Runtut.com

Kunaefi Korban Mutilasi Depok Sempat Dilaporkan Hilang, Polisi Ungkap Jejak Pelaku dari Medsos

Kunaefi korban mutilasi Depok sempat dilaporkan hilang oleh istri. Polisi ungkap pelaku Saepul yang ditangkap di Pandeglang.

2 menit baca
4
Ilustrasi pencarian orang hilang
Ilustrasi pencarian orang hilang — cookies studio/magnific.com

DEPOK — Korban mutilasi di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Kunaefi (51), ternyata sempat dilaporkan hilang oleh istrinya sebelum jasadnya ditemukan dalam kondisi tidak utuh. Laporan kehilangan tersebut menjadi salah satu petunjuk polisi dalam mengungkap identitas korban hingga menangkap pelaku berinisial Saepul (26).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, laporan orang hilang dibuat oleh istri korban pada 25 Juli 2026 setelah Kunaefi tidak kunjung kembali ke rumah. Sehari sebelumnya, sebuah karung berisi jasad korban diduga sudah berada di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok, namun warga belum mengetahui isi karung tersebut.

“Sehari kemudian, 25 Juli 2026, istri korban melaporkan suaminya yang tidak kunjung pulang sebagai orang hilang ke Polres Metro Depok,” ujar Budi Hermanto dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).

Keberadaan jasad korban baru terungkap pada Selasa (4/8/2026). Saat itu, seorang warga yang mengira karung tersebut berisi sampah berusaha membakarnya. Namun, ketika bagian karung mulai terbakar, warga menemukan adanya bagian tubuh manusia di dalamnya.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada kepolisian. Petugas dari Polsek Pancoran Mas bersama tim Inafis Polres Metro Depok langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad korban untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil identifikasi jenazah, laporan orang hilang, keterangan saksi, serta rangkaian penyelidikan, polisi berhasil mengungkap bahwa jasad tersebut merupakan Kunaefi. Dari proses penyelidikan itu pula, aparat mengamankan pelaku di wilayah Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten.

“Berbekal hasil identifikasi korban, laporan orang hilang, keterangan para saksi, serta rangkaian penyelidikan, Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap identitas pelaku dan mengamankannya,” kata Budi.

Polisi menyebut pelaku bernama Saepul atau SA. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Saepul mengenal Kunaefi melalui media sosial sebelum keduanya sepakat bertemu di sebuah kontrakan di wilayah Cipayung pada 23 Juli 2026.

Pertemuan tersebut kemudian berujung perselisihan yang menyebabkan pelaku melakukan kekerasan terhadap korban menggunakan senjata tajam. Setelah korban meninggal dunia, pelaku diduga memutilasi bagian kaki korban untuk menghilangkan jejak.

Jasad korban kemudian dibungkus menggunakan plastik hitam dan karung sebelum dibuang ke kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas. Sementara itu, potongan kedua kaki korban diduga dibuang ke aliran sungai di wilayah Pitara, Pancoran Mas.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyebut pelaku diamankan sekitar pukul 04.15 WIB di Pandeglang, Banten.

“ Saat ini masih kami kembangkan,” ujar Iman.

Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa, termasuk motif pembunuhan dan barang bukti lain yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat
Nasional

KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat

Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi milik PT ASDP terbakar saat hendak bersandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Banten. 460 jiwa dengan selamat.

Lusianti Dwi Cahyani· 3 hari lalu
Kebakaran di Gunung Sumbing Kian Meluas, Pemadaman Api Terkendala Medan Terjal
Nasional

Kebakaran di Gunung Sumbing Kian Meluas, Pemadaman Api Terkendala Medan Terjal

Kebakaran di Gunung Sumbing makin meluas. Terjalnya medan di gunung, keterbatasan sumber air, serta sulitnya akses menjadi kendala utama yang dialami petugas.

Nurul Hidayah· 3 hari lalu
Pemerintah Respons Aksi Greenpeace dan Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya Hidup
Nasional

Pemerintah Respons Aksi Greenpeace dan Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya Hidup

Pemerintah merespons kritik Greenpeace soal krisis iklim dan biaya hidup serta lima tuntutan mahasiswa terkait lingkungan, ekonomi, demokrasi, dan pendidikan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 3 hari lalu
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Demo Mahasiswa di Tugu Tani Soroti Isu Karhutla hingga Biaya Pendidikan
Nasional

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Demo Mahasiswa di Tugu Tani Soroti Isu Karhutla hingga Biaya Pendidikan

Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran diwarnai aksi mahasiswa di Jakarta suarakan lima tuntutan terkait lingkungan, ekonomi, dan pendidikan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 4 hari lalu
Krisis Iklim dan Biaya Hidup Jadi Pesan Utama Aksi Greenpeace di Bundaran HI
Nasional

Krisis Iklim dan Biaya Hidup Jadi Pesan Utama Aksi Greenpeace di Bundaran HI

Greenpeace Indonesia bentangkan dua spanduk raksasa di Bundaran HI dan mengajak warga mengirim karangan bunga digital untuk menyuarakan krisis iklim.

Rachmaddani Rizki Saputra· 4 hari lalu
Delapan Jam Diperiksa, Enam Aktivis Greenpeace Dibebaskan Usai Aksi di Bundaran HI
Nasional

Delapan Jam Diperiksa, Enam Aktivis Greenpeace Dibebaskan Usai Aksi di Bundaran HI

Panjat Monumen Bundaran HI, Greenpeace bongkar fakta mengejutkan: 41% warga tertekan akibat harga pangan melonjak gara-gara krisis iklim!

Lusianti Dwi Cahyani· 4 hari lalu