PANGANDARAN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi IPB University Kelompok KKN IPB Desa Babakan menginisiasi program digitalisasi bertajuk PEDATI atau Pemetaan dan Transaksi Digital di Dusun Kelapa Tiga, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran.
Program yang menjadi salah satu proyek kerja unggulan kelompok mahasiswa dalam program DIKTISAINTEK Berdampak ini berfokus pada dua hal utama, yakni pemetaan titik-titik penting serta fasilitas umum di Google Maps, dan penerapan QRIS pada usaha-usaha lokal untuk mendukung transaksi non-tunai.
Penanggung jawab program, Rozaq Nur Ahmad, menjelaskan bahwa PEDATI lahir dari kebutuhan masyarakat Dusun Kelapa Tiga akan visibilitas digital, mengingat banyak usaha lokal seperti toko sayur, penjual seafood, tukang galon, posyandu, hingga toko print, yang belum terdaftar di Google Maps sehingga sulit ditemukan oleh calon pelanggan dari luar wilayah. “Kami ingin usaha-usaha kecil di sini punya identitas digital yang jelas, supaya lebih mudah ditemukan dan dikenal masyarakat luas,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menerapkan empat tahapan metode, yakni observasi dan pemetaan lokasi, sosialisasi dan edukasi kepada pelaku usaha, eksekusi dan implementasi pendaftaran titik lokasi serta pembuatan kode QRIS, hingga tahap monitoring dan evaluasi untuk memastikan keberlanjutan program.
Selain mendaftarkan titik lokasi usaha ke Google Maps lengkap dengan nama usaha, jam operasional, dan foto lokasi, mahasiswa KKN juga mendampingi pelaku usaha lokal dalam membuat kode QRIS melalui aplikasi mobile banking maupun e-wallet. Sebagai pendukung keberlanjutan program, disediakan pula poster panduan berisi langkah-langkah pendaftaran lokasi di Google Maps dan alur pembuatan QRIS, agar masyarakat dapat mempraktikkannya secara mandiri di kemudian hari.
Program PEDATI diharapkan mampu memberikan tiga manfaat utama bagi masyarakat, yaitu meningkatkan aksesibilitas wilayah melalui peta digital yang komprehensif, memperkuat brand awareness usaha lokal, serta mendorong modernisasi finansial usaha melalui transaksi non-tunai yang lebih aman, cepat, dan praktis.
Desa Babakan sendiri merupakan wilayah pesisir dengan luas 6,04 km² yang terbagi dalam 5 dusun, 17 RW, dan 69 RT, dengan jumlah penduduk mencapai 11.103 jiwa. Sebagai desa yang tengah dikembangkan menjadi desa wisata berbasis community based tourism, keberadaan program digitalisasi seperti PEDATI dinilai relevan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus mempersiapkan masyarakat menghadapi era transaksi digital.
Program PEDATI menjadi salah satu dari beberapa proyek kerja unggulan Kelompok PangandaranKab08 selama masa KKN di Desa Babakan, yang juga mencakup program BASARI (Bank Sampah dan Pantai Resik), Sekolah Mangrove (edukasi lingkungan pesisir bagi anak-anak), serta Eco Craft (pelatihan ecoprint bagi siswa SD).
Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap dapat mendorong kemandirian ekonomi digital masyarakat Desa Babakan, sekaligus memperkuat literasi digital pelaku usaha lokal agar semakin siap bersaing di era modern.







