Runtut.com

Satu Lot Obat Tiroid Vitruvias Therapeutics Ditarik di AS karena Potensi Efek Samping Serius

Vitruvias Therapeutics menarik satu lot obat tiroid di AS karena berpotensi memiliki kadar zat aktif berlebih yang berisiko bagi pasien.

3 menit baca
7
Runtut.com
Ilustrasi obat Thyroid Tablets, USP 30 mg yang ditarik Vitruvias Therapeutics setelah uji menemukan potensi kadar hormon berlebih. — Getty Images/@Peter Dazeley

AMERIKA SERIKAT — Perusahaan farmasi Vitruvias Therapeutics Inc. melakukan penarikan sukarela terhadap satu lot obat Thyroid Tablets, USP 30 mg di seluruh wilayah Amerika Serikat setelah hasil pengujian menunjukkan produk tersebut berpotensi memiliki kadar zat aktif melebihi standar atau superpotent.

Penarikan dilakukan hingga tingkat konsumen dengan pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (U.S. Food and Drug Administration/FDA).

Produk yang ditarik merupakan Thyroid Tablets, USP 30 mg dengan nomor lot 504950. Vitruvias Therapeutics menyampaikan pengumuman penarikan tersebut pada 21 Agustus 2026.

Produk itu sebelumnya telah didistribusikan secara nasional di Amerika Serikat kepada akun langsung perusahaan dan mitra distribusi mulai 31 Januari 2025 hingga 30 September 2025.

FDA menjelaskan bahwa obat dengan kandungan zat aktif lebih tinggi dari seharusnya dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada pengguna. Konsumsi obat tiroid dengan potensi berlebih dapat menyebabkan hipertiroidisme atau kondisi ketika kadar hormon tiroid dalam tubuh terlalu tinggi.

Beberapa gejala yang dapat muncul akibat kelebihan hormon tiroid antara lain penurunan berat badan, tubuh sulit menoleransi suhu panas, kelelahan, rasa gugup, kelemahan otot, tekanan darah tinggi, nyeri dada, hingga gangguan irama jantung.

Kelompok yang memiliki risiko lebih besar mengalami dampak akibat konsumsi obat dengan kadar berlebih adalah lanjut usia, ibu hamil, dan bayi, terutama apabila digunakan dalam jangka waktu panjang.

Pada kelompok lanjut usia, kelebihan hormon tiroid dapat berkaitan dengan gangguan kesehatan jantung. Sementara pada ibu hamil, penggunaan terapi hormon tiroid secara berlebihan dapat meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu dan janin, termasuk kelahiran prematur serta berat badan lahir rendah.

Untuk bayi, pemberian hormon tiroid yang melebihi kebutuhan dapat berdampak terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan.

Thyroid Tablets, USP merupakan obat yang berasal dari kelenjar tiroid babi (porcine thyroid glands) dan mengandung hormon levothyroxine serta liothyronine. Obat tersebut digunakan untuk membantu pengobatan hipotiroidisme atau kondisi ketika kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon tiroid dalam jumlah cukup.

Meski melakukan penarikan, Vitruvias Therapeutics menyatakan hingga saat ini belum menerima laporan kejadian efek samping yang diketahui berkaitan langsung dengan produk dalam lot yang ditarik.

Perusahaan telah menghubungi pedagang besar melalui surat elektronik dan telepon untuk menghentikan distribusi produk tersebut. Vitruvias juga mengatur proses pemusnahan seluruh obat yang termasuk dalam lot 504950.

Kepada pasien yang masih mengonsumsi Thyroid Tablets, USP 30 mg dari lot tersebut, perusahaan mengimbau agar tidak menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan. Pasien disarankan meminta arahan medis untuk mendapatkan pengganti resep atau penyesuaian terapi.

Konsumen yang memiliki pertanyaan terkait penarikan dapat menghubungi Vitruvias Therapeutics melalui layanan kontak perusahaan. Sementara itu, masyarakat yang mengalami reaksi tidak diinginkan atau masalah kualitas terkait penggunaan produk dapat melaporkannya melalui program MedWatch milik FDA.

Penarikan ini dilakukan dengan sepengetahuan FDA sebagai bagian dari pengawasan keamanan obat yang beredar di masyarakat.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
200 Orang Menjalani Isolasi Akibat Kekhawatiran Wabah Pes di Siberia
Kesehatan

200 Orang Menjalani Isolasi Akibat Kekhawatiran Wabah Pes di Siberia

Kematian teknisi laboratorium di Irkutsk memicu karantina hampir 200 orang. Benarkah pes paru merebak di Siberia? Ini fakta dan penjelasan terbarunya.

Mila Nabilah· 17 jam lalu
Kasus Influenza Meningkat di Akhir September, Kemenkes Ungkap Langkah MitigasiBreaking
Kesehatan

Kasus Influenza Meningkat di Akhir September, Kemenkes Ungkap Langkah Mitigasi

Kemenkes memperkuat surveilans influenza dan mengingatkan kelompok rentan mewaspadai gejala berat di tengah peningkatan kasus pada akhir September.

Rachmaddani Rizki Saputra· 22 jam lalu
7 Kiat Mitigasi Gangguan Pernapasan Akibat Abu Vulkanik bagi  Masyarakat di Sekitar Gunung Api Aktif
Kesehatan

7 Kiat Mitigasi Gangguan Pernapasan Akibat Abu Vulkanik bagi Masyarakat di Sekitar Gunung Api Aktif

Enam gunung api Indonesia erupsi bersamaan. Simak kiat menangkal gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik bagi masyarakat terdampak.

Rachmaddani Rizki Saputra· 7 September 2026
Benarkah Biaya Transportasi Pasien Rujukan Bisa Diklaim BPJS Kesehatan? Ini Faktanya
Kesehatan

Benarkah Biaya Transportasi Pasien Rujukan Bisa Diklaim BPJS Kesehatan? Ini Faktanya

BPJS Kesehatan menanggung biaya transportasi pasien rujukan dalam bentuk pelayanan ambulans dengan syarat tertentu. Simak aturan lengkap dan ketentuannya.

Ferdian Trikusuma· 4 Juli 2026
Mengurai Benang Kusut Depresi Remaja Antara Distorsi Kognitif dan Mitos Pengorbanan Nyawa
Kesehatan

Mengurai Benang Kusut Depresi Remaja Antara Distorsi Kognitif dan Mitos Pengorbanan Nyawa

Analisis mendalam krisis mental Gen Z di Indonesia. Mengupas fenomena ideasi bunuh diri terselubung, distorsi kognitif, hingga perspektif lintas sektoral.

Tegar Herlambang· 2 Juli 2026
Aksi Mabuk di Live Streaming: Hiburan Dewasa atau Risiko bagi Penonton Muda?
Kesehatan

Aksi Mabuk di Live Streaming: Hiburan Dewasa atau Risiko bagi Penonton Muda?

Konten live streaming yang menampilkan atau dipersepsikan sebagai kondisi mabuk bisa dianggap menghibur, tetapi tetap perlu dikritisi karena berisiko.

Tegar Herlambang· 19 Mei 2026