"Saya ingin para pendidik memandang mitigasi bencana sebagai kebutuhan dasar, bukan beban administratif. Melalui kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat, kita dapat membangun ekosistem yang tangguh sekaligus membekali siswa dengan keterampilan hidup (life skills) yang nyata," kata Endang.

Ia menambahkan, keberhasilan program ini akan terlihat dari sejauh mana semangat "Jawa Timur Tangguh Bencana" tertanam dalam budaya sekolah sehingga mampu melindungi peserta didik dari berbagai potensi bencana.

Untuk mendukung pelaksanaan pelatihan, BPBD Jawa Timur menghadirkan narasumber dan instruktur dari berbagai lembaga, di antaranya Sekretariat Nasional (Seknas) SPAB, Ikatan Guru Indonesia (IGI), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jawa Timur, serta Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur.