Semarang — Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) yang tengah menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar pelatihan pemanfaatan sampah organik menjadi eco enzyme bagi warga Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Kegiatan ini menjadi salah satu program utama dalam mendukung inisiatif Kampung Iklim (Proklim) di wilayah tersebut.
Persoalan sampah rumah tangga, khususnya sampah organik seperti sisa sayuran, kulit buah, dan sisa dapur lainnya, masih menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat perkotaan. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah organik dapat menimbulkan bau tidak sedap, mencemari lingkungan, serta berkontribusi terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca akibat proses pembusukan yang tidak terkendali. Berangkat dari permasalahan tersebut, Nasya Relyta Andrianty, dalam program kerja multidisiplin berinisiatif memberikan edukasi dan pelatihan langsung kepada warga mengenai cara mengolah sampah organik menjadi eco enzyme. Dengan bimbingan dari dosen pembimbing lapangan, Widyaningrum Utami, M.Clin.Pharm., Apt, ia berhasil memaparkan edukasi pembuatan eco enzyme kepada ibu-ibu dan bapak bapak RT 02/ RW 07, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kota Semarang, pada Minggu (27/7).
Eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi dari sisa buah dan sayur yang dicampur dengan gula dan air. Larutan ini dikenal memiliki banyak manfaat, mulai dari pupuk cair alami, cairan pembersih rumah tangga, hingga bahan yang dapat membantu menjernihkan air dan menyuburkan tanah. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai konsep dasar eco enzyme, manfaatnya bagi lingkungan, serta langkah-langkah pembuatannya menggunakan perbandingan sederhana antara gula merah atau molase, sisa buah/sayur, dan air. Warga diajak untuk turut mempraktikkan langsung proses pencampuran bahan hingga proses fermentasi yang berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Selain praktik pembuatan, mahasiswa juga membagikan informasi mengenai cara penyimpanan yang tepat agar proses fermentasi berjalan optimal.
Kegiatan ini sejalan dengan semangat Program Kampung Iklim (Proklim) yang tengah digalakkan di Kelurahan Ngemplak Simongan, yakni mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal. Melalui pengelolaan sampah organik menjadi eco enzyme, warga tidak hanya turut mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga berkontribusi menekan emisi gas metana yang dihasilkan dari pembusukan sampah organik.
Dengan adanya pelatihan ini, harapannya warga Kelurahan Ngemplak Simongan dapat semakin mandiri dalam mengelola sampah rumah tangga secara ramah lingkungan, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan kampung yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan.

Ke depannya, diharapkan praktik pembuatan eco enzyme ini dapat terus berlanjut secara mandiri oleh warga dan menjadi salah satu kegiatan rutin yang mendukung keberlangsungan Program Kampung Iklim di Kelurahan Ngemplak Simongan.







