Menilik Tradisi Unik Perayaan Halloween di Berbagai Belahan Dunia
Di balik kemeriahan akhir Oktober, ada sejarah ritual kuno Keltik, tradisi ziarah khidmat, hingga fenomena pop kultur modern di berbagai belahan dunia.
Ilustrasi pesta hallooween di Edinburgh, Skotlandia — Getty Images/@theasis
RUNTUT.COM –Perayaan Halloween seringkali diidentikkan dengan aksi trick-or-treat dan pesta kostum ala Amerika Serikat. Namun, jika menelusuri akar sejarah di berbagai belahan dunia, perayaan di akhir Oktober ini memiliki penampakan yang sangat beragam—mulai dari akar ritual kuno, penghormatan bernuansa religius, hingga ekspresi kreativitas modern. Berikut adalah berbagai tradisi unik di setiap negara dalam merayakan pesta halloween:
Irlandia
Ilustrasi pesta hallooween di Irlandia — Getty Images/@Guido Cozzi
Sebagai tanah kelahiran Halloween, Irlandia merawat tradisi yang berakar dari festival Celtic kuno bernama Samhain. Momen ini menandai datangnya musim dingin sekaligus waktu ketika batas antara dunia orang hidup dan arwah dipercayai menipis.
Untuk menakut-nakuti arwah gentayangan seperti dalam legenda Stingy Jack, warga mengukir wajah seram pada turnip (lobak) atau kentang. Tradisi ini merupakan cikal bakal Jack-o'-Lantern sebelum akhirnya masyarakat mengenal buah labu.
Di beberapa daerah, tradisi kuno ini masih dipertahankan dengan menyalakan Api Unggun. Selain itu, perayaan diwarnai dengan hidangan khas seperti Barmbrack.
Barmbrack adalah roti manis padat yang diisi dengan buah kering. Dalam perayaan Halloween, perhiasan kecil dipanggang di dalam roti, yang diyakini sebagai peramal nasib masa depan orang tersebut.
Ilustrasi pesta hallooween di Edinburgh, Skotlandia — Getty Images/@theasis
Masyarakat Skotlandia memiliki kebiasaan tradisional bernama guising yang mendahului fenomena trick-or-treat. Sejak dahulu, anak-anak Skotlandia mengenakan pakaian penyamaran sederhana dari kain bekas atau kulit binatang untuk mengelabui roh jahat.
Saat berkunjung dari rumah ke rumah, mereka tidak sekadar meminta hadiah secara cuma-cuma, melainkan harus menunjukkan kebolehan terlebih dahulu, seperti membacakan puisi, bernyanyi, atau membawakan cerita humor di depan pintu tetangga.