Runtut.com

Muktamar ke-35 NU Tetapkan Ketua Umum PBNU Dipilih Melalui AHWA

Muktamar ke-35 NU menetapkan ketua umum PBNU periode 2026–2031 dipilih melalui AHWA setelah voting mengubah mekanisme pemilihan.

2 menit baca
3
Runtut.com
Petugas keamanan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama mengawal proses pengamanan kotak suar. — Instagram/@muktamarke35nu

JAWA TIMUR - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan perubahan mekanisme pemilihan ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ketua umum PBNU periode 2026–2031 nantinya dipilih melalui penunjukan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), bukan lagi melalui pemilihan langsung oleh peserta muktamar.

Keputusan tersebut diambil dalam Sidang Pleno III Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur, Minggu (30/8/2026) dini hari.

Perubahan mekanisme pemilihan itu ditetapkan setelah peserta muktamar melakukan voting terhadap dua pilihan, yakni mempertahankan mekanisme pemilihan langsung atau mengubahnya menjadi penunjukan melalui AHWA.

Berdasarkan hasil penghitungan suara, sebanyak 401 peserta memilih opsi perubahan mekanisme melalui AHWA. Sementara itu, 150 peserta memilih agar ketua umum PBNU tetap dipilih secara langsung oleh muktamirin. Terdapat satu suara yang dinyatakan tidak sah dari total suara yang masuk.

Pimpinan sidang, Muhammad Nuh, menyampaikan jumlah suara dalam proses voting telah sesuai dengan data peserta yang menggunakan hak suara. Menurut dia, hasil tersebut menjadi keputusan yang harus diterima sebagai bagian dari proses organisasi.

“Rekapannya total suaranya 552 itu sudah sesuai dengan data yang masuk. Dengan opsi A tetap 150, opsi B perubahan 401, terus yang tidak sah 1, jadi jumlahnya pas,” ujar Muhammad Nuh.

Hasil voting tersebut selanjutnya menjadi dasar pelaksanaan pemilihan ketua umum PBNU untuk masa khidmat 2026–2031. Dengan mekanisme baru ini, peserta muktamar tidak lagi memilih langsung calon ketua umum, melainkan menyerahkan proses penentuan kepada AHWA.

AHWA merupakan lembaga yang memiliki kewenangan dalam menetapkan keputusan strategis tertentu di lingkungan NU. Dalam mekanisme pemilihan ketua umum PBNU, AHWA akan berperan menentukan figur yang akan memimpin organisasi berdasarkan ketentuan hasil muktamar.

Sebelumnya, Ketua PBNU petahana Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya melalui Amin Said Husni meminta seluruh pihak menghormati hasil voting yang telah dilakukan dalam forum muktamar.

Amin mengatakan voting menjadi salah satu jalan pengambilan keputusan ketika musyawarah dan mufakat belum menemukan titik temu. Menurut dia, penggunaan suara terbanyak merupakan mekanisme yang telah dikenal dalam berbagai organisasi.

“Ketika kata sepakat itu tidak bisa dicapai, maka suara terbanyak merupakan salah satu bentuk pengambilan keputusan. Itu sesuatu yang lazim dilakukan di NU, bahkan juga sudah lazim dilakukan di organisasi-organisasi manapun,” kata Amin.

Perubahan mekanisme pemilihan ketua umum PBNU menjadi salah satu keputusan penting dalam Muktamar ke-35 NU. Keputusan tersebut akan menjadi pedoman dalam proses regenerasi kepemimpinan PBNU untuk periode mendatang.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Peringati Sumpah Pemuda, BEM UI dan Komite Sadar Suarakan "5 Perintah Rakyat" di Jakarta
Nasional

Peringati Sumpah Pemuda, BEM UI dan Komite Sadar Suarakan "5 Perintah Rakyat" di Jakarta

BEM UI dan Komite Sadar mengusung 5 Perintah Rakyat dalam aksi Sumpah Pemuda di Jakarta, menyoroti isu lingkungan, ekonomi, pendidikan, hukum, dan HAM.

Lusianti Dwi Cahyani· 1 hari lalu
KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat
Nasional

KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat

Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi milik PT ASDP terbakar saat hendak bersandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Banten. 460 jiwa dengan selamat.

Lusianti Dwi Cahyani· 1 minggu lalu
Kebakaran di Gunung Sumbing Kian Meluas, Pemadaman Api Terkendala Medan Terjal
Nasional

Kebakaran di Gunung Sumbing Kian Meluas, Pemadaman Api Terkendala Medan Terjal

Kebakaran di Gunung Sumbing makin meluas. Terjalnya medan di gunung, keterbatasan sumber air, serta sulitnya akses menjadi kendala utama yang dialami petugas.

Nurul Hidayah· 1 minggu lalu
Pemerintah Respons Aksi Greenpeace dan Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya Hidup
Nasional

Pemerintah Respons Aksi Greenpeace dan Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya Hidup

Pemerintah merespons kritik Greenpeace soal krisis iklim dan biaya hidup serta lima tuntutan mahasiswa terkait lingkungan, ekonomi, demokrasi, dan pendidikan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Demo Mahasiswa di Tugu Tani Soroti Isu Karhutla hingga Biaya Pendidikan
Nasional

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Demo Mahasiswa di Tugu Tani Soroti Isu Karhutla hingga Biaya Pendidikan

Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran diwarnai aksi mahasiswa di Jakarta suarakan lima tuntutan terkait lingkungan, ekonomi, dan pendidikan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu
Krisis Iklim dan Biaya Hidup Jadi Pesan Utama Aksi Greenpeace di Bundaran HI
Nasional

Krisis Iklim dan Biaya Hidup Jadi Pesan Utama Aksi Greenpeace di Bundaran HI

Greenpeace Indonesia bentangkan dua spanduk raksasa di Bundaran HI dan mengajak warga mengirim karangan bunga digital untuk menyuarakan krisis iklim.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu