Runtut.com

Mahasiswa KKN-T 92 Undip Latih Warga Kelurahan Ngemplak Simongan Olah Sampah Organik Jadi Eco Enzyme, Dukung Program Kampung Iklim

Mahasiswa Undip melatih warga Ngemplak Simongan mengolah sampah organik menjadi eco enzyme untuk mendukung Proklim dan mewujudkan lingkungan berkelanjutan.

2 menit baca
11
Mahasiswa KKN-T 92 Undip Latih Warga Kelurahan Ngemplak Simongan Olah Sampah Organik Jadi Eco Enzyme, Dukung Program Kampung Iklim
Dokumentasi kegiatan — Dok. Pribadi

Semarang — Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) yang tengah menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar pelatihan pemanfaatan sampah organik menjadi eco enzyme bagi warga Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Kegiatan ini menjadi salah satu program utama dalam mendukung inisiatif Kampung Iklim (Proklim) di wilayah tersebut.

Persoalan sampah rumah tangga, khususnya sampah organik seperti sisa sayuran, kulit buah, dan sisa dapur lainnya, masih menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat perkotaan. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah organik dapat menimbulkan bau tidak sedap, mencemari lingkungan, serta berkontribusi terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca akibat proses pembusukan yang tidak terkendali. Berangkat dari permasalahan tersebut, Nasya Relyta Andrianty, dalam program kerja multidisiplin berinisiatif memberikan edukasi dan pelatihan langsung kepada warga mengenai cara mengolah sampah organik menjadi eco enzyme. Dengan bimbingan dari dosen pembimbing lapangan, Widyaningrum Utami, M.Clin.Pharm., Apt, ia berhasil memaparkan edukasi pembuatan  eco enzyme kepada ibu-ibu dan bapak bapak RT 02/ RW 07, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kota Semarang, pada Minggu (27/7).

Eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi dari sisa buah dan sayur yang dicampur dengan gula dan air. Larutan ini dikenal memiliki banyak manfaat, mulai dari pupuk cair alami, cairan pembersih rumah tangga, hingga bahan yang dapat membantu menjernihkan air dan menyuburkan tanah. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai konsep dasar eco enzyme, manfaatnya bagi lingkungan, serta langkah-langkah pembuatannya menggunakan perbandingan sederhana antara gula merah atau molase, sisa buah/sayur, dan air. Warga diajak untuk turut mempraktikkan langsung proses pencampuran bahan hingga proses fermentasi yang berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Selain praktik pembuatan, mahasiswa juga membagikan informasi mengenai cara penyimpanan yang tepat agar proses fermentasi berjalan optimal.

Kegiatan ini sejalan dengan semangat Program Kampung Iklim (Proklim) yang tengah digalakkan di Kelurahan Ngemplak Simongan, yakni mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal. Melalui pengelolaan sampah organik menjadi eco enzyme, warga tidak hanya turut mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga berkontribusi menekan emisi gas metana yang dihasilkan dari pembusukan sampah organik.

Dengan adanya pelatihan ini,  harapannya warga Kelurahan Ngemplak Simongan dapat semakin mandiri dalam mengelola sampah rumah tangga secara ramah lingkungan, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan kampung yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan.

Dokumentasi kegiatan
Dokumentasi kegiatan — Dok. Pribadi

Ke depannya, diharapkan praktik pembuatan eco enzyme ini dapat terus berlanjut secara mandiri oleh warga dan menjadi salah satu kegiatan rutin yang mendukung keberlangsungan Program Kampung Iklim di Kelurahan Ngemplak Simongan.


Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara
Ruang Kampus

Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara

Mahasiswa KKN 4 STIT Hidayatunnajah Bekasi gelar pengabdian masyarakat di TPQ Insan Mutiara lewat penyusunan kurikulum dan perbaikan fasilitas belajar.

Ferdian Trikusuma· 3 hari lalu
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 1 minggu lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 1 minggu lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 2 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 2 minggu lalu
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 2 minggu lalu