Menilik Tradisi Unik Perayaan Halloween di Berbagai Belahan Dunia
Di balik kemeriahan akhir Oktober, ada sejarah ritual kuno Keltik, tradisi ziarah khidmat, hingga fenomena pop kultur modern di berbagai belahan dunia.
Ilustrasi pesta hallooween di Edinburgh, Skotlandia — Getty Images/@theasis
Meksiko
Ilustrasi pesta hallooween di Meksiko — Getty Images/@FG Trade Latin
Di Meksiko, perayaan yang berlangsung bersamaan di akhir Oktober diwujudkan dalam tradisi Día de los Muertos (Hari Orang Mati). Jauh dari kesan menakutkan, momen ini dirayakan dengan penuh warna dan suka cita untuk menyambut kembali arwah keluarga yang telah meninggal.
Setiap rumah mendirikan altar (ofrenda) yang dihiasi bunga marigold bernuansa oranye cerah, foto kerabat, serta makanan dan minuman favorit almarhum semasa hidupnya.
Selain itu, simbol tengkorak gula (calaveras) dan kostum tengkorak berwarna cerah digunakan secara luas. Simbol tersebut meyakini bahwa kematian bukanlah akhir yang harus ditakuti, melainkan bagian alami dan berkelanjutan dari siklus kehidupan.
Ilustrasi pesta hallooween di Jepang — Getty Images/@Anadolu
Jepang mengadopsi budaya Halloween dan mengawinkannya dengan tren kultur populer lokal. Di negara ini, perayaan Halloween bertransformasi menjadi panggung raksasa bagi komunitas dan anak muda untuk melakukan cosplay jalanan.
Distrik-distrik besar seperti Shibuya memajang parade kostum yang sangat ekstrem dan kreatif, mulai dari tokoh anime, karakter film ikonik, hingga busana bernuansa satire.
Berbeda dari Barat yang identik dengan tema horor/menyeramkan, di Jepang orang-orang bebas berdandan sebagai karakter anime, manga, pahlawan super, hingga tokoh unik lainnya.
Kegiatan anak-anak mengetuk pintu meminta permen hampir tidak populer di lingkungan perumahan Jepang.