Runtut.com

Pentingnya Ruang Terbuka Hijau dalam Menjaga Daya Resap Air di Perkotaan

Di tengah padatnya kawasan perkotaan, ruang terbuka hijau punya fungsi penting yang sering terabaikan, terutama dalam menjaga daya resap air.

4 menit baca
1
Hutan Kota Srengseng yang menjadi salah satu ruang terbuka hijau yang ada di kota Jakarta.
Hutan Kota Srengseng yang menjadi salah satu ruang terbuka hijau yang ada di kota Jakarta. — Instagram - @temantaman.jkt

RUNTUT.COM - Ruang terbuka hijau (RTH) memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan perkotaan, terutama dalam membantu penyerapan air hujan. Keberadaannya tidak hanya berfungsi sebagai area penghijauan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengurangi limpasan air yang berpotensi menimbulkan genangan hingga banjir.

Menurut Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, ruang terbuka hijau merupakan area memanjang atau jalur dan/atau mengelompok yang penggunaannya bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik secara alamiah maupun sengaja ditanam.

Dalam kawasan perkotaan, RTH dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, seperti taman kota, hutan kota, jalur hijau, hingga area hijau di lingkungan permukiman. Keberadaan ruang tersebut memberikan kesempatan bagi air hujan untuk meresap ke dalam tanah, terutama pada area yang masih memiliki permukaan tanah terbuka.

Membantu Mengurangi Limpasan Air Hujan

Salah satu fungsi ekologis ruang terbuka hijau adalah membantu meningkatkan infiltrasi atau proses masuknya air ke dalam tanah. Vegetasi seperti pepohonan, semak, dan rerumputan dapat membantu menjaga kondisi tanah sehingga air hujan memiliki kesempatan lebih besar untuk meresap.

Sebaliknya, permukaan yang tertutup beton dan aspal cenderung menghambat proses penyerapan air. Kondisi tersebut membuat lebih banyak air hujan mengalir di permukaan atau menjadi limpasan (runoff), yang kemudian masuk ke saluran drainase.

Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air menjelaskan bahwa kemampuan air untuk meresap dipengaruhi oleh kondisi tanah, penggunaan lahan, dan tutupan vegetasi. Semakin baik kondisi vegetasi dan tanah, semakin besar peluang air hujan tersimpan di dalam tanah.

Selain membantu mengurangi limpasan, proses infiltrasi juga berkontribusi terhadap pengisian kembali cadangan air tanah. Dengan demikian, keberadaan ruang terbuka hijau memiliki manfaat bagi pengelolaan air, baik saat musim hujan maupun dalam menjaga ketersediaan air pada musim kemarau.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua