahap finishing, dengan pendampingan penuh dari mahasiswa KKN sampai masing-masing berhasil menyelesaikan totebag ecoprint.

Setiap totebag yang dihasilkan memiliki motif yang berbeda-beda, sebab setiap daun memiliki bentuk, ketebalan, kadar air, dan pigmen yang khas. Keberagaman hasil tersebut justru menjadi ciri khas sekaligus nilai tambah dari produk ecoprint.

Mahasiswa KKN menyampaikan bahwa pelatihan ini digagas agar warga memiliki pemahaman dasar mengenai ecoprint, mampu memanfaatkan daun lokal sebagai pewarna dan pembentuk motif alami pada kain, serta tumbuh kesadaran akan pentingnya produk ramah lingkungan sebagai pengganti kantong plastik. Selain itu, kegiatan ini diharapkan membuka wawasan peserta mengenai peluang usaha rumah tangga berbasis produk kreatif dari sumber daya lokal.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Sukolilo ini mendapat dukungan penuh dari pengurus PKK setempat, mulai dari izin pelaksanaan, penyediaan tempat, hingga koordinasi kehadiran peserta. Antusiasme ibu-ibu PKK turut terlihat sepanjang acara, ditandai dengan keaktifan bertanya seputar teknik pembuatan dan pemanfaatan hasil ecoprint.

Meski demikian, pelaksanaan tidak lepas dari sejumlah tantangan, seperti variasi hasil cetakan motif akibat karakteristik daun yang berbeda-beda, sebagian peserta yang baru pertama kali mengenal teknik ecoprint sehingga membutuhkan pendampingan lebih intensif, serta keterbatasan waktu yang membuat peserta belum sempat mencoba berbagai variasi motif dan kombinasi daun.

Seluruh peserta dilaporkan berhasil menyelesaikan totebag ecoprint sebagai produk akhir, dan beberapa di antaranya menyampaikan ketertarikan untuk kembali mempraktikkan teknik tersebut secara mandiri serta mengembangkannya menjadi peluang usaha rumah tangga. Sebagai tindak lanjut, mahasiswa KKN mendorong peserta untuk terus berlatih memanfaatkan daun lokal, sekaligus berharap Pemerintah Desa, PKK, maupun kelompok usaha masyarakat dapat melanjutkan program serupa secara berkelanjutan, termasuk pengembangan produk ecoprint lain seperti syal, kain, hingga pakaian.