RUNTUT.COM - Hubungan dekat tanpa status atau yang kini populer disebut situationship menjadi fenomena yang banyak ditemui dalam kehidupan relasi anak muda. Berbeda dengan hubungan pacaran yang memiliki komitmen jelas, situationship berjalan tanpa kepastian arah hubungan. Kondisi ini kemudian diteliti untuk melihat bagaimana pengaruhnya terhadap kondisi psikologis seseorang.

Penelitian berjudul Development of the Situationship Scale (SHTS): Measuring the Psychological Impact of Statusless Relationships mengembangkan alat ukur bernama Situationship Scale (SHTS) untuk mengetahui tingkat keterlibatan individu dalam hubungan tanpa status serta dampak psikologis dan sosial yang berkaitan. Studi ini melibatkan 200 remaja berusia 13 tahun ke atas yang belum menikah melalui kuesioner daring.

Runtut.com
Blueprint instrumen pengukuran hubungan tanpa status dalam bahasa Indonesia, menampilkan komponen, item, dan korelasi tiap pernyataan. — Indonesia Journal of Sport and Health Pyschology

Dalam kehidupan sehari-hari, situationship sering terlihat seperti hubungan romantis. Dua orang bisa saling memberi perhatian, sering berkomunikasi, atau memiliki kedekatan emosional, tetapi tidak memiliki kesepakatan mengenai status hubungan.

Penelitian ini menjelaskan bahwa kondisi ini berada di antara hubungan pertemanan dan hubungan romantis karena tidak memiliki label maupun komitmen yang pasti.

Fenomena ini menjadi perhatian karena ketidakjelasan dalam hubungan dapat memunculkan berbagai pengalaman emosional. Peneliti mengidentifikasi beberapa aspek yang berkaitan dengan situationship, mulai dari rasa bingung terhadap arah hubungan, tekanan emosional, gangguan dalam pola pikir, kebutuhan akan kedekatan fisik, hingga perbedaan harapan antara dua individu.

Melalui penelitian tersebut, peneliti menyusun SHTS dengan sejumlah indikator untuk mengukur kondisi hubungan tanpa status secara lebih terstruktur. Hasil pengujian menunjukkan alat ukur ini memiliki tingkat reliabilitas tinggi dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,913.

Runtut.com
Tabel kategorisasi skala hubungan tanpa status berdasarkan nilai X, menampilkan tingkat rendah, sedang, dan tinggi beserta interpretasinya. — Indonesia Journal of Sport and Health Psychology

Sementara itu, uji validitas isi menggunakan Aiken’s V menghasilkan nilai rata-rata 0,81 yang menunjukkan instrumen tersebut memiliki kesesuaian yang baik dalam mengukur fenomena situationship.

Peneliti menyebut keberadaan SHTS dapat membantu pengembangan kajian psikologi terkait hubungan interpersonal. Instrumen tersebut juga berpotensi digunakan untuk memahami kondisi individu yang mengalami ketidakpastian emosional dalam hubungan tanpa status.

Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan karena responden yang digunakan belum mewakili seluruh kelompok masyarakat. Peneliti merekomendasikan penelitian lanjutan dengan jumlah dan latar belakang responden yang lebih beragam agar hasil pengukuran dapat diterapkan secara lebih luas.

Meski memiliki hasil pengujian yang baik, penelitian ini menemukan beberapa pertanyaan dalam instrumen yang masih perlu diperbaiki. Beberapa item memiliki nilai korelasi rendah sehingga peneliti menyarankan adanya penyempurnaan agar alat ukur dapat menggambarkan tingkat keterlibatan seseorang dalam hubungan tanpa status secara lebih tepat.

Melalui penelitian ini, pengembangan alat ukur tersebut menjadi upaya untuk memahami bagaimana ketidakjelasan dalam sebuah hubungan dapat memengaruhi pengalaman emosional dan psikologis seseorang.

Referensi:

Al Fattah, Faaruq, et al. "Development of the Situationship Scale (SHTS): Measuring the Psychological Impact of Statusless Relationships." Indonesian Journal of Sports and Health Psychology 1.02 (2025): 66-74.