Runtut.com

Dua Alat Skrining Tanpa Jarum Buatan Mahasiswa UGM

Mahasiswa UGM mengembangkan NeumaScope untuk skrining pneumonia balita dan Glicovia untuk prediabetes lewat air liur. Inilah cara kerja dan batasannya.

2 menit baca
4
Dua Alat Skrining Tanpa Jarum Buatan Mahasiswa UGM
Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada melalui Program Kreativitas Mahasiswa Karya Cipta (PKM-KC) — Dok. ugm.ac.id

Pemeriksaan penyakit identik dengan jarum, darah, atau rontgen. Dua tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada mencoba jalan lain lewat Program Kreativitas Mahasiswa Karya Cipta (PKM-KC) 2026. Satu mendengarkan paru-paru balita, satu lagi membaca air liur.

NeumaScope, mendengar paru dengan sensor

Menurut rilis UGM, NeumaScope merupakan alat skrining dini pneumonia noninvasif berbasis multimodal yang memadukan akustik paru, laju respirasi, distribusi termal, dan kecerdasan buatan. Ketua timnya, M. Galih Lensrich dari Teknik Fisika, bersama empat mahasiswa lintas disiplin, ingin alat ini bisa dipakai di fasilitas kesehatan primer tanpa bergantung pada rumah sakit besar.

VIVA Jogja menjelaskan bahwa data dari tiga parameter, yaitu suara paru, laju respirasi, dan suhu tubuh, diolah dengan algoritma Random Forest berbasis pembelajaran mesin. Alatnya terhubung ke aplikasi seluler berbasis Flutter lewat Bluetooth Low Energy.

Galih menegaskan NeumaScope bukan pengganti diagnosis dokter. Alat ini dikembangkan sebagai pendukung skrining awal untuk mengenali kondisi yang perlu pemeriksaan lanjutan, dan hasilnya masih bersifat indikatif.

Glicovia, membaca prediabetes dari air liur

Glicovia dikembangkan empat mahasiswa UGM lintas fakultas, yaitu Alya Ramadhani sebagai ketua, Naefi Luthfia Zahra, dan Emmily Martha Renaunia dari Fakultas Kedokteran Gigi, bersama Hendra Kurnia Maliqi dari Fakultas Teknik. Menurut laman FKG UGM, perangkat ini berbasis saliva dan memadukan sensor elektrokimia, kecerdasan buatan, dan Internet of Things.

Tim telah menyelesaikan perancangan sistem, pengembangan sensor, integrasi IoT, serta model kecerdasan buatan Support Vector Machine. Dengan pendanaan PKM-KC 2026, mereka menargetkan Glicovia melaju hingga Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) dan berkembang menjadi perangkat skrining yang praktis, akurat, dan mudah diakses.

Yang sudah dan yang belum

Kedua alat berada pada tahap prototipe. Dalam sumber yang saya baca, belum ada angka akurasi atau hasil uji klinis yang dilaporkan, dan kata "akurat" pada Glicovia masih berupa target. Itu wajar untuk tahap awal. Tetapi alat kesehatan baru bisa dipercaya setelah diuji pada banyak pasien, dibandingkan dengan pemeriksaan standar, dan lolos regulasi.

Kelebihan yang tampak jelas adalah kerja lintas disiplin. Tim NeumaScope menggabungkan fisika dan teknik, sedangkan Glicovia mempertemukan kedokteran gigi dengan teknik. Persoalan kesehatan ternyata sering baru bisa dijawab ketika dua dunia yang jarang bertemu duduk di meja yang sama.

Mengapa layak diikuti

Pneumonia dan diabetes sama-sama penyakit yang paling tertolong bila terdeteksi lebih awal. Dua tim ini belum menjawab semuanya, tetapi arah yang mereka pilih, yaitu skrining yang sederhana, murah, dan bisa dipakai di layanan primer, adalah arah yang sedang dibutuhkan.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Borong Prestasi Nasional, FKM Unhas Raih Juara Umum 5th IPHO di Universitas Indonesia
Riset dan Inovasi

Borong Prestasi Nasional, FKM Unhas Raih Juara Umum 5th IPHO di Universitas Indonesia

FKM Unhas meraih Juara Umum 5th IPHO di Universitas Indonesia pada 28–30 Oktober 2026, disertai sejumlah penghargaan di berbagai kategori.

Ferdian Trikusuma· 1 hari lalu
Tim Mahasiswa Unesa Kampanyekan Jaga Integritas Akademik lewat Gerakan Antijoki
Riset dan Inovasi

Tim Mahasiswa Unesa Kampanyekan Jaga Integritas Akademik lewat Gerakan Antijoki

Tim Manjur Unesa menjadi finalis LIDM 2026 melalui inovasi Poster Digital Pendidikan bertajuk “Cuan Dikorbankan, Integritas Dihancurkan”.

Viana Putri Aisyah· 2 hari lalu
Kolaborasi Dosen Hukum Unesa dan Komnas Perempuan Launching Buku tentang Peran Perempuan dalam Mitigasi Bencana
Riset dan Inovasi

Kolaborasi Dosen Hukum Unesa dan Komnas Perempuan Launching Buku tentang Peran Perempuan dalam Mitigasi Bencana

Dosen Hukum Unesa bersama Kemenko PMK dan Komnas Perempuan meluncurkan buku dan rekomendasi kebijakan untuk memperkuat peran perempuan dalam mitigasi bencana.

Rachmaddani Rizki Saputra· 5 hari lalu
Dukung Efisiensi UMKM Kuliner, Mahasiswa Vokasi UB Raih Pendanaan Springboard 2026
Riset dan Inovasi

Dukung Efisiensi UMKM Kuliner, Mahasiswa Vokasi UB Raih Pendanaan Springboard 2026

Membawakan inovasi mesin kuliner, Empat mahasiswa UB lolos pendanaan Springboard Vokasi 2026

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu
Solusi Limbah Program Makan Bergizi Gratis: BioShredder Karya Mahasiswa Polman Bandung
Riset dan Inovasi

Solusi Limbah Program Makan Bergizi Gratis: BioShredder Karya Mahasiswa Polman Bandung

Delegasi mahasiswa Politeknik Manufaktur Bandung berhasil mendapatkan juara harapan 1 di KMI Expo 2026 lewat inovasi Mesin BioShredder

Ferdian Trikusuma· 2 minggu lalu
Dari P2MW ke KMI Expo 2026: PRONUTS UPNVJ Angkat Potensi Pangan Lokal Lewat Donat Kacang Bambara
Riset dan Inovasi

Dari P2MW ke KMI Expo 2026: PRONUTS UPNVJ Angkat Potensi Pangan Lokal Lewat Donat Kacang Bambara

PRONUTS, "Protein Donat" berbahan dasar tepung kacang bambara karya mahasiswa UPNVJ, hadir menjawab kebutuhan camilan seha lolos KMI Expo 2026

Ferdian Trikusuma· 2 minggu lalu