Runtut.com

Solusi Limbah Program Makan Bergizi Gratis: BioShredder Karya Mahasiswa Polman Bandung

Delegasi mahasiswa Politeknik Manufaktur Bandung berhasil mendapatkan juara harapan 1 di KMI Expo 2026 lewat inovasi Mesin BioShredder

2 menit baca
Mahasiswa Politeknik Manufaktur Bandung (Polman Bandung) Juara KMI Expo 2026
Mahasiswa Politeknik Manufaktur Bandung (Polman Bandung) Juara KMI Expo 2026 — Dok. Pribadi

Bandung - Mahasiswa Politeknik Manufaktur Bandung (Polman Bandung) berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara Harapan 1 pada ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVII 2026 yang diselenggarakan pada 29 September - 1 Oktober 2026.

Berkompetisi pada Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) kategori Manufaktur dan Teknologi Terapan Tahapan Awal, tim ini membawa gagasan inovatif berupa mesin semi-otomatis pengonversi sampah organik menjadi pakan ternak.

Tim yang terdiri dari Muhammad Syahidan Al Afghani, Adi Murfid Nurirsyad, Al Firdaus Dzikri, Kania Maulidina, dan Naziha Birru Annisa Suryana merancang mesin pencacah sampah organik yang diberi nama BioShredder. Inovasi ini hadir sebagai akselerator zero waste sekaligus penggerak ekonomi sirkular.

Lahirnya inovasi ini dilatarbelakangi oleh keresahan tim terhadap tren peningkatan limbah organik di masyarakat. Limbah tersebut tidak hanya berasal dari sampah rumah tangga, tetapi juga berpotensi melonjak seiring dengan berjalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya dari sisa makanan di berbagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Kami melihat adanya urgensi untuk menangani penumpukan limbah organik ini sebelum menjadi masalah lingkungan yang lebih besar. Dari situlah kami berinisiatif menciptakan mesin pencacah limbah organik yang efisien," ujar Muhammad Syahidan Al Afghani, salah satu anggota tim BioShredder.

Mesin BioShredder karya Mahasiswa Politeknik Manufaktur Bandung
Mesin BioShredder karya Mahasiswa Politeknik Manufaktur Bandung — Dok. Pribadi

Mesin BioShredder didesain secara semi-otomatis untuk mencacah berbagai jenis limbah organik dengan cepat dan optimal. Menariknya, hasil cacahan dari mesin ini memiliki nilai ekonomi tinggi karena dapat dimanfaatkan langsung sebagai pakan maggot, bahan utama pembuatan pelet ikan, hingga pakan ternak langsung.

Pendekatan ini tidak hanya menuntaskan permasalahan penumpukan sampah dari hulu, tetapi juga menciptakan rantai ekonomi baru di sektor peternakan dan perikanan. Sisa makanan yang tadinya hanya berakhir di tempat pembuangan akhir, kini dapat dikonversi menjadi produk bernilai guna yang mendukung ketahanan pangan.

Melalui prestasi di KMI Expo 2026 ini, tim berharap inovasi BioShredder dapat segera diimplementasikan secara luas, berkolaborasi dengan berbagai SPPG di daerah, dan menjadi solusi nyata bagi terciptanya ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Indonesia.


Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua