Runtut.com

Hari Raya Belasungkawa Menjelang Prafajar yang Semestinya

Berjalanlah, tak perlu tergesa-gesa untuk berlari. Sebab cinta selalu ada bagi hati yang berhati-hati.

5 menit baca
3
Runtut.com
Tentang kita dan selamanya — Pinterest/@Lilly Avila

Duhai engkau yang kita berjumpa di persimpangan kehilangan,

Tidak ada yang berubah dari perasaanku, kamu masih orangnya, dan aku masih di sini dengan hati yang tak pernah berpaling dan dengan do'a yang tak pernah membuat mulutku mengering. Aku ingin bertumbuh bersamamu dalam luka dan cinta, yang tak seorangpun harus mengganggunya.

Di semesta yang begitu luas ini, yang bahkan kiamat bisa dilakukan hari ini juga. Begitupun aku yang daripada menyerah dan menjaga jarak, akan lebih menyakitkan jika aku berdiam diri melihatmu berjalan sendirian tanpa melakukan sesuatu seperti mengawasi dari tepian.

Aku ingin terus berjuang untukmu dan bersamamu. Lebih baik bagiku untuk mencari beribu juta cara agar kamu tetap aman di sampingku dan hidup sebagai manusia yang mendapatkan cinta secara layak serta manusiawi. Silahkan jika memang ingin sejengkal jarak untuk menenangkan diri, asal jemari kelingkingmu masih menggenggam erat tanganku. Sebagaimana bayi yang tertatih saat pertama kali belajar melangkah.

Tak perlu khawatir kehilangan berat badan setelah jauh berjarak dan menenangkan pikiranmu, di ponselku telah tersedia ratusan daftar kedai makan dan jajanan favoritmu. Naiklah, penuh bensin motorku tuk antarkanmu menjelajah nikmatnya olahan daging dan cabai yang sering mendobrak usus lambungmu sebangun tidur.

Aku terima hitam putihmu, tak perlu repot menyendiri, bersandarlah di pundakku dan kali ini libatkan aku dalam proses sembuhmu. Aku pernah di situ, di posisimu. Tak usah terlalu egois, sungkan atau gengsi, terbukalah padaku tetang apapun. Telingaku masih tajam mendengar rintih isak tangismu, tanganku masih hangat untuk mendekap rapuhmu, dan mulutku tak pernah bosan menenangkan prasangkamu.

Kalau nanti ada kekurangan yang baru kita temukan setelah kita bersama, semoga kita tidak langsung mencari pelarian yang terlihat lebih mudah untuk dicintai. Dan kalau suatu hari nanti kamu menemukan lagi dan lagi bagian dalam dirimu yang ternyata masih perlu dibenahi, aku ingin memperbaikinya bukan semata-mata karena takut kehilanganmu, tetapi karena aku ingin menjadi seseorang yang pantas menemani hidupmu dengan cara yang baik.

Jadi, jika benar kamu adalah seseorang yang dikirim hidup untuk kukenal lebih jauh, aku tidak ingin sekedar mencintaimu.

Aku ingin belajar menjagamu. Tetapi tetap menjaga diriku juga.

Nanti kita benar-benar akan sampai di kehidupan yang sama, aku ingin bisa melihat ke belakang dan berkata bahwa kali ini, aku tidak mati-matian mencintai sampai kehilangan diriku sendiri.

Karena bagiku, yang membuat seseorang layak dipertahankan bukan seberapa jauh ia akan sampai tapi seberapa sungguh-sungguh ia berjalan. Aku tahu, bersamamu kamu tidak akan menjanjikan bahwa hidup kita akan baik-baik saja. Aku tahu, bahkan tidak denganmu pun, tidak akan ada yang bisa menjanjikan hal satu itu.

Aku tidak akan pernah memintamu cepat-cepat menyelesaikan hidupmu. Aku hanya berharap kali ini, orang yang bersamaku tidak memilih menyelesaikan semua itu dengan cara kehilanganku.

Ajak aku dalam prosesmu, kalau nanti akhirnya hari itu datang. Kita akan pulang ke rumah yang sama, kamu tidak harus datang dengan tangan yang penuh, tidak perlu membawa kehidupan yang sudah tertata rapi hanya agar kamu layak diterima.

Datanglah, dengan segala yang masih kamu usahakan. Kita tidak harus menyelesaikannya dalam satu malam, kalau besok sudah lebih ringan kita angkat lagi sama-sama.

Ada hari dimana ketika aku yang lebih kuat dan kamu yang sedang lelah. Lalu ada hari lain ketika tanganku lah yang kamu genggam karena aku tidak tahu harus berjalan kemana.

Begitulah seharusnya, bukan datang sebagai dua manusia yang sudah sempurna. Melainkan sebagai dua manusia yang sama-sama mau mengusahakan semua itu dan tetap memilih tinggal.

Sungguh,

Menyukaimu saja sudah membuatku jadi lebih baik, apalagi jika kelak Tuhan menyatukan kita dalam dunia yang penuh teduh dan terik.*

*[19/10/2026]🌲🥚

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua