Runtut.com

IPNU-IPPNU Mojokerto Bentuk 9 Komisariat Pendidikan, 500 Pelajar dan Mahasiswa Dikukuhkan

IPNU-IPPNU Mojokerto memperkuat kaderisasi pelajar melalui pembentukan sembilan komisariat pendidikan di Yayasan Nurul Islam.

2 menit baca
75
Runtut.com
Ratusan pelajar dan mahasiswa Yayasan Nurul Islam mengikuti Pelantikan Akbar dan Makesta IPNU-IPPNU Kabupaten Mojokerto yang mengukuhkan sembilan Pimpinan Komisariat di berbagai jenjang pendidikan. — Tim Media PC IPNU-IPPNU Kab. Mojokerto

JAWA TIMUR — Sebanyak 500 pelajar dan mahasiswa dari sembilan unit pendidikan Yayasan Nurul Islam Mojokerto resmi dikukuhkan sebagai pengurus Pimpinan Komisariat (PK) IPNU-IPPNU dalam agenda Pelantikan Akbar dan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) pada Sabtu (12/9/2026).

Pembentukan struktur organisasi secara serentak di satu kawasan pendidikan tersebut menjadi langkah penguatan kaderisasi pelajar Nahdlatul Ulama di lingkungan pendidikan formal.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) Nurul Islam 2 itu melibatkan sembilan lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Nurul Islam. Unit tersebut meliputi MTs 1, MTs 2, SMP 1 UBQ, SMP 2 Trans Sains, MA 1, MA 2 Addauliyah, SMA Global School, SMK UBP, serta Institut Nurul Islam.

Pembentukan sembilan PK tersebut mencakup jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Skema ini menjadi upaya memperluas ruang kaderisasi IPNU-IPPNU melalui jalur pendidikan formal, dengan menempatkan pelajar dan mahasiswa sebagai bagian dari penggerak organisasi di lingkungan masing-masing.

Pengasuh Utama Yayasan Nurul Islam, Ahmad Siddiq, menyambut pembentukan struktur komisariat tersebut. Menurutnya, organisasi pelajar memiliki peran dalam membangun karakter generasi muda melalui penguatan kapasitas intelektual, kemandirian, dan nilai-nilai akhlak.

“Wadah organisasi seperti ini penting untuk memberikan ruang kepada generasi muda agar mampu berkembang secara seimbang, baik dalam bidang akademik, keterampilan, maupun pembentukan karakter,” ujarnya.

Runtut.com
Pengurus IPNU-IPPNU Kabupaten Mojokerto menyampaikan arahan dalam agenda Pelantikan Akbar dan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) Pimpinan Komisariat Nurul Islam. — Tim Media PC IPNU-IPPNU Kab. Mojokerto

Ketua PC IPNU Kabupaten Mojokerto, Yus Sahril Shobirin, bersama Ketua PC IPPNU Kabupaten Mojokerto, Ayunin Uswatun Chasanah, menyampaikan bahwa pembentukan sembilan PK tersebut melalui proses kajian dan koordinasi bersama pihak terkait. Langkah itu dilakukan untuk memastikan keberadaan komisariat mampu berjalan sesuai kebutuhan pelajar di masing-masing lembaga.

Setelah pelantikan, kepengurusan baru di setiap komisariat diarahkan untuk menyusun program kerja yang berfokus pada pengembangan literasi, kepemimpinan, serta peningkatan kapasitas anggota.

Program tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan potensi organisasi sekaligus memperkuat budaya belajar di lingkungan sekolah dan kampus.

Keterlibatan ratusan pelajar dan mahasiswa dalam satu agenda kaderisasi menjadi salah satu model pengembangan struktur organisasi berbasis lembaga pendidikan. Pola pembentukan komisariat secara terpadu ini dapat menjadi referensi bagi wilayah lain dalam memperluas jangkauan kaderisasi IPNU-IPPNU, dengan tetap menyesuaikan karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah.

Melalui pembentukan sembilan komisariat tersebut, IPNU-IPPNU Kabupaten Mojokerto menargetkan adanya kesinambungan kaderisasi dari tingkat pendidikan menengah hingga perguruan tinggi.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Stella Christie: Tiga Strategi Pendidikan Tinggi Bertahan di Era AI
Pendidikan

Stella Christie: Tiga Strategi Pendidikan Tinggi Bertahan di Era AI

"Di era AI, bagaimana pendidikan tinggi bisa bertahan? Menyeragamkan satu prodi AI-ology atau tidak menggunakan AI sama sekali? Kita harus mencari modus baru."

Andini Putri Lestari· 3 hari lalu
Mendiktisaintek Minta Perguruan Tinggi Gabungkan Prodi Demi Ringankan Administrasi
Pendidikan

Mendiktisaintek Minta Perguruan Tinggi Gabungkan Prodi Demi Ringankan Administrasi

Mendiktisaintek dorong perguruan tinggi gabungkan prodi demi hemat biaya akreditasi & efisiensi administrasi. Simak arahan resminya di KONASPI XII Bali.

Mila Nabilah· 1 minggu lalu
Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mencegah Perundungan Sejak Dini
Pendidikan

Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mencegah Perundungan Sejak Dini

Kebiasaan mengejek dengan nama orang tua di sekolah dasar menyoroti pentingnya kebijakan kepala sekolah, pembinaan karakter, dan pencegahan perundungan.

Erika Dewi Agustin· 1 minggu lalu
Sekolah Hancur Akibat Gempa Flores, Anak-Anak Kumpulkan Sisa Buku di Reruntuhan
Pendidikan

Sekolah Hancur Akibat Gempa Flores, Anak-Anak Kumpulkan Sisa Buku di Reruntuhan

Bencana gempa bumi di Flores menghancurkan gedung sekolah. Anak-anak terpaksa mengais sisa buku pelajaran di tengah reruntuhan untuk tetap belajar.

Maya Sintasari· 1 minggu lalu
Bukan Malas, Mungkin Kamu Sedang Burnout karena Kuliah
Pendidikan

Bukan Malas, Mungkin Kamu Sedang Burnout karena Kuliah

Lelah dan kehilangan semangat kuliah belum tentu malas. Kenali tanda, pemicu, dan cara mengatasi burnout secara realistis bagi mahasiswa.

Rayda Iskandar· 2 minggu lalu
Kenapa Barang Impor Bisa Jadi Lebih Mahal? Mengenal Tarif Perdagangan
Pendidikan

Kenapa Barang Impor Bisa Jadi Lebih Mahal? Mengenal Tarif Perdagangan

Tarif perdagangan membatasi barang impor untuk melindungi produk lokal, tetapi dapat membuat harga barang naik dan memengaruhi konsumen serta perdagan

Athia Aulia· 2 minggu lalu