Runtut.com

Tim Manjur UNESA Finalis LIDM 2026 Kampanyekan Gerakan Integritas melalui Poster Digital "CUAN DIKORBANKAN, INTEGRITAS DIHANCURKAN"

Tim MANJUR UNESA menjadi finalis LIDM 2026 melalui inovasi Poster Digital Pendidikan bertajuk “Cuan Dikorbankan, Integritas Dihancurkan”.

5 menit baca
7
Sosialisasi Gerakan Antijoki
Sosialisasi Gerakan Antijoki — Dokumentasi Pribadi

SURABAYA — Praktik joki tugas menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian mahasiswa karena berpotensi menggerus kompetensi dan integritas akademik. Berangkat dari keresahan tersebut, Tim MANJUR (Mahasiswa Anti Joki dan Jujur), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), mengembangkan inovasi Poster Digital Pendidikan bertajuk “Cuan Dikorbankan, Integritas Dihancurkan”. Karya ini mengantarkan Tim MANJUR menjadi salah satu finalis Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2026 pada Divisi Poster Digital Pendidikan.

Ketua Tim MANJUR, Nabila Dwi Wahyu Santoso, menjelaskan bahwa ide tersebut berangkat dari fenomena joki tugas yang semakin mudah dijumpai di lingkungan mahasiswa maupun ruang digital. Praktik ini mencakup pengerjaan berbagai tugas akademik oleh pihak ketiga dengan imbalan tertentu, mulai dari makalah, presentasi, artikel ilmiah, hingga skripsi.

“Mahasiswa sering kali memilih jalan pintas karena ingin mendapatkan hasil secara instan. Padahal, ketika tugas dikerjakan oleh orang lain, proses belajar yang seharusnya mereka jalani menjadi terabaikan. Praktik ini juga dapat menumpulkan kepekaan terhadap kejujuran,” jelas Nabila.

Menurutnya, praktik tersebut kerap dianggap sebagai jalan pintas untuk menyelesaikan beban akademik. Padahal, terdapat konsekuensi yang lebih besar daripada sekadar pelanggaran aturan, yakni hilangnya kesempatan mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi, tanggung jawab, dan kejujuran dalam proses pembelajaran.

Didukung Temuan Survei, Joki Tugas Perlu Mendapat Perhatian

Pentingnya isu ini diperkuat oleh data yang dihimpun tim. Berdasarkan Survei Penilaian Integritas Pendidikan Tahun 2026 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sebagaimana dirujuk dalam kajian tim, sebanyak 43% responden menyebutkan masih adanya praktik joki dalam pengerjaan tugas akhir atau skripsi.

Tim MANJUR juga melakukan survei awal untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap fenomena tersebut. Hasilnya, 84,6% responden mengaku mengetahui adanya mahasiswa di sekitar mereka yang menggunakan jasa joki tugas. Sementara 81% responden menilai praktik tersebut cukup sering hingga sangat sering terjadi di lingkungan kampus.

Temuan tersebut menjadi landasan bagi Tim MANJUR untuk menghadirkan kampanye yang tidak hanya menyampaikan larangan menggunakan jasa joki, tetapi juga membangun kesadaran mengenai dampak jangka panjangnya terhadap integritas akademik.

Melalui pesan “Cuan Dikorbankan, Integritas Dihancurkan”, tim ingin menegaskan bahwa keuntungan sesaat dari penggunaan jasa joki tidak sebanding dengan risiko hilangnya kompetensi dan kepercayaan terhadap kemampuan diri sendiri.

Mengembangkan Gerakan Integritas melalui Strategi SATU

Tidak berhenti pada pembuatan poster, Tim MANJUR mengembangkan gerakan integritas akademik melalui strategi SATU, yaitu Sebarkan, Ajak, Temui, dan Ukuhkan. Strategi ini menjadi landasan pelaksanaan kampanye agar pesan antijoki dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa dan diwujudkan dalam tindakan nyata.

