JAKARTA – Destry Damayanti resmi ditetapkan sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031 setelah mendapat persetujuan Komisi XI DPR RI. Penetapan tersebut menjadikan Destry sebagai perempuan pertama yang memimpin bank sentral Indonesia secara definitif sejak BI berdiri pada 1953.

Keputusan itu disampaikan dalam rapat Komisi XI DPR RI pada Kamis (27/8/2026). Destry merupakan calon tunggal yang diajukan Presiden Prabowo Subianto untuk menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI pada 25 Juli 2026. Sebelum ditetapkan sebagai gubernur definitif, Destry menjalankan tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI sejak 26 Juli 2026.

“Komisi XI DPR RI berdasarkan musyawarah untuk mufakat menyetujui dan menetapkan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia periode 2026–2031,” kata Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun.

Penunjukan Destry menjadi catatan penting dalam sejarah kepemimpinan ekonomi Indonesia. Posisi Gubernur BI merupakan jabatan strategis yang memiliki tanggung jawab dalam menjaga stabilitas nilai rupiah, kebijakan moneter, serta kestabilan sistem keuangan nasional.

Destry Damayanti lahir di Jakarta pada 1963. Ia menempuh pendidikan ekonomi di Universitas Indonesia dan melanjutkan studi hingga meraih gelar Master of Science dari Cornell University, Amerika Serikat. Kariernya dimulai dari bidang riset ekonomi sebelum memasuki sektor keuangan dan pemerintahan.

Dalam perjalanan profesionalnya, Destry pernah menjadi asisten peneliti di Harvard Institute for International Development, peneliti di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, serta bekerja di Badan Analisa Keuangan dan Moneter Kementerian Keuangan.

Pengalamannya kemudian berkembang di sektor pasar keuangan melalui sejumlah posisi, seperti ekonom Citibank Indonesia, Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas, dan Kepala Ekonom Bank Mandiri.

Selain berkiprah di sektor perbankan, Destry juga memiliki pengalaman dalam pemerintahan. Ia pernah memimpin Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN serta menjadi anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2015–2019. Pada 2015, ia dipercaya Presiden Joko Widodo sebagai Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kariernya di Bank Indonesia dimulai ketika ia terpilih sebagai Deputi Gubernur Senior BI pada 2019. Ia kembali dipercaya menduduki posisi tersebut untuk periode kedua pada 2024. Pengalaman panjang di bidang ekonomi, perbankan, dan kebijakan publik menjadi modal Destry dalam menjalankan peran sebagai pemimpin bank sentral.

Kehadiran Destry juga menambah jumlah perempuan yang menduduki posisi tertinggi di bank sentral dan otoritas moneter dunia. Berdasarkan penelusuran hingga Agustus 2026, terdapat 27 perempuan yang memimpin bank sentral nasional, lembaga supranasional, maupun otoritas moneter dengan jabatan setara.

Kepemimpinan perempuan di bank sentral banyak ditemukan di kawasan Asia-Pasifik dan Eropa, dengan masing-masing mencatat sembilan pemimpin perempuan. Beberapa di antaranya ialah Michele Bullock di Australia, Anna Breman di Selandia Baru, Christine Lagarde di Bank Sentral Eropa (ECB), Elvira Nabiullina di Rusia, serta Jorgovanka Tabaković di Serbia.

Di kawasan Asia Tenggara, sejumlah perempuan juga telah memimpin otoritas moneter, seperti Chea Serey di Kamboja, Bounkham Vorachit di Laos, serta Hajah Rashidah binti Haji Sabtu di Brunei Darussalam. Penetapan Destry memperluas representasi perempuan dalam kepemimpinan sektor keuangan kawasan.

Meski jumlah perempuan dalam posisi puncak bank sentral terus bertambah, keterwakilan tersebut masih tergolong terbatas dibandingkan jumlah keseluruhan pemimpin bank sentral di dunia. Penunjukan Destry menjadi bagian dari perkembangan tersebut sekaligus menghadirkan babak baru dalam sejarah kepemimpinan ekonomi Indonesia.