SURABAYA — Guru SMA Labschool Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menerapkan strategi pembelajaran GASPOL dalam materi Teks Eksposisi Fase E dengan pendekatan berbasis riset, validasi data, dan kolaborasi lintas mata pelajaran. Metode tersebut mendorong siswa menyusun argumen berdasarkan bukti, bukan sekadar memahami teori kebahasaan.
Praktik pembelajaran itu dilakukan dalam kegiatan peer teaching pada hari kedua Lokakarya Literasi dan Numerasi di Fakultas Psikologi Unesa, Kampus 2 Lidah Wetan, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan ini melibatkan guru Bahasa Indonesia, Biologi, Ekonomi, Sosiologi, dan Pendidikan Pancasila untuk merancang pembelajaran yang menghubungkan berbagai sudut pandang keilmuan.
Melalui strategi GASPOL yang terdiri atas Gali pengetahuan awal, Ajukan pertanyaan, Sangka, Pembuktian, Olah makna, dan Lakukan refleksi, pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan menjadi proses investigasi terhadap suatu persoalan.
Siswa tidak hanya mempelajari struktur teks eksposisi, tetapi juga dilatih mengidentifikasi masalah, menguji informasi, serta membangun kesimpulan berdasarkan data.
Dosen S-1 Sastra Indonesia Unesa, Moh. Arif Susanto, menjelaskan bahwa tahap pembuktian menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Pada tahap ini, siswa diarahkan mencari sumber informasi yang kredibel, seperti data Badan Pusat Statistik (BPS), laporan kementerian, hingga hasil penelitian ilmiah untuk menguji dugaan awal yang telah disusun.
Dalam prosesnya, guru dari berbagai bidang memberikan pendampingan sesuai keahlian masing-masing. Guru Biologi membantu memeriksa aspek ilmiah terkait kesehatan dan lingkungan, guru Ekonomi mendampingi analisis dampak ekonomi, sedangkan guru Sosiologi dan Pendidikan Pancasila mengarahkan siswa melihat persoalan dari sisi sosial, etika publik, serta kepentingan masyarakat.

Materi pembelajaran juga menggunakan isu-isu aktual sebagai bahan kajian. Beberapa topik yang dibahas meliputi program Makan Bergizi Gratis (MBG), persoalan sampah plastik dan kebijakan kantong plastik berbayar, serta dampak peningkatan durasi penggunaan layar digital terhadap kesehatan mental generasi muda.