Pada tahap Sebarkan, tim menyebarluaskan edukasi mengenai bahaya joki tugas melalui media sosial Instagram dan YouTube. Konten yang dikembangkan mencakup informasi edukatif, sesi tanya jawab bersama penjoki, serta podcast bersama dosen untuk membahas persoalan integritas akademik dari berbagai perspektif.

Tahap Ajak dilakukan dengan melibatkan organisasi mahasiswa untuk berkolaborasi dalam gerakan antijoki. Melalui langkah ini, tim berupaya menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga integritas akademik bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan komitmen bersama seluruh warga perguruan tinggi.

Selanjutnya, tahap Temui diwujudkan melalui sosialisasi di sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), serta UNESA melalui Program Studi Pendidikan Seni Rupa. Tim juga melibatkan organisasi mahasiswa, di antaranya UKM UKIM UNESA dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Uluwiyah Mojokerto.

Adapun tahap Kukuhkan dilakukan melalui deklarasi dan penandatanganan komitmen sebagai bentuk dukungan mahasiswa terhadap gerakan antijoki. Pembagian merchandise juga menjadi simbol partisipasi dan pengingat atas komitmen yang telah dibangun bersama.

Dalam merancang gerakan tersebut, tim mengacu pada teori difusi inovasi Everett Rogers, yang mencakup tahapan pengetahuan (knowledge), persuasi (persuasion), keputusan (decision), implementasi (implementation), dan konfirmasi (confirmation). Pendekatan ini digunakan untuk mendorong perubahan kesadaran hingga terbentuknya komitmen dan tindakan nyata.

Lebih dari 100 Mahasiswa Berkomitmen Menolak Joki Tugas

Salah satu keunggulan gerakan yang dikembangkan Tim MANJUR adalah evaluasi pemahaman mahasiswa melalui pre-test dan post-test. Dengan evaluasi tersebut, tim berupaya mengetahui perubahan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan edukasi.

Selain itu, sosialisasi ditutup dengan deklarasi sebagai bentuk komitmen bersama untuk menolak praktik joki tugas. Dalam pelaksanaan gerakan ini, lebih dari 100 mahasiswa telah menyatakan komitmennya untuk tidak menggunakan jasa joki.

Sebelum disosialisasikan kepada khalayak, poster digital yang dikembangkan tim juga melalui proses validasi oleh ahli desain. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan kelayakan visual poster sebagai media kampanye pendidikan yang dapat dipahami oleh masyarakat luas.

Respons mahasiswa selama kegiatan menunjukkan tumbuhnya kesadaran mengenai risiko praktik joki tugas, khususnya terhadap penurunan kompetensi dan integritas akademik. Bagi tim, respons tersebut menjadi dorongan untuk terus memperluas jangkauan gerakan.

Tantangan dan Harapan untuk Budaya Akademik Berintegritas

Dalam proses pengembangan karya, Tim MANJUR menghadapi tantangan untuk menerjemahkan persoalan akademik yang kompleks ke dalam visual poster yang ringkas, komunikatif, dan mudah dipahami. Tim juga perlu menyesuaikan jadwal sosialisasi dengan ketersediaan waktu perguruan tinggi tujuan serta aktivitas perkuliahan masing-masing anggota.

Meski demikian, berbagai tantangan tersebut tidak menghentikan langkah tim untuk mengembangkan kampanye yang lebih luas. Capaian sebagai finalis LIDM 2026 menjadi kesempatan bagi Tim MANJUR untuk memperkenalkan gagasan dan gerakan integritas akademik di tingkat nasional.

“Harapan kami, amanah yang telah diberikan Allah dapat terus membawa manfaat bagi banyak orang, khususnya mahasiswa sebagai agent of change. Kami ingin gerakan integritas ini terus disebarluaskan agar semakin banyak mahasiswa berani menolak praktik joki dan menjunjung tinggi kejujuran dalam proses akademik,” ungkapnya.

