Runtut.com

Mahasiswa KKN IPB University Bantu Digitalisasi UMKM Desa Babakan Lewat Program PEDATI

Mahasiswa KKN IPB University menghadirkan PEDATI di Desa Babakan untuk memetakan fasilitas dan usaha lokal di Google Maps serta mendorong transaksi digital QRIS

2 menit baca
15
Mahasiswa KKN IPB University Bantu Digitalisasi UMKM Desa Babakan Lewat Program PEDATI
Proses digitalisasi UMKM — Dok. Pribadi

PANGANDARAN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi IPB University Kelompok KKN IPB Desa Babakan menginisiasi program digitalisasi bertajuk PEDATI atau Pemetaan dan Transaksi Digital di Dusun Kelapa Tiga, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran.

Program yang menjadi salah satu proyek kerja unggulan kelompok mahasiswa dalam program DIKTISAINTEK Berdampak ini berfokus pada dua hal utama, yakni pemetaan titik-titik penting serta fasilitas umum di Google Maps, dan penerapan QRIS pada usaha-usaha lokal untuk mendukung transaksi non-tunai.

Penanggung jawab program, Rozaq Nur Ahmad, menjelaskan bahwa PEDATI lahir dari kebutuhan masyarakat Dusun Kelapa Tiga akan visibilitas digital, mengingat banyak usaha lokal seperti toko sayur, penjual seafood, tukang galon, posyandu, hingga toko print, yang belum terdaftar di Google Maps sehingga sulit ditemukan oleh calon pelanggan dari luar wilayah. “Kami ingin usaha-usaha kecil di sini punya identitas digital yang jelas, supaya lebih mudah ditemukan dan dikenal masyarakat luas,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menerapkan empat tahapan metode, yakni observasi dan pemetaan lokasi, sosialisasi dan edukasi kepada pelaku usaha, eksekusi dan implementasi pendaftaran titik lokasi serta pembuatan kode QRIS, hingga tahap monitoring dan evaluasi untuk memastikan keberlanjutan program.

Selain mendaftarkan titik lokasi usaha ke Google Maps lengkap dengan nama usaha, jam operasional, dan foto lokasi, mahasiswa KKN juga mendampingi pelaku usaha lokal dalam membuat kode QRIS melalui aplikasi mobile banking maupun e-wallet. Sebagai pendukung keberlanjutan program, disediakan pula poster panduan berisi langkah-langkah pendaftaran lokasi di Google Maps dan alur pembuatan QRIS, agar masyarakat dapat mempraktikkannya secara mandiri di kemudian hari.

Program PEDATI diharapkan mampu memberikan tiga manfaat utama bagi masyarakat, yaitu meningkatkan aksesibilitas wilayah melalui peta digital yang komprehensif, memperkuat brand awareness usaha lokal, serta mendorong modernisasi finansial usaha melalui transaksi non-tunai yang lebih aman, cepat, dan praktis.

Desa Babakan sendiri merupakan wilayah pesisir dengan luas 6,04 km² yang terbagi dalam 5 dusun, 17 RW, dan 69 RT, dengan jumlah penduduk mencapai 11.103 jiwa. Sebagai desa yang tengah dikembangkan menjadi desa wisata berbasis community based tourism, keberadaan program digitalisasi seperti PEDATI dinilai relevan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus mempersiapkan masyarakat menghadapi era transaksi digital.

Program PEDATI menjadi salah satu dari beberapa proyek kerja unggulan Kelompok PangandaranKab08 selama masa KKN di Desa Babakan, yang juga mencakup program BASARI (Bank Sampah dan Pantai Resik), Sekolah Mangrove (edukasi lingkungan pesisir bagi anak-anak), serta Eco Craft (pelatihan ecoprint bagi siswa SD).

Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap dapat mendorong kemandirian ekonomi digital masyarakat Desa Babakan, sekaligus memperkuat literasi digital pelaku usaha lokal agar semakin siap bersaing di era modern.



Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara
Ruang Kampus

Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara

Mahasiswa KKN 4 STIT Hidayatunnajah Bekasi gelar pengabdian masyarakat di TPQ Insan Mutiara lewat penyusunan kurikulum dan perbaikan fasilitas belajar.

Ferdian Trikusuma· 4 hari lalu
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 1 minggu lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 1 minggu lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 2 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 2 minggu lalu
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 2 minggu lalu