Runtut.com

Evo Morales Umumkan Penghentian Sementara Mobilisasi di Cochabamba, Tegaskan Perlawanan Terus Berlanjut

Evo Morales mengumumkan penghentian sementara mobilisasi di Trópico de Cochabamba. Ia menegaskan keputusan tersebut bukan berarti gerakan rakyat menyerah.

2 menit baca
3
Evo Morales
Evo Morales — EFE

Mantan presiden sekaligus pemimpin sosial Bolivia, Evo Morales, mengumumkan penghentian sementara mobilisasi yang berlangsung di kawasan Trópico de Cochabamba. Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil keputusan organisasi dalam pertemuan yang digelar pada Minggu.

Morales menegaskan bahwa langkah tersebut tidak berarti basis massa yang selama ini melakukan mobilisasi menentang pemerintahan Presiden Rodrigo Paz telah menyerah.

Dalam kesempatan itu, Morales juga mengecam sikap Organisasi Negara-Negara Amerika (OEA) yang dinilainya mencampuri urusan dalam negeri Bolivia terkait aksi blokade jalan. Ia menilai OEA menerapkan standar ganda dengan mengkritik aksi protes yang bertujuan mempertahankan sumber daya alam Bolivia, namun tetap bungkam terhadap embargo ekonomi yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap Kuba.

Mantan presiden Bolivia itu mempertahankan legitimasi aksi protes sipil. Menurutnya, blokade jalan merupakan bagian dari tradisi perjuangan rakyat Bolivia yang pernah berhasil memulihkan demokrasi serta mengalahkan rezim-rezim militer pada masa lalu.

"Melalui blokade jalan, kami telah merebut kembali demokrasi. Blokade jalan telah mengalahkan Rencana Condor dan mengalahkan kediktatoran militer," ujarnya.

Morales juga menyampaikan apresiasi kepada anggota Kepolisian dan Angkatan Bersenjata yang menolak melakukan tindakan represif terhadap para demonstran. Ia menyatakan bahwa aparat tidak ingin menjadi bagian dari kebijakan seorang presiden yang, menurutnya, telah menjual kepentingan bangsa dengan menyerahkan sumber daya alam kepada kepentingan asing.

Sebelumnya, Koordinator Enam Federasi Trópico de Cochabamba menggelar rapat darurat di Lauca Ñ pada Senin untuk mengevaluasi penerapan status darurat, pemadaman listrik, serta perkembangan situasi di tingkat basis organisasi.

Dalam pertemuan tersebut, Morales kembali menegaskan bahwa mobilisasi yang dilakukan bertujuan membatalkan kebijakan ekonomi pemerintah serta mencegah privatisasi layanan dasar, kesehatan, pendidikan, dan sumber daya alam. Ia membantah anggapan bahwa aksi tersebut merupakan gerakan yang didorong oleh kepentingan partai politik.

Saat menyampaikan pidatonya, Morales turut mengkritik usulan perubahan konstitusi yang diajukan mantan menteri Branko Marinkovic. Menurutnya, usulan tersebut akan mewajibkan pemilik lahan pertanian skala kecil membayar pajak, sehingga berpotensi mengancam aset keluarga para petani kecil.

Sejalan dengan pernyataan Morales, berbagai organisasi masyarakat menegaskan bahwa aksi protes dipicu oleh meningkatnya biaya hidup, kelangkaan bahan bakar, dan krisis keuangan yang tengah melanda Bolivia. Mereka menyatakan bahwa mobilisasi juga bertujuan melindungi cadangan litium, mineral tanah jarang, serta sumber daya mineral strategis milik negara.

Morales turut mempertanyakan efektivitas operasi keamanan yang dijalankan di bawah status darurat yang ditetapkan Presiden Rodrigo Paz. Ia mengaku menerima informasi bahwa sejumlah anggota Angkatan Bersenjata juga menyampaikan ketidakpuasan terhadap kebijakan tersebut.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memicu Gelombang Protes
Internasional

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memicu Gelombang Protes

Pemerintah Azerbaijan memperketat aturan seragam sekolah berbasis sekularisme. Pelanggar terancam sanksi tegas hingga pemecatan.

Lusianti Dwi Cahyani· 3 hari lalu
"Pripun Kabare?" Begini Isi Pidato Bahasa Jawa Anggota Parlemen Malaysia Soal Asap Karhutla
Internasional

"Pripun Kabare?" Begini Isi Pidato Bahasa Jawa Anggota Parlemen Malaysia Soal Asap Karhutla

"Pripun kabare?" momen ketika Kalam Salan mendadak berganti bahasa Jawa dalam sidang Dewan Rakyat Malaysia, desak soal penanganan asap karhutla Indonesia.

Nurul Hidayah· 4 hari lalu
Anggota Parlemen Malaysia Desak Prabowo Atasi Karhutla dengan Serius
Internasional

Anggota Parlemen Malaysia Desak Prabowo Atasi Karhutla dengan Serius

Anggota Parlemen Malaysia, Kalam Salan meminta penanganan serius masalah asap karhutla Indonesia yang sudah lintas batas ke Malaysia.

Nurul Hidayah· 4 hari lalu
Manchester United Sedang Terpuruk, Como Punya Peluang Ciptakan Kejutan di Liga Champions
Internasional

Manchester United Sedang Terpuruk, Como Punya Peluang Ciptakan Kejutan di Liga Champions

Como menjamu Manchester United di Liga Champions 2026/2027. Bermodal kemenangan atas Fiorentina, tim Cesc Fàbregas berpeluang menciptakan kejutan.

Ferdian Trikusuma· 5 hari lalu
PSG Tekuk Barcelona 4-2 di UEFA Champions League, Rekor Sempurna Blaugrana Terhenti
Internasional

PSG Tekuk Barcelona 4-2 di UEFA Champions League, Rekor Sempurna Blaugrana Terhenti

PSG mengalahkan Barcelona 4-2 di Liga Champions 2026/2027. Gol Vitinha dan Fabián Ruiz memastikan kemenangan sekaligus menghentikan rekor sempurna Blaugrana.

Ferdian Trikusuma· 5 hari lalu
Prancis Mencekam! Kerusuhan di Paris, 1.200 Orang Ditangkap
Internasional

Prancis Mencekam! Kerusuhan di Paris, 1.200 Orang Ditangkap

Aksi demonstrasi pada 17-18 Oktober 2026 berubah menjadi peristiwa kelam bagi Prancis. Ratusan aparat terluka, gedung-gedung pemerintahan diserbu.

Lusianti Dwi Cahyani· 6 hari lalu