SEMARANG – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi awal pembentukan karakter dan kebiasaan hidup sehat, tak terkecuali di Pos PAUD RAHAYU. Merespons kondisi tersebut sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 92 Universitas Diponegoro Tim III, Hilal Agung Ramadhan, melaksanakan program kerja bertajuk "Penyuluhan PHBS : Pembiasaan Mencuci Tangan Pakai Sabun Sedari Dini". Program ini hadir sebagai langkah solutif untuk menanamkan kebiasaan hidup bersih sejak dini kepada para siswa guna mencegah penyebaran penyakit.

Tantangan utama di Pos PAUD RAHAYU terletak pada rendahnya kesadaran anak-anak akan pentingnya kebersihan tangan, terutama setelah bermain di luar ruangan dan sebelum menyentuh makanan. Namun, dari hasil observasi, terdapat potensi lingkungan yang sangat baik berupa ketersediaan fasilitas air bersih yang memadai serta antusiasme yang tinggi dari para guru pendamping. Berbekal dukungan penuh dari pihak sekolah, area wastafel komunal di halaman PAUD tersebut dimanfaatkan sebagai titik edukasi dan praktik mencuci tangan yang menyenangkan.

Dalam pelaksanaannya, pendekatan yang dilakukan tidak hanya sebatas pada penyampaian materi di dalam kelas, tetapi juga metode praktik langsung yang diiringi dengan edukasi dan pendampingan bagi anak-anak. Anak-anak diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan melalui 6 langkah mencuci tangan yang benar sesuai pedoman WHO dan Kementerian Kesehatan RI. Melalui edukasi ini, anak-anak diajak untuk melihat bahwa membiasakan mencuci tangan bukan sekadar rutinitas biasa, melainkan wujud implementasi nyata dari SDGs 3 (Good Health and Well-Being) yang bertujuan untuk mencegah diare, infeksi saluran pernapasan, dan berbagai penyakit menular lainnya.

Guna memastikan pembiasaan ini relevan dan mudah diingat oleh anak usia dini, kegiatan dikemas secara interaktif melalui nyanyian lagu cuci tangan dan pendampingan langsung oleh mahasiswa. Melalui inisiatif keberlanjutan ini, diharapkan semangat gotong royong dan kesadaran akan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada siswa dan guru di Pos PAUD RAHAYU dapat terus terjaga, sekaligus menjadi inspirasi kemandirian kesehatan di tingkat lokal yang berkontribusi pada target pembangunan berkelanjutan global.

Penulis
Hilal Agung Ramadhan
KKN-T 92 Universitas Diponegoro Tim III
Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Dosen Pembimbing Lapangan
Widyaningrum Utami, M.Clin.Pharm., Apt.