Pangandaran – Kuliah Kerja Nyata International Student Community Engagement (KKN ISCE) 2026 adalah wadah pengabdian nyata bagi mahasiswa lintas perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh Konsorsium Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS-PTN) Wilayah Barat. Kegiatan ini tidak hanya membagikan cerita tentang kekayaan SARA di Indonesia, tetapi juga membawanya ke jenjang internasional. Di sini, saya menceritakan dan menjadikan tulisan ini sebagai bukti rekam jejak saya sebagai salah satu delegasi terpilih dari Universitas Riau pada kegiatan pengabdian di Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran.
Mengenal KKN ISCE 2026: Wadah Pengabdian Mahasiswa Lintas Negara
Kuliah Kerja Nyata International Student Community Engagement (KKN ISCE) merupakan program pengabdian masyarakat berskala internasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri di bawah naungan BKS-PTN Wilayah Barat serta mahasiswa mancanegara. Program ini dirancang untuk melatih kepemimpinan, kolaborasi lintas budaya, serta pemecahan masalah nyata di tengah masyarakat.
Pada tahun 2026, KKN ISCE dilaksanakan di dua kabupaten di Jawa Barat, yaitu Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Tasikmalaya, dengan co-host utama Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung dan Universitas Siliwangi (Unsil). Mengusung tema besar “Inclusive Smart Tourism and Creative Economy through Arts and Cultural Empowerment for SDGs“. yang berfokus pada isu-isu strategis seperti pariwisata cerdas (smart tourism), ekonomi kreatif, pemajuan seni budaya, serta pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Kegiatan ini berlangsung secara serentak pada 22 Juli – 24 Agustus 2026 selama 34 hari penuh. Universitas Riau sendiri menyaring para mahasiswanya melalui serangkaian tahapan seleksi sebelum melepaskan mereka sebagai delegasi resmi, salah satunya adalah kemampuan berbahasa inggris. Pembukaan resmi digelar pada 22 Juli 2026 di kampus Universitas Siliwangi, Kota Tasikmalaya, yang menjadi momen pertama seluruh peserta dari berbagai daerah dan latar belakang saling bertukar sapa dan memulai perjalanan kolaborasi.
Seluruh peserta KKN ISCE 2026 terbagi ke dalam puluhan kelompok yang tersebar di wilayah Pangandaran dan Tasikmalaya. Kampus-kampus di Indonesia seperti Universitas Riau, ISBI Bandung, ISBI Aceh, IPB University, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Universitas Andalas, Universitas Siliwangi serta berbagai universitas anggota BKS-PTN Barat turut hadir mengirimkan mahasiswa terbaiknya. Ditambah lagi dengan keterlibatan mahasiswa internasional dari berbagai negara sahabat seperti Thailand, Malaysia, Pakistan dan lainnya, program ini menjadi arena pertukaran budaya yang sangat hidup.
Di Bawah Cakrawala Batukaras: Perjumpaan Rasa dan Budaya
Dari delegasi Universitas Riau, kami ditempatkan di tiga desa yang berbeda yaitu Desa Sukaresik dan Desa Batukaras di Kabupaten Pangandaran, serta Desa Cikalong di Kabupaten Tasikmalaya. Penulis sendiri mendapat kehormatan untuk mengabdi di Desa Batukaras, sebuah bentang alam elok dengan suguhan cakrawala nila dan ombak pesisirnya yang legendaris.
Desa Batukaras dikenal secara global sebagai surga destinasi wisata bahari dan olahraga selancar (surfing). Kendati dikelilingi latar belakang budaya dan asal daerah peserta yang beragam di dalam kelompok nasional ini, semangat kebersamaan melintasi batasan geografis tersebut.
Menariknya, pada bulan yang sama, pengabdian di Desa Batukaras tidak hanya dijalankan oleh tim KKN ISCE 2026. Ada tiga kelompok KKN lainnya yang turut mengabdi bersamaan, yaitu dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan UIN Saizu Purwokerto. Kehadiran berbagai tim ini tidak memicu sekat, melainkan melahirkan ruang kolaborasi dan bertukar gagasan karena kami mengusung visi tunggal yang sejalan yaitu memberikan dampak positif terbaik bagi kemajuan Desa Batukaras.
