Runtut.com

Susun Kajian Finansial Hijau Komposter Mandiri sebagai Alternatif Pengelolaan Sampah Organik di Desa Pelemrejo

Mahasiswa KKN UNDIP mengkaji komposter mandiri sebagai solusi pengelolaan sampah organik Desa Pelemrejo yang ramah lingkungan dan berpotensi mendukung pertanian

2 menit baca
5
Susun Kajian Finansial Hijau Komposter Mandiri sebagai Alternatif Pengelolaan Sampah Organik di Desa Pelemrejo
Penyerahan sertifikat — KKN-R Tim II UNDIP 2026

Boyolali, 10 Agustus 2026 – Permasalahan pengelolaan sampah masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat Desa Pelemrejo, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali. Belum tersedianya tempat pembuangan sampah (TPS) menyebabkan sebagian sampah rumah tangga masih dibakar atau dibuang tanpa melalui proses pemilahan dan pengolahan. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro (Undip) 2026 menyusun program Kajian Finansial Hijau Berbasis Prototipe Komposter Mandiri sebagai salah satu alternatif pengelolaan sampah organik yang sesuai dengan karakteristik masyarakat desa.

Kajian ini berangkat dari kondisi Desa Pelemrejo yang mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai petani. Berdasarkan observasi dan diskusi dengan perangkat desa, pengelolaan sampah melalui kerajinan maupun bank sampah belum berjalan optimal. Oleh karena itu, mahasiswa KKN menawarkan pendekatan sederhana dengan mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.

Sebagai dasar kajian, salah satu anggota tim mahasiswa membuat prototipe komposter dari galon bekas berkapasitas 15 liter dengan menggunakan EM4 dan molase. Proses pengomposan berlangsung selama 14 hari. Prototipe tersebut membutuhkan biaya investasi Rp100.000 dan biaya operasional Rp6.000 per siklus. Dalam simulasi, satu siklus menghasilkan 4 kilogram kompos dengan nilai Rp16.000 sehingga diperoleh keuntungan bersih sekitar Rp10.000 per siklus.

Berdasarkan simulasi tersebut, ROI diperkirakan sebesar 10 persen per siklus dengan payback period selama lima bulan. Perhitungan tersebut merupakan proyeksi potensi finansial dan bukan hasil penjualan aktual di Desa Pelemrejo.

Selain aspek finansial, kajian juga menyoroti manfaat lingkungan dan pertanian dari penggunaan komposter. Pengolahan sampah organik menjadi kompos diharapkan dapat mengurangi kebiasaan membakar sampah serta menghasilkan bahan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dan berpotensi menekan penggunaan pupuk kimia.

Saat hasil kajian dipaparkan kepada perangkat Desa Pelemrejo pada 10 Agustus 2026, diketahui bahwa program serupa pernah dilakukan sebelumnya, tetapi tidak berlanjut karena masyarakat cenderung memilih cara yang lebih praktis. Evaluasi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan komposter perlu disesuaikan dengan kebiasaan dan kondisi masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa menyarankan penerapan secara bertahap, baik melalui rumah tangga maupun kelompok tani yang memiliki minat.

Melalui program ini, mahasiswa KKN tidak hanya menghasilkan prototipe komposter, tetapi juga menyusun kajian yang memadukan aspek ekonomi dan lingkungan sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah desa. Hasil kajian dan prototipe tersebut diharapkan dapat menjadi acuan awal dalam pengembangan alternatif pengelolaan sampah organik yang sederhana, sesuai dengan karakteristik masyarakat Desa Pelemrejo, serta berpotensi memberikan manfaat bagi sektor pertanian.

Pemaparan kajian
Pemaparan kajian — KKN-R Tim II UNDIP 2026

Program Kajian Finansial Hijau Berbasis Prototipe Komposter Mandiri diharapkan menjadi salah satu kontribusi mahasiswa KKN Undip dalam mendorong pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Meskipun penerapan secara luas masih memerlukan proses adaptasi dan pendampingan, kajian ini memberikan gambaran bahwa sampah organik rumah tangga tidak hanya dapat dipandang sebagai limbah, tetapi juga sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan pertanian dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan.

Penulis: Mutiara Sani Saragih
Kontak Media/Humas Kelompok: [email protected]

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara
Ruang Kampus

Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara

Mahasiswa KKN 4 STIT Hidayatunnajah Bekasi gelar pengabdian masyarakat di TPQ Insan Mutiara lewat penyusunan kurikulum dan perbaikan fasilitas belajar.

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 2 minggu lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 2 minggu lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 3 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 21 September 2026
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 21 September 2026