Runtut.com

Mahasiswa KKN 39 FSTEM UB Gelar ECOAKSI untuk Edukasi Eco Enzyme di Desa Pagedangan

Mahasiswa KKN FSTEM Universitas Brawijaya menggelar program ECOAKSI di Desa Pagedangan, Kabupaten Malang, untuk mengedukasi masyarakat mengolah limbah organik

2 menit baca
97
Mahasiswa KKN 39 FSTEM UB Gelar ECOAKSI untuk Edukasi Eco Enzyme di Desa Pagedangan
Foto bersama setelah pelatihan yang dilaksanakan oleh Kelompok KKN FSTEM 39 — Dok. Pribadi

MALANG - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Sains, Teknologi dan Matematika Universitas Brawijaya Desa Pagedangan menyelenggarakan program kerja berjudul ECOAKSI (Eco Enzyme Untuk Aksi Lingkungan) pada Kamis, 2 Juli 2026, di Gedung Serbaguna Balai Desa Pagedangan. Kegiatan ini dihadiri oleh ibu-ibu PKK Desa Pagedangan sebagai bentuk edukasi mengenai pengelolaan limbah organik rumah tangga melalui pelatihan pembuatan eco enzyme. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah organik menjadi produk yang bernilai guna sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan sambutan dari Koordinator Desa Pagedangan serta Sekretaris Desa Pagedangan yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program ECOAKSI. Dalam sambutannya, beliau berharap kegiatan ini mampu memberikan wawasan baru kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik sejak dari rumah serta mendorong terciptanya kebiasaan ramah lingkungan di lingkungan desa.

Memasuki sesi utama, penanggung jawab program yaitu Calista Humaira Syaqif menyampaikan materi mengenai eco enzyme, mulai dari pengertian, manfaat, hingga proses pembuatannya. Eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik seperti sisa buah dan sayuran yang dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami, pupuk cair, hingga pengurang pencemaran lingkungan. Materi disampaikan secara interaktif agar peserta dapat memahami pentingnya mengolah limbah organik menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.

Setelah pemaparan materi, peserta diajak mengikuti demonstrasi pembuatan eco enzyme secara langsung. Pada sesi ini, pemateri memperagakan setiap tahapan pembuatan eco enzyme secara bertahap, mulai dari pemilihan bahan, perbandingan komposisi, hingga proses fermentasi yang benar. Peserta terlihat antusias mengikuti demonstrasi dan aktif memperhatikan setiap langkah yang dijelaskan. Sebagai bentuk dukungan agar peserta dapat menerapkan materi yang telah diperoleh, panitia juga membagikan sampel eco enzyme kepada seluruh peserta sebagai contoh hasil fermentasi sekaligus referensi dalam praktik pembuatan eco enzyme secara mandiri di rumah. 

Antusiasme peserta semakin terlihat pada sesi tanya jawab, di mana berbagai pertanyaan mengenai proses fermentasi, manfaat, dan cara penggunaan eco enzyme disampaikan kepada pemateri. Untuk mengukur pemahaman peserta, panitia juga mengadakan kuis interaktif dengan pemberian doorprize bagi peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar. 

Melalui program ECOAKSI, mahasiswa FSTEM KKN 39 Universitas Brawijaya berharap masyarakat Desa Pagedangan dapat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Pemanfaatan limbah organik menjadi eco enzyme diharapkan mampu mengurangi jumlah sampah rumah tangga, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta membangun kebiasaan hidup yang lebih ramah lingkungan. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat sekaligus mewujudkan Desa Pagedangan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.


Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara
Ruang Kampus

Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara

Mahasiswa KKN 4 STIT Hidayatunnajah Bekasi gelar pengabdian masyarakat di TPQ Insan Mutiara lewat penyusunan kurikulum dan perbaikan fasilitas belajar.

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 2 minggu lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 2 minggu lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 3 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 3 minggu lalu
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 3 minggu lalu