Melalui karya “Cuan Dikorbankan, Integritas Dihancurkan”, Tim MANJUR berupaya menegaskan bahwa keberhasilan akademik bukan semata-mata tentang memperoleh nilai atau menyelesaikan tugas, melainkan juga tentang proses, kompetensi, dan tanggung jawab yang menyertainya. Gerakan ini diharapkan dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun budaya integritas di perguruan tinggi.

Tentang Tim MANJUR

Tim MANJUR merupakan singkatan dari Mahasiswa Anti Joki dan Jujur, sebuah tim mahasiswa yang mengembangkan kampanye edukasi mengenai praktik joki tugas dan penguatan integritas akademik melalui inovasi Poster Digital Pendidikan. Pada LIDM 2026, Tim MANJUR menjadi salah satu finalis pada Divisi Poster Digital Pendidikan dengan karya “Cuan Dikorbankan, Integritas Dihancurkan”

Tentang Penulis
  • VP
    Viana Putri Aisyah

    Tim Manjur LIDM 2026 Universitas Negeri Surabaya

Artikel ini merupakan tulisan kontribusi. Isi dan pendapat sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mencerminkan sikap redaksi Runtut.com.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Kolaborasi Dosen Hukum Unesa dan Komnas Perempuan Launching Buku tentang Peran Perempuan dalam Mitigasi Bencana
Riset dan Inovasi

Kolaborasi Dosen Hukum Unesa dan Komnas Perempuan Launching Buku tentang Peran Perempuan dalam Mitigasi Bencana

Dosen Hukum Unesa bersama Kemenko PMK dan Komnas Perempuan meluncurkan buku dan rekomendasi kebijakan untuk memperkuat peran perempuan dalam mitigasi bencana.

Rachmaddani Rizki Saputra· 2 hari lalu
Dukung Efisiensi UMKM Kuliner, Mahasiswa Vokasi UB Raih Pendanaan Springboard 2026
Riset dan Inovasi

Dukung Efisiensi UMKM Kuliner, Mahasiswa Vokasi UB Raih Pendanaan Springboard 2026

Membawakan inovasi mesin kuliner, Empat mahasiswa UB lolos pendanaan Springboard Vokasi 2026

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu
Solusi Limbah Program Makan Bergizi Gratis: BioShredder Karya Mahasiswa Polman Bandung
Riset dan Inovasi

Solusi Limbah Program Makan Bergizi Gratis: BioShredder Karya Mahasiswa Polman Bandung

Delegasi mahasiswa Politeknik Manufaktur Bandung berhasil mendapatkan juara harapan 1 di KMI Expo 2026 lewat inovasi Mesin BioShredder

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu
Dari P2MW ke KMI Expo 2026: PRONUTS UPNVJ Angkat Potensi Pangan Lokal Lewat Donat Kacang Bambara
Riset dan Inovasi

Dari P2MW ke KMI Expo 2026: PRONUTS UPNVJ Angkat Potensi Pangan Lokal Lewat Donat Kacang Bambara

PRONUTS, "Protein Donat" berbahan dasar tepung kacang bambara karya mahasiswa UPNVJ, hadir menjawab kebutuhan camilan seha lolos KMI Expo 2026

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu
Baterai yang Bisa Bicara, Karya Dosen dan Mahasiswa ITS
Riset dan Inovasi

Baterai yang Bisa Bicara, Karya Dosen dan Mahasiswa ITS

ITS mengembangkan BMSense, baterai cerdas LiPo Graphene yang tegangan tiap sel, arus, dan suhunya bisa dipantau real-time. Tim: dosen, mahasiswa, dan industri.

Tegar Herlambang· 2 minggu lalu
Dua Alat Skrining Tanpa Jarum Buatan Mahasiswa UGM
Riset dan Inovasi

Dua Alat Skrining Tanpa Jarum Buatan Mahasiswa UGM

Mahasiswa UGM mengembangkan NeumaScope untuk skrining pneumonia balita dan Glicovia untuk prediabetes lewat air liur. Inilah cara kerja dan batasannya.

Tegar Herlambang· 2 minggu lalu