Runtut.com

Banjir Jadi Langganan Tiap Musim Hujan, Apa Solusi untuk Kota Besar?

Saat hujan deras turun, kota kembali diuji. Di tengah pembangunan, kemampuan menampung dan mengalirkan air jadi persoalan penting.

6 menit baca
Kemacetan yang terjadi akibat hujan yang membuat jalan menjadi banjir di kota Jakarta.
Kemacetan yang terjadi akibat hujan yang membuat jalan menjadi banjir di kota Jakarta. — Instagram - @fiq0510

Membenahi Sungai dan Saluran Drainase

Selain infrastruktur tampungan air, kondisi sungai dan saluran drainase juga menjadi bagian penting dalam penanganan banjir. Saluran yang tersumbat atau mengalami pendangkalan dapat mengurangi kapasitas aliran air, sehingga hujan dengan intensitas tinggi lebih mudah menimbulkan genangan.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengidentifikasi sejumlah persoalan yang berkaitan dengan risiko banjir Jakarta. Di antaranya penurunan permukaan tanah, curah hujan ekstrem yang melampaui kapasitas drainase, serta kondisi sungai dan saluran air yang tidak berfungsi maksimal akibat sampah dan sedimentasi.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah pemeliharaan drainase secara berkala, termasuk mengangkat endapan lumpur, membersihkan sampah, serta memperbaiki saluran yang rusak. Pada sungai, penanganan dapat dilakukan melalui pengerukan sedimentasi dan pembenahan bagian sungai yang mengalami penyempitan sesuai kebutuhan teknis.

Namun, pembenahan saluran air tidak cukup dilakukan ketika banjir sudah terjadi. Pemantauan dan perawatan rutin diperlukan untuk memastikan air dapat mengalir dengan baik, terutama menjelang periode hujan dengan intensitas tinggi.

Memperbanyak Area Resapan Air

Di tengah padatnya pembangunan, keberadaan lahan yang mampu menyerap air hujan semakin penting. Permukaan yang tertutup beton dan aspal membuat air lebih sulit meresap ke tanah. Akibatnya, lebih banyak air mengalir di permukaan dan masuk ke saluran drainase dalam waktu bersamaan.

Karena itu, penambahan ruang terbuka hijau (RTH) dapat menjadi salah satu upaya untuk mengurangi limpasan air hujan. RTH mencakup area yang ditumbuhi tanaman, seperti taman kota, jalur hijau, dan kawasan pepohonan. Selain memberikan ruang bagi air untuk meresap, vegetasi juga membantu menjaga kualitas lingkungan perkotaan.

Upaya lain dapat dilakukan melalui pembangunan sumur resapan dan lubang biopori di lokasi yang sesuai. Keduanya membantu mengalirkan air hujan ke dalam tanah. Penggunaan material berpori pada halaman atau area parkir juga dapat menjadi alternatif agar air tidak seluruhnya mengalir ke permukaan.

Meski demikian, efektivitas area resapan bergantung pada kondisi tanah, kedalaman air tanah, dan karakteristik wilayah. Karena itu, penerapannya perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan setempat dan tidak bisa dianggap sebagai solusi tunggal untuk mengatasi banjir.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua