Runtut.com

Rotasi Pejabat Pajak Dikaji Ulang Usai Pergantian Menteri Keuangan, Proses Talent Management Jadi Sorotan

Kemenkeu mengkaji ulang rencana rotasi pejabat pajak setelah pergantian menteri, dengan sorotan pada mekanisme talent management.

2 menit baca
5
Runtut.com
Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat menyampaikan keterangan terkait evaluasi penataan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan. — kemenkeu.go.id

JAKARTA - Rencana rotasi dan perombakan ratusan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali dikaji setelah terjadi pergantian Menteri Keuangan. Penataan jabatan yang sebelumnya disiapkan pada masa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa itu belum dipastikan berlanjut karena terdapat sejumlah aspek yang perlu ditinjau ulang, termasuk mekanisme penempatan pejabat.

Rencana tersebut mencakup sekitar 400 pejabat, mulai dari tingkat eselon II, eselon III, pejabat noneselon, kepala badan, hingga jajaran direksi Special Mission Vehicle (SMV). Mayoritas posisi yang masuk dalam daftar rotasi berasal dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pembahasan bersama seluruh unit eselon I di Kementerian Keuangan sebelum mengambil keputusan terkait rotasi tersebut.

Menurut dia, pengangkatan maupun pemindahan pejabat perlu mempertimbangkan jenjang karier serta kebutuhan organisasi secara menyeluruh.

“Kita mendiskusikan, melihat proses maupun yang sedang terjadi, yang sudah terjadi, proses maupun aktivitas dari yang sudah terjadi,” ujar Suahasil kepada awak media, Rabu (16/9/2026).

Suahasil menjelaskan, struktur pejabat di Kementerian Keuangan memiliki keterkaitan antarunit. Karena itu, proses penataan jabatan perlu memperhatikan kebutuhan lintas eselon I agar koordinasi dan kerja sama antarbagian tetap berjalan efektif.

Ia mengatakan keputusan akhir terkait daftar pejabat yang akan ditempatkan masih menunggu masukan dari berbagai unit kerja. Kajian tersebut dilakukan untuk memastikan proses pengisian jabatan berjalan sesuai kebutuhan organisasi dan prinsip tata kelola birokrasi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengungkapkan terdapat beberapa nama dalam daftar rotasi yang belum mengikuti seluruh tahapan talent management di lingkungan DJP.

Talent management merupakan sistem pengelolaan sumber daya manusia yang mencakup proses pemetaan, penilaian, dan pengembangan pegawai berdasarkan kompetensi serta kinerja.

Bimo menyebut usulan rotasi tersebut berasal dari internal DJP, tetapi perlu dievaluasi kembali karena ditemukan sejumlah nama yang belum melalui proses yang menjadi bagian dari mekanisme pengembangan karier pegawai.

“Itu kan usulan kita, rotasi. Cuman memang ada beberapa nama yang tidak ikut proses talent management,” kata Bimo.

Menurut Bimo, kondisi tersebut menjadi pertimbangan untuk menunda atau membatalkan sebagian rencana rotasi. Ia menilai proses penempatan pejabat perlu mempertimbangkan kesetaraan perlakuan terhadap pegawai yang telah mengikuti tahapan asesmen, ujian, dan talent management.

Bimo juga menyampaikan bahwa Menteri Keuangan Suahasil Nazara memiliki komitmen untuk menjalankan proses talent management dan reformasi birokrasi sesuai mekanisme yang berlaku. Penataan pejabat di lingkungan Kemenkeu selanjutnya akan menyesuaikan hasil evaluasi serta kebutuhan organisasi.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat
Nasional

KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat

Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi milik PT ASDP terbakar saat hendak bersandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Banten. 460 jiwa dengan selamat.

Lusianti Dwi Cahyani· 6 hari lalu
Kebakaran di Gunung Sumbing Kian Meluas, Pemadaman Api Terkendala Medan Terjal
Nasional

Kebakaran di Gunung Sumbing Kian Meluas, Pemadaman Api Terkendala Medan Terjal

Kebakaran di Gunung Sumbing makin meluas. Terjalnya medan di gunung, keterbatasan sumber air, serta sulitnya akses menjadi kendala utama yang dialami petugas.

Nurul Hidayah· 6 hari lalu
Pemerintah Respons Aksi Greenpeace dan Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya Hidup
Nasional

Pemerintah Respons Aksi Greenpeace dan Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya Hidup

Pemerintah merespons kritik Greenpeace soal krisis iklim dan biaya hidup serta lima tuntutan mahasiswa terkait lingkungan, ekonomi, demokrasi, dan pendidikan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 6 hari lalu
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Demo Mahasiswa di Tugu Tani Soroti Isu Karhutla hingga Biaya Pendidikan
Nasional

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Demo Mahasiswa di Tugu Tani Soroti Isu Karhutla hingga Biaya Pendidikan

Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran diwarnai aksi mahasiswa di Jakarta suarakan lima tuntutan terkait lingkungan, ekonomi, dan pendidikan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 6 hari lalu
Krisis Iklim dan Biaya Hidup Jadi Pesan Utama Aksi Greenpeace di Bundaran HI
Nasional

Krisis Iklim dan Biaya Hidup Jadi Pesan Utama Aksi Greenpeace di Bundaran HI

Greenpeace Indonesia bentangkan dua spanduk raksasa di Bundaran HI dan mengajak warga mengirim karangan bunga digital untuk menyuarakan krisis iklim.

Rachmaddani Rizki Saputra· 6 hari lalu
Delapan Jam Diperiksa, Enam Aktivis Greenpeace Dibebaskan Usai Aksi di Bundaran HI
Nasional

Delapan Jam Diperiksa, Enam Aktivis Greenpeace Dibebaskan Usai Aksi di Bundaran HI

Panjat Monumen Bundaran HI, Greenpeace bongkar fakta mengejutkan: 41% warga tertekan akibat harga pangan melonjak gara-gara krisis iklim!

Lusianti Dwi Cahyani· 1 minggu lalu