SINGAPURA - Singapura memasukkan vaksin COVID-19 ke dalam program imunisasi nasional mulai 12 Oktober 2026 yang direkomendasikan untuk tiga kelompok penerima.
Kementerian Kesehatan Singapura pada Rabu (7/10/2026) merilis bahwa vaksin COVID-19 akan menjadi bagian dari program imunisasi nasional. Vaksin ini direkomendasikan untuk tiga kelompok penerima yaitu individu berusia 60 tahun ke atas, individu rentan medis berusia 6 bulan ke atas, dan individu yang menetap pada fasilitas perawatan lansia.
“Selama COVID-19 masih bersirkulasi dan berisiko menyebabkan penyakit, terutama pada orang tua dan individu yang rentan secara medis, vaksin COVID-19 akan ditambahkan dalam jadwal imunisasi nasional anak-anak (NCIS) dan orang dewasa (NAIS),” jelas Kementerian Kesehatan Singapura mengutip CNA.
Tenaga kesehatan dan orang yang tinggal atau bekerja bersama individu yang rentan secara medis juga diimbau untuk mempertimbangkan divaksinasi.
Jadwal Imunisasi Nasional Anak-Anak Singapura — CNA
Media melaporkan, kebijakan ini akan berlaku mulai 12 Oktober 2026, dan gratis untuk warga negara Singapura, penduduk tetap, pemegang izin tinggal jangka panjang, dan pemegang izin tertentu di klinik, poliklinik, dan partisipan pos vaksinasi keliling yang masih dalam peninjauan lebih lanjut.
Dosis penerima vaksin yang belum pernah divaksin adalah dua dosis vaksin dalam jangka waktu 8 minggu untuk individu berusia 6 bulan hingga 4 tahun, dan satu dosis vaksin untuk usia 5 tahun ke atas. Sementara itu, individu yang telah divaksinasi berusia 6 bulan ke atas, sebaiknya menerima vaksin setelah satu tahun dan setidaknya lima bulan setelah vaksin terakhir.
Kementerian Kesehatan Singapura juga menekankan, setiap individu dapat mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokternya guna memahami lebih lanjut mengenai manfaat vaksin dalam konteks situasi masing-masing.
“Kami menghimbau agar individu dalam kelompok yang direkomendasikan selalu memastikan vaksinasi COVID-19 mereka tetap terkini, demi melindungi diri sendiri dan orang di sekitar,” tutup Kementerian Singapura mengutip CNA.