Runtut.com

Magnet Horor KWH 400 Nadia Omara: Bukti Orang Indonesia Candu Kisah Mistis

Viral KWH Nadia Omara! Mengulik di balik tingginya minat kisah horor di Indonesia dari aspek biologis hingga tradisi budaya tutur yang mengakar.

3 menit baca
3
"PULANG - KWH PART 400" oleh Nadia Omara
"PULANG - KWH PART 400" oleh Nadia Omara — Sumber: YouTube @NadiaOmara

RUNTUT.COM - Jagat media sosial Indonesia baru-baru ini digemparkan oleh viralnya konten cerita horor bertajuk "PULANG - KWH (Kisah Horor Wawak) PART 400" yang diunggah oleh Youtuber terkemuka, Nadia Omara. Video berdurasi 2 jam 41 menit tersebut berhasil menembus jutaan penayangan hanya dalam hitungan hari.

Fenomena ini menegaskan satu realitas unik bahwa masyarakat Indonesia memiliki keterikatan emosi dan ketertarikan tinggi terhadap konten-konten mistis. Lantas, mengapa kisah menyeramkan menjadi magnet hiburan masyarakat Indonesia? Mengapa rasa takut justru mengundang penasaran?

Pacuan Adrenalin dan Dopamin

Peneliti Shelby Bradford, PhD & Priyom Bose, PhD (2024) dalam hasil kajiannya mengungkapkan bahwa meskipun film horor memicu respons takut melalui amigdala dan hipotalamus, korteks otak tetap menyadari bahwa ancaman tersebut tidak nyata. Kontradiksi ini memungkinkan sirkuit kesenangan di otak aktif secara bersamaan, mengubah rasa takut menjadi bentuk hiburan atau hadiah yang memicu adrenalin tanpa adanya bahaya sesungguhnya.

Sensasi tersebut menjadi salah satu faktor mengapa cerita horor begitu digandrungi oleh masyarakat.

Kedekatan Budaya dan Tradisi Lisan (Folklor)

Dari sudut pandang budaya, akar kisah horor tak lepas dari folklor yang akrab dengan masyarakat Indonesia. Bagi penduduk nusantara, cerita mistis bukanlah hal yang baru. Sejak kecil, mayoritas masyarakat kita tumbuh dengan tradisi lisan. Kisah makhluk ghaib, mitos, hingga takhayul diwariskan secara turun-temurun.

Dalam segmen 'KWH', Nadia Omara sukses mengemas ulang tradisi itu dengan membawakan kisah dari para followers yang disapa Wawak. Elemen seperti kutukan, tumbal, pesugihan, dan dinamika lokal yang diangkat terasa dekat begitu dengan penonton.

Jembatan antara Isu Sosial dan Logika Mistika

Cerita horor di Indonesia jarang berdiri sendiri hanya dengan visual hantu yang menyeramkan. Di balik kisah mistisnya, sering kali terselip pesan moral yang mencerminkan realitas sosial masyarakat.

Sosok ghaib itu tidak semata-mata hadir untuk menakuti, melainkan perwujudan dari pelanggaran norma sosial di masyarakat. Maka tidak heran jika banyak kisah horor yang dibungkus dalam tema ketamakan atau pesugihan, pelanggaran adat dan lingkungan, hingga tragedi rumah tangga.

Misalnya pada konten "PULANG - KWH PART 400", narasi yang dibawakan tidak sekadar menjual ketakutan. Adapula sisi kemanusiaan yang mewarnainya. Kisah tersebut menjadi gambaran tentang konflik rumah tangga dan keserakahan manusia yang rela mengorbankan keluarganya.

Melalui kisah yang dibawakan Nadia Omara, dapat dilihat bahwa cerita mistis seringkali menjadi ruang kolektif untuk merekam kecemasan nyata di sekitar kita. Bukan hanya sebagai hiburan, cerita horor telah menyatu dengan realitas sosial, trauma, serta berbagai isu gelap. Oleh karena itu, ketertarikan masyarakat kita akan kisah mistis tak hanya berpusat pada biologis semata, melainkan ada keberakaran kuat akan sosial budaya.

Referensi:

Bradford, S., & Bose, P. (2024, Oktober 14). Why do we like horror movies? The Scientist. https://www.the-scientist.com/why-do-some-people-enjoy-horror-movies-72181

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Anagata Diksatra 2026 Hadirkan  Pertunjukan  Sastra sebagai Medium Kritik Sosial
Kesenian dan Kebudayaan Tradisional

Anagata Diksatra 2026 Hadirkan Pertunjukan Sastra sebagai Medium Kritik Sosial

Anagata Diksatra 2026 meriahkan Bulan Bahasa di Universitas Tidar melalui beragam persembahan seni yang memadukan kreativitas, sastra, dan refleksi sosial.

Nurul Hidayah· 6 hari lalu
Sekjen PBB Soroti Pesan Multilateralisme dalam Batik Indonesia
Kesenian dan Kebudayaan Tradisional

Sekjen PBB Soroti Pesan Multilateralisme dalam Batik Indonesia

Batik Indonesia tak hanya menjadi warisan budaya. Sekjen PBB António Guterres menyoroti bagaimana batik menyimpan pesan tentang multilateralisme.

Nurul Hidayah· 1 minggu lalu
Gemilang Budaya Nusantara Meriahkan Lapangan Rektorat UB
Kesenian dan Kebudayaan Tradisional

Gemilang Budaya Nusantara Meriahkan Lapangan Rektorat UB

Gemilang Budaya Nusantara adalah malam puncak yang diisi oleh penampilan berbagai budaya nusantara, bazar kebudayaan, penampilan reog ponorogo, pembacaan tarot.

Andini Putri Lestari· 2 minggu lalu
Hari Kebudayaan Nasional: Momentum untuk Merawat Warisan Bangsa
Kesenian dan Kebudayaan Tradisional

Hari Kebudayaan Nasional: Momentum untuk Merawat Warisan Bangsa

Hari Kebudayaan Nasional 17 Oktober menjadi momentum untuk melestarikan budaya Indonesia, memperkuat identitas bangsa, dan menjaga keberagaman sebagai kekayaan.

Nurul Hidayah· 2 minggu lalu
Bukan Sekadar Camilan, Dimsum Jadi Medium Interaksi Sosial hingga Self-Reward Kekinian bagi Gen Z
Kesenian dan Kebudayaan Tradisional

Bukan Sekadar Camilan, Dimsum Jadi Medium Interaksi Sosial hingga Self-Reward Kekinian bagi Gen Z

Bukan sekadar camilan, sepiring dimsum kini berevolusi menjadi medium interaksi sosial dan ritual self-reward kekinian bagi Gen Z. Simak alasannya berikut!

Nurul Hidayah· 2 minggu lalu
Menyelami Filosofi Motif Parang: Simbol Keteguhan Jiwa di Hari Batik Nasional
Kesenian dan Kebudayaan Tradisional

Menyelami Filosofi Motif Parang: Simbol Keteguhan Jiwa di Hari Batik Nasional

Hari Batik Nasional bukan sekadar soal menggunakan batik, tetapi juga momentum untuk mengenal makna di balik setiap motifnya.

Nurul Hidayah· 2 Oktober 2026