Merajut Cerita lewat Karya: 34 Hari Pengabdian Nyata
Selama 34 hari masa pengabdian, tercatat berbagai program kerja individu maupun kelompok yang berhasil direalisasikan. Namun pada artikel ini akan penulis deskripsikan 4 Program Kerja Utama dan 1 Kegiatan Besar yang kami jalankan dan hadiri:
Pengubahan & Aransemen Ulang Lagu Karatagan
Kami merancang dan menyusun kembali musik lagu daerah Karatagan khas desa. Lagu ini kemudian dilatih dan dinyanyikan langsung oleh ibu-ibu PKK Desa Batukaras, hingga akhirnya ditampilkan secara memukau dalam panggung EXPO KKN ISCE 2026 dan ISBI BANDUNG 2026. Tak hanya itu, kami juga memproduksi Music Video resmi sebagai dokumentasi karya seni tersebut.
Link terkait: youtube.com/watch?v=KxXvQ0onls8&feature=youtu.be
Penelusuran Sejarah Sembah Agung
Pada kegiatan ini kami melakukan riset dan penelusuran sejarah lokal sosok Sembah Agung yang disucikan di Batukaras. Hasilnya dituangkan dalam pembaruan artikel Wikipedia serta penulisan narasi sejarah yang ditempatkan langsung di titik lokasi wisata bersejarah. Kegiatan penelusuran ini turut didokumentasikan dalam bentuk video edukatif.
Link terkait: https://youtu.be/wpM8kBg6cdA
Pengembangan Bank Sampah Desa
Sebagai bentuk keberlanjutan pengabdian, kami melanjutkan dan menyempurnakan program kerja Bank Sampah yang diinisiasi oleh KKN UGM. Program ini difokuskan pada pemilahan sampah warga dan pengelolaan lingkungan pesisir berbasis partisipasi masyarakat. Memanfaatkan barang bekas dan juga bekerja sama dengan masyarakat desa, program ini berjalan dengan semestinya.
Pembuatan Film Dokumenter Fiksi (After Movie)
Bukan sekadar penutupan biasa, kami mengemas pertanggungjawaban visual 30 hari KKN dalam bentuk film fiksi pendek. Selama prosesnya, kami menerapkan kaidah sinematografi profesional, mulai dari blocking, penyusunan call sheet, hingga proses pengambilan gambar bertema pengabdian di Batukaras ataupun keseharian di posko kecil kami. Film ini juga ditampilkan di EXPO KKN ISCE 2026 dan ISBI BANDUNG 2026.
Link terkait: https://youtu.be/J6kIi4K-WgU
Dukungan & Partisipasi di Batukaras Surf Festival 2026
Dalam perhelatan festival tahunan ini, dua anggota kelompok kami dipercaya untuk tampil di panggung utama. Kami juga memanfaatkan momen festival untuk mempromosikan serta memberdayakan kerajinan seni ukir kayu lokal karya Pak Engkos dan Pak Awang. Selain itu, kami turut memeriahkan pagelaran Tari Ronggeng, Wayang Golek, serta Lomba Nasi Liwet antardusun.
The 4th ISCE 2027 Estafet Pengabdian Menuju UMRAH 2027
Perjalanan pengabdian KKN ISCE 2026 di Kabupaten Pangandaran dan Tasikmalaya melahirkan banyak catatan berharga dan dampak nyata bagi masyarakat pesisir. Estafet kepemimpinan dan pengabdian antar-perguruan tinggi ini dipastikan akan terus berlanjut.
Pada tahun berikutnya, KKN ISCE 2027 yaitu The 4th ISCE dijadwalkan akan dilaksanakan dengan tuan rumah Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) di Kepulauan Riau. Mengusung tema kemaritiman yang erat dengan Kepulauan Riau. KKN ISCE 2027 siap membawa semangat kolaborasi mahasiswa nasional dan internasional ke gerbang kemaritiman Indonesia.
Artikel ini tidak hanya sebagai kenangan visual dan dokumentasi perjalanan semata, tetapi juga sebagai refleksi atas kontribusi nyata yang telah diberikan. Menjadi bukti bahwa keterbatasan geografis dan perbedaan budaya bukanlah penghalang untuk menyatukan langkah demi mengabdi pada masyarakat.







