Runtut.com

Harlah ke-27 PC PMII Mojokerto Bahas Peran Pemuda Merawat Tradisi melalui Sinau Bareng Mas Sabrang

PC PMII Mojokerto menggelar Sinau Bareng Mas Sabrang dalam malam puncak harlah ke-27 dengan tema Merawat Tradisi untuk Negeri.

2 menit baca
20
Runtut.com
Peserta mengikuti sesi diskusi Sinau Bareng Mas Sabrang dalam rangkaian malam puncak Harlah ke-27 PC PMII Mojokerto. — You Tube/@Wika TV

RUNTUT.COM - Malam puncak Hari Lahir (Harlah) ke-27 Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Mojokerto diisi dengan diskusi reflektif bersama Sabrang Mowo Damar Panuluh atau yang dikenal sebagai Mas Sabrang.

Melalui sesi bertajuk “Sinau Bareng Mas Sabrang”, peserta diajak membahas makna tradisi, pola berpikir kritis, serta peran pemuda dalam menghadapi persoalan sosial.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (28/9/2026) di Halaman Pujasera Desa Medali, Mojokerto. Diskusi mengangkat tema besar “Merawat Tradisi untuk Negeri” dengan pendekatan dialogis yang menggabungkan perspektif filsafat sosial, kebudayaan, dan logika berpikir.

Dalam forum tersebut, vokalis band Letto itu membahas pentingnya memahami tradisi bukan sekadar sebagai bentuk atau simbol yang diwariskan secara turun-temurun. Menurutnya, tradisi memiliki nilai dasar yang menjadi inti dari keberadaannya sehingga perlu dipahami sesuai konteks perkembangan zaman.

Tradisi, dalam pembahasan tersebut, dipandang sebagai bagian dari proses adaptasi sosial dan budaya. Perubahan zaman tidak selalu harus dimaknai sebagai ancaman terhadap tradisi, melainkan menjadi ruang untuk mengkaji kembali nilai yang terkandung di dalamnya agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Selain membahas tradisi, diskusi juga menyoroti posisi pemuda dan mahasiswa dalam kehidupan berbangsa. Mas Sabrang mengajak kader PMII untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, terutama dalam memahami berbagai informasi dan persoalan yang berkembang di masyarakat.

Menurut putra Emha Ainun Nadjib itu, kemampuan mengolah informasi menjadi bagian penting bagi mahasiswa pergerakan. Proses memahami suatu masalah perlu dilakukan melalui analisis yang jernih agar seseorang mampu melihat persoalan secara lebih utuh sebelum menentukan sikap.

Sesi “Sinau Bareng” berlangsung secara interaktif melalui dialog antara Mas Sabrang dan para peserta. Sejumlah kader PMII dan masyarakat sekitar diberikan ruang untuk menyampaikan pertanyaan, pandangan, serta pengalaman terkait berbagai isu yang berkaitan dengan kehidupan pemuda.

Sejumlah topik yang dibahas dalam diskusi mencakup pencarian identitas generasi muda, persoalan sosial kemasyarakatan, dinamika kehidupan berbangsa, hingga hubungan antara ilmu pengetahuan dan nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Diskusi bersama Mas Sabrang juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk melihat tradisi dari sudut pandang yang lebih luas. Bahwa tradisi tidak hanya dipahami sebagai warisan masa lalu, tetapi sebagai nilai yang dapat menjadi bahan pembelajaran dalam menghadapi tantangan sosial di masa kini.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Mendiktisaintek Minta Perguruan Tinggi Gabungkan Prodi Demi Ringankan Administrasi
Pendidikan

Mendiktisaintek Minta Perguruan Tinggi Gabungkan Prodi Demi Ringankan Administrasi

Mendiktisaintek dorong perguruan tinggi gabungkan prodi demi hemat biaya akreditasi & efisiensi administrasi. Simak arahan resminya di KONASPI XII Bali.

Mila Nabilah· 4 hari lalu
Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mencegah Perundungan Sejak Dini
Pendidikan

Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mencegah Perundungan Sejak Dini

Kebiasaan mengejek dengan nama orang tua di sekolah dasar menyoroti pentingnya kebijakan kepala sekolah, pembinaan karakter, dan pencegahan perundungan.

Erika Dewi Agustin· 1 minggu lalu
Sekolah Hancur Akibat Gempa Flores, Anak-Anak Kumpulkan Sisa Buku di Reruntuhan
Pendidikan

Sekolah Hancur Akibat Gempa Flores, Anak-Anak Kumpulkan Sisa Buku di Reruntuhan

Bencana gempa bumi di Flores menghancurkan gedung sekolah. Anak-anak terpaksa mengais sisa buku pelajaran di tengah reruntuhan untuk tetap belajar.

Maya Sintasari· 1 minggu lalu
Bukan Malas, Mungkin Kamu Sedang Burnout karena Kuliah
Pendidikan

Bukan Malas, Mungkin Kamu Sedang Burnout karena Kuliah

Lelah dan kehilangan semangat kuliah belum tentu malas. Kenali tanda, pemicu, dan cara mengatasi burnout secara realistis bagi mahasiswa.

Rayda Iskandar· 1 minggu lalu
Kenapa Barang Impor Bisa Jadi Lebih Mahal? Mengenal Tarif Perdagangan
Pendidikan

Kenapa Barang Impor Bisa Jadi Lebih Mahal? Mengenal Tarif Perdagangan

Tarif perdagangan membatasi barang impor untuk melindungi produk lokal, tetapi dapat membuat harga barang naik dan memengaruhi konsumen serta perdagan

Athia Aulia· 2 minggu lalu
Tim Dosen UPN “Veteran” Jawa Timur Gelar Empowering Community Program di Desa Segoro Tambak.
Pendidikan

Tim Dosen UPN “Veteran” Jawa Timur Gelar Empowering Community Program di Desa Segoro Tambak.

Tim dosen UPN “Veteran” Jatim menggelar Empowering Community Program untuk memperkuat administrasi, organisasi, dan PKK di Desa Segoro Tambak.

Evi Silvia Melina, S.AP., MPA· 2 minggu lalu