Batang – Sebanyak 103 siswa kelas IX SMPN 2 Kandeman mengikuti kegiatan psikoedukasi bertema “Remaja Berdaya: Membangun Karakter Anak dan Remaja melalui Edukasi Menuju Generasi Berencana, Sehat, dan Aman” yang diselenggarakan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro di Aula SMPN 2 Kandeman pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

Salah satu program kerja dalam kegiatan tersebut adalah edukasi mengenai healthy relationships yang mencakup pembahasan mengenai pernikahan dini dan kesehatan reproduksi remaja. Program ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai batasan serta tanda-tanda hubungan yang sehat.

Pada usia SMP, siswa mulai memasuki fase mengenal hubungan romantis. Namun, belum semua remaja memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengenali pola hubungan yang sehat maupun hubungan yang berpotensi toxic. Kurangnya pemahaman tersebut dapat meningkatkan risiko munculnya pola hubungan yang tidak sehat dan keputusan yang kurang tepat dalam menjalani relasi.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh mahasiswa KKN mengenai ciri-ciri hubungan yang sehat, tanda-tanda red flag dalam hubungan, pentingnya komunikasi, batasan personal (boundaries), serta dampak jangka panjang dari hubungan yang tidak sehat. Sebagai penunjang materi, panitia membagikan leaflet kepada seluruh siswa yang berisi ringkasan materi untuk dibawa pulang dan dibaca kembali.

Untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa, mahasiswa kemudian memberikan tugas membuat mind mapping berdasarkan materi yang telah disampaikan. Kegiatan tersebut menjadi salah satu cara untuk mengevaluasi pemahaman siswa sekaligus melatih kemampuan mereka dalam merangkum dan menyusun kembali informasi menggunakan bahasa sendiri.

Hasil mind mapping menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mampu menangkap poin-poin utama materi, mulai dari ciri hubungan yang sehat hingga cara bersikap ketika menghadapi tanda-tanda hubungan yang tidak sehat.

Program psikoedukasi ini dirancang berkesinambungan dengan program kerja lain dari Tim KKN II, yaitu edukasi mengenai pernikahan dini dan kesehatan reproduksi. Melalui keterkaitan kedua program tersebut, mahasiswa KKN berharap siswa SMPN 2 Kandeman dapat memahami pentingnya membangun hubungan yang sehat, mempertimbangkan kesiapan dalam mengambil keputusan terkait masa depan, serta menjaga kesehatan reproduksi sejak dini.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Undip berharap siswa dapat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai hubungan yang sehat dan mampu menerapkan komunikasi serta batasan personal dalam kehidupan sehari-hari.