Runtut.com

Menilik Tradisi Unik Perayaan Halloween di Berbagai Belahan Dunia

Di balik kemeriahan akhir Oktober, ada sejarah ritual kuno Keltik, tradisi ziarah khidmat, hingga fenomena pop kultur modern di berbagai belahan dunia.

4 menit baca
Runtut.com
Ilustrasi pesta hallooween di Edinburgh, Skotlandia — Getty Images/@theasis

RUNTUT.COM – Perayaan Halloween seringkali diidentikkan dengan aksi trick-or-treat dan pesta kostum ala Amerika Serikat. Namun, jika menelusuri akar sejarah di berbagai belahan dunia, perayaan di akhir Oktober ini memiliki penampakan yang sangat beragam—mulai dari akar ritual kuno, penghormatan bernuansa religius, hingga ekspresi kreativitas modern. Berikut adalah berbagai tradisi unik di setiap negara dalam merayakan pesta halloween:

Irlandia 

Runtut.com
Ilustrasi pesta hallooween di Irlandia — Getty Images/@Guido Cozzi

Sebagai tanah kelahiran Halloween, Irlandia merawat tradisi yang berakar dari festival Celtic kuno bernama Samhain. Momen ini menandai datangnya musim dingin sekaligus waktu ketika batas antara dunia orang hidup dan arwah dipercayai menipis.

Untuk menakut-nakuti arwah gentayangan seperti dalam legenda Stingy Jack, warga mengukir wajah seram pada turnip (lobak) atau kentang. Tradisi ini merupakan cikal bakal Jack-o'-Lantern sebelum akhirnya masyarakat mengenal buah labu.

Di beberapa daerah, tradisi kuno ini masih dipertahankan dengan menyalakan Api Unggun. Selain itu, perayaan diwarnai dengan hidangan khas seperti Barmbrack.

Barmbrack adalah roti manis padat yang diisi dengan buah kering. Dalam perayaan Halloween, perhiasan kecil dipanggang di dalam roti, yang diyakini sebagai peramal nasib masa depan orang tersebut.

Skotlandia 

Runtut.com
Ilustrasi pesta hallooween di Edinburgh, Skotlandia — Getty Images/@theasis

Masyarakat Skotlandia memiliki kebiasaan tradisional bernama guising yang mendahului fenomena trick-or-treat. Sejak dahulu, anak-anak Skotlandia mengenakan pakaian penyamaran sederhana dari kain bekas atau kulit binatang untuk mengelabui roh jahat.

Saat berkunjung dari rumah ke rumah, mereka tidak sekadar meminta hadiah secara cuma-cuma, melainkan harus menunjukkan kebolehan terlebih dahulu, seperti membacakan puisi, bernyanyi, atau membawakan cerita humor di depan pintu tetangga.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Bukan Soal Perang Dunia III, Ini Alasan Utama Inggris, Jepang, dan AS Minta Warganya Menyimpan Stok Makanan Darurat
Internasional

Bukan Soal Perang Dunia III, Ini Alasan Utama Inggris, Jepang, dan AS Minta Warganya Menyimpan Stok Makanan Darurat

Dikira sinyal krisis global, imbauan menyetok makanan di Inggris, Jepang, dan AS ternyata murni kampanye kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Simak alasannya!

Lusianti Dwi Cahyani· 22 jam lalu
Biaya Bahan Bakar Melonjak, Ratusan Penumpang Kapal Pesiar Mewah Amerika Serikat Terdampar di Kamboja
Internasional

Biaya Bahan Bakar Melonjak, Ratusan Penumpang Kapal Pesiar Mewah Amerika Serikat Terdampar di Kamboja

Ratusan penumpang penumpang kapal pesiar mewah Villa Vie Odyssey terpaksa diturunkan di Kamboja usai operator kapal gagal menutupi lonjakan biaya BBM.

Rani Masida· 1 hari lalu
Lonjakan Harga Gas LNG Eropa Tembus 100 Euro Bayangi Krisis Energi Musim Dingin
Internasional

Lonjakan Harga Gas LNG Eropa Tembus 100 Euro Bayangi Krisis Energi Musim Dingin

Melonjak tiga kali lipat, harga gas LNG di Eropa menyentuh level tertinggi dalam 4 tahun dan memicu ancaman krisis energi musim dingin.

Rani Masida· 1 hari lalu
Buntut Hinaan pada Mao Zedong, Mbappe Kehilangan Rp544 Milyar dan Diboikot Tiongkok
Internasional

Buntut Hinaan pada Mao Zedong, Mbappe Kehilangan Rp544 Milyar dan Diboikot Tiongkok

Ejek Mao Zedong, Kylian Mbappe rilis permintaan maaf terbuka usai terancam boikot media dan pemutusan sponsor dari Tiongkok.

Rani Masida· 1 hari lalu
Kemenangan Gerakan Mahasiswa Serbia Buka Jalan Reformasi, Pemerintahan Baru Hadapi Ujian
Internasional

Kemenangan Gerakan Mahasiswa Serbia Buka Jalan Reformasi, Pemerintahan Baru Hadapi Ujian

Studentska Lista resmi mengakhiri dominasi Aleksandar Vučić. Hasil pemilu sekaligus menjadi momentum penting bagi gerakan pro-demokrasi anak muda di benua Eropa

Lusianti Dwi Cahyani· 1 hari lalu
Apa Dampak Pemilu Israel terhadap Prospek Gencatan Senjata di Timur Tengah?
Internasional

Apa Dampak Pemilu Israel terhadap Prospek Gencatan Senjata di Timur Tengah?

Kebuntuan Pemilu Israel memunculkan pertanyaan tentang arah kebijakan Gaza, konflik dengan Iran, dan hubungan diplomatik Israel dengan negara sekutunya.

Rani Masida· 1 hari lalu