Runtut.com

BMKG Ungkap 10 Wilayah Terpanas di Indonesia, Suhu Tertinggi Capai 37,8 Derajat Celsius

Periode kering dan penguatan El Nino turut memengaruhi kondisi suhu udara di sejumlah daerah Indonesia pada awal September 2026.

2 menit baca
5
Runtut.com
Ilustrasi teriknya sinar Matahari saat periode cuaca panas yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada awal September 2026. — Pexels/@Dee Onedeer

RUNTUT.COM - Sejumlah wilayah di Indonesia mengalami suhu maksimum tinggi pada awal September 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu tertinggi mencapai 37,8 derajat Celsius pada periode 8–9 September 2026, dengan Stasiun Meteorologi (Stamet) Kalimarau menjadi lokasi dengan catatan suhu maksimum tertinggi.

Berdasarkan data pengamatan BMKG, suhu panas tersebut terjadi di tengah kondisi sebagian besar wilayah Indonesia yang masih mengalami periode relatif kering pada September. Fenomena cuaca ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer dan perkembangan iklim global yang turut memengaruhi pola suhu serta curah hujan di sejumlah daerah.

Adapun 10 wilayah dengan suhu maksimum tertinggi pada periode 8–9 September 2026 pukul 07.00 WIB, berdasarkan catatan BMKG, yaitu:

  1. Stamet Kalimarau: 37,8 derajat Celsius

  2. Stamet Kasiguncu: 37 derajat Celsius

  3. Staklim Aceh: 36,9 derajat Celsius

  4. Stamet Tanjung Harapan: 36,2 derajat Celsius

  5. Stamet Mutiara Sis-Al Jufri: 35,7 derajat Celsius

  6. Stamet Lampung Utara: 35,6 derajat Celsius

  7. Stamet Sultan Iskandar Muda: 35,4 derajat Celsius

  8. Stamet Maritim Tanjung Emas: 35,4 derajat Celsius

  9. Stamet Sultan Thaha: 35,4 derajat Celsius

  10. Taman Alat Digital Staklim Sumatera Selatan: 35,4 derajat Celsius

Sebelumnya, BMKG juga mencatat suhu maksimum lebih tinggi pada dasarian III Agustus 2026. Saat itu, suhu mencapai 37,9 derajat Celsius yang terukur di Melawi, Kalimantan Barat.

Kondisi panas dan kering yang berlangsung pada awal September juga berkaitan dengan perkembangan fenomena El Nino. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperkirakan fenomena tersebut berpotensi menguat hingga kategori sangat kuat dalam beberapa bulan mendatang. Dampaknya terhadap pola iklim diprediksi masih dapat berlangsung hingga 2027.

Fenomena El Nino merupakan kondisi ketika suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tropis bagian tengah dan timur mengalami peningkatan dibandingkan kondisi normal. Perubahan tersebut dapat memengaruhi pola cuaca global, termasuk berkurangnya peluang hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

BMKG menghimbau masyarakat untuk memperhatikan kondisi tubuh saat melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama ketika suhu udara meningkat. Paparan panas dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga munculnya gejala seperti pusing, sakit kepala, dan tubuh terasa lemas.

Masyarakat disarankan menjaga asupan cairan, mengatur waktu aktivitas luar ruangan, serta menggunakan perlindungan seperti topi, pakaian yang menutup kulit, dan tabir surya untuk mengurangi paparan langsung sinar Matahari.

Selain menjaga kondisi fisik, masyarakat juga diimbau mengikuti informasi terbaru dari BMKG mengenai perkembangan suhu, kondisi cuaca, serta potensi dampak iklim di wilayah masing-masing.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Studi Ungkap Kepiting Tapal Kuda Ternyata Berkerabat Dekat dengan Laba-Laba
Iklim & Lingkungan

Studi Ungkap Kepiting Tapal Kuda Ternyata Berkerabat Dekat dengan Laba-Laba

Riset terbaru mengungkap kepiting tapal kuda memiliki hubungan evolusi dengan laba-laba dan kalajengking melalui analisis data genetika.

Rachmaddani Rizki Saputra· 2 minggu lalu
Karhutla Kalimantan Jadi Alarm, Ilmuwan Bagus Muljadi Desak Kebijakan Lingkungan Berbasis Data dan Riset
Iklim & Lingkungan

Karhutla Kalimantan Jadi Alarm, Ilmuwan Bagus Muljadi Desak Kebijakan Lingkungan Berbasis Data dan Riset

Karhutla Kalimantan kembali terjadi. Ilmuwan Bagus Muljadi dorong pemerintah menjadikan riset sebagai dasar kebijakan mitigasi bencana.

Rachmaddani Rizki Saputra· 21 Agustus 2026
 Merayakan HUT RI ke-81: Usai Karnaval Hari Kemerdekaan Monas Dipenuhi Sampah
Iklim & Lingkungan

Merayakan HUT RI ke-81: Usai Karnaval Hari Kemerdekaan Monas Dipenuhi Sampah

Kemeriahan HUT RI ke-81 di Monas menyisakan sampah dan menjadi bahan refleksi bagi masyarakat Indonesia tentang pentingnya menjaga kebersihan di ruang publik.

Betriani · 18 Agustus 2026
​Sisi Gelap di Balik Lemari Kita: Tren Kilat Fast Fashion
Iklim & Lingkungan

​Sisi Gelap di Balik Lemari Kita: Tren Kilat Fast Fashion

Menguak sisi gelap industri fast fashion. Telusuri bagaimana rantai pasok serat viskose dan rayon memicu deforestasi serta konflik lahan di Indonesia.

Mila Nabilah· 13 Juli 2026
Gender Just Climate Solutions Awards 2026 Dibuka, Soroti Kepemimpinan Perempuan dalam Aksi Iklim
Iklim & Lingkungan

Gender Just Climate Solutions Awards 2026 Dibuka, Soