Runtut.com

Tim Mahasiswa Unesa Kampanyekan Jaga Integritas Akademik lewat Gerakan Antijoki

Tim Manjur Unesa menjadi finalis LIDM 2026 melalui inovasi Poster Digital Pendidikan bertajuk “Cuan Dikorbankan, Integritas Dihancurkan”.

2 menit baca
14
Sosialisasi Gerakan Antijoki
Sosialisasi Gerakan Antijoki — Dokumentasi Pribadi

JAWA TIMUR—Lebih dari 100 mahasiswa menyatakan komitmen menolak penggunaan jasa joki tugas melalui gerakan yang dikembangkan Tim Mahasiswa Anti Joki dan Jujur (Manjur) Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Gerakan tersebut menggabungkan kampanye poster digital, edukasi lintas kampus, dan deklarasi untuk meningkatkan kesadaran tentang risiko joki terhadap kompetensi serta integritas akademik.

Gagasan itu dikembangkan melalui karya poster digital pendidikan berjudul “Cuan Dikorbankan, Integritas Dihancurkan” yang mengantarkan Tim Manjur menjadi salah satu finalis Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2026 pada Divisi Poster Digital Pendidikan.

Tim mengangkat persoalan joki tugas yang mencakup pengerjaan makalah, presentasi, artikel ilmiah, hingga skripsi oleh pihak lain dengan imbalan tertentu.

Ketua Tim Manjur, Nabila Dwi Wahyu Santoso, mengatakan praktik tersebut kerap dipilih sebagai jalan pintas untuk menyelesaikan tuntutan akademik. Padahal, mahasiswa berisiko kehilangan kesempatan untuk melatih kemampuan berpikir, menyusun argumen, dan mempertanggungjawabkan hasil pekerjaannya sendiri.

“Mahasiswa sering kali memilih jalan pintas karena ingin mendapatkan hasil secara instan. Padahal, ketika tugas dikerjakan oleh orang lain, proses belajar yang seharusnya mereka jalani menjadi terabaikan,” ujar Nabila.

Urgensi kampanye ini turut didukung data survei yang digunakan tim dalam penyusunan karya. Berdasarkan Survei Penilaian Integritas Pendidikan 2026 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sebagaimana dirujuk dalam kajian tim, sebanyak 43 persen responden menyebut masih adanya praktik joki dalam pengerjaan tugas akhir atau skripsi.

Dalam survei awal yang dilakukan, ditemui sebanyak 84,6 persen responden mengaku mengetahui mahasiswa di sekitar mereka yang menggunakan jasa joki tugas. Sebanyak 81 persen responden juga menilai praktik tersebut cukup sering hingga sangat sering terjadi di lingkungan kampus.

Untuk memperluas jangkauan kampanye, diterapkanlah strategi SATU, yakni Sebarkan, Ajak, Temui, dan Kukuhkan. Tahap Sebarkan dilakukan melalui konten edukasi di Instagram dan YouTube, termasuk sesi tanya jawab serta podcast bersama dosen. Pada tahap Ajak, tim menggandeng organisasi mahasiswa untuk memperluas dukungan terhadap gerakan antijoki.

Tahap Temui diwujudkan melalui sosialisasi di sejumlah perguruan tinggi, antara lain Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, dan Unesa. Adapun tahap Kukuhkan dilakukan melalui deklarasi dan penandatanganan komitmen menolak penggunaan jasa joki tugas.

Tim juga menggunakan evaluasi pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman peserta setelah mengikuti edukasi. Poster yang dikembangkan turut melalui validasi ahli desain sebelum digunakan sebagai media kampanye.

“Harapan kami, amanah yang telah diberikan Allah dapat terus membawa manfaat bagi banyak orang, khususnya mahasiswa sebagai agent of change. Kami ingin gerakan integritas ini terus disebarluaskan agar semakin banyak mahasiswa berani menolak praktik joki dan menjunjung tinggi kejujuran dalam proses akademik,” ungkap Nabila.

Tentang Penulis
  • VP
    Viana Putri Aisyah

    Tim Manjur LIDM 2026 Universitas Negeri Surabaya

Artikel ini merupakan tulisan kontribusi. Isi dan pendapat sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mencerminkan sikap redaksi Runtut.com.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Kolaborasi Dosen Hukum Unesa dan Komnas Perempuan Launching Buku tentang Peran Perempuan dalam Mitigasi Bencana
Riset dan Inovasi

Kolaborasi Dosen Hukum Unesa dan Komnas Perempuan Launching Buku tentang Peran Perempuan dalam Mitigasi Bencana

Dosen Hukum Unesa bersama Kemenko PMK dan Komnas Perempuan meluncurkan buku dan rekomendasi kebijakan untuk memperkuat peran perempuan dalam mitigasi bencana.

Rachmaddani Rizki Saputra· 2 hari lalu
Dukung Efisiensi UMKM Kuliner, Mahasiswa Vokasi UB Raih Pendanaan Springboard 2026
Riset dan Inovasi

Dukung Efisiensi UMKM Kuliner, Mahasiswa Vokasi UB Raih Pendanaan Springboard 2026

Membawakan inovasi mesin kuliner, Empat mahasiswa UB lolos pendanaan Springboard Vokasi 2026

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu
Solusi Limbah Program Makan Bergizi Gratis: BioShredder Karya Mahasiswa Polman Bandung
Riset dan Inovasi

Solusi Limbah Program Makan Bergizi Gratis: BioShredder Karya Mahasiswa Polman Bandung

Delegasi mahasiswa Politeknik Manufaktur Bandung berhasil mendapatkan juara harapan 1 di KMI Expo 2026 lewat inovasi Mesin BioShredder

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu
Dari P2MW ke KMI Expo 2026: PRONUTS UPNVJ Angkat Potensi Pangan Lokal Lewat Donat Kacang Bambara
Riset dan Inovasi

Dari P2MW ke KMI Expo 2026: PRONUTS UPNVJ Angkat Potensi Pangan Lokal Lewat Donat Kacang Bambara

PRONUTS, "Protein Donat" berbahan dasar tepung kacang bambara karya mahasiswa UPNVJ, hadir menjawab kebutuhan camilan seha lolos KMI Expo 2026

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu
Baterai yang Bisa Bicara, Karya Dosen dan Mahasiswa ITS
Riset dan Inovasi

Baterai yang Bisa Bicara, Karya Dosen dan Mahasiswa ITS

ITS mengembangkan BMSense, baterai cerdas LiPo Graphene yang tegangan tiap sel, arus, dan suhunya bisa dipantau real-time. Tim: dosen, mahasiswa, dan industri.

Tegar Herlambang· 2 minggu lalu
Dua Alat Skrining Tanpa Jarum Buatan Mahasiswa UGM
Riset dan Inovasi

Dua Alat Skrining Tanpa Jarum Buatan Mahasiswa UGM

Mahasiswa UGM mengembangkan NeumaScope untuk skrining pneumonia balita dan Glicovia untuk prediabetes lewat air liur. Inilah cara kerja dan batasannya.

Tegar Herlambang· 2 minggu lalu