Komite Sekolah Desak Aksi Nyata Berkelanjutan
Menanggapi berbagai sengkarut tersebut, jajaran Komite Sekolah menuntut adanya langkah konkret pasca-pertemuan. Pengurus Paguyuban Komite Kecamatan Pacitan, Wayan Diana, menegaskan bahwa evaluasi ini tidak boleh sekadar menjadi catatan formalitas di atas kertas tanpa ada realisasi di lapangan.
"Diskusi ini tidak boleh berhenti di belakang meja saja. Perlu adanya rencana tindak lanjut (RTL) yang jelas dan evaluasi berkala mengenai apa yang sudah dilakukan oleh berbagai pihak untuk beberapa bulan ke depan," cetus Wayan Diana.
Ketua Paguyuban Komite Kecamatan Pacitan, Suwarno, menambahkan bahwa situasi ini harus dihadapi secara kolektif dengan semangat gotong royong. "Jangan saling menyalahkan siapa-siapa, ini adalah masalah kita bersama yang harus dicarikan jalan keluar bersama," tuturnya.
Sebagai langkah taktis jangka pendek, Dinas Pendidikan Pacitan menyatakan akan segera mengambil tindakan nyata. Sekretaris Dinas Pendidikan mengonfirmasi bakal segera menggelar bimbingan teknis (Bimtek) pembelajaran mendalam bagi para guru.
Selain itu, Dindik berkomitmen memaksimalkan pemenuhan kompetensi literasi dan numerasi, mengoptimalkan supervisi kepala sekolah, melakukan tryout bersama, serta melakukan evaluasi distribusi guru di wilayah-wilayah yang selama ini kekurangan tenaga pendidik seperti di Kecamatan Nawangan dan Bandar.








