Ribuan warga Spanyol turun jalan di berbagai kota menuntut penanganan krisis hunian setelah parlemen menolak untuk memberikan perlindungan kepada penyewa, Sabtu (3/10/2026).
Awalnya, pendemo menyerukan aksi mogok umum menggunakan poster sebagai bentuk solidaritas atas pengusiran seorang wanita 87 tahun di Madrid yang diusir dari rumah sewaannya setelah tujuh dekade menetap.
Wanita tersebut bernama Maricarmen. Ia diusir secara dramatis dari rumah sewanya setelah investor internasional membeli hunian tersebut dan menaikan harga sewa sebesar dua ratus persen. Hal ini dilakukan guna mendorong rencana penyewaan jangka panjang untuk apartemen turis.
Mengutip Reuters, situasi demo terpantau ricuh. Tiga demonstran di Mandrid yang juga anggota kelompok populis kanan diamankan polisi setelah ditembak dengan pistol karet. Otoritas setempat mengatakan bahwa ketiganya mencoba memprovokasi para pendemo untuk berkemah di Puerta del Sol, pusat kota Spanyol.
Di tempat lain, tepatnya di Valencia Tenggara, para pendemo juga terlibat bentrok dengan polisi yang menembakan pistol karet dan gas air mata untuk memecah kelompok pendemo. Tiga puluh demonstran berhasil menguasai City of Art & Science sebelum polisi membubarkan mereka.
Sementara itu, rencana aksi turun jalan di Barcelona dan sekitar Hospitalet de Llobregat terpaksa ditunda karena hujan deras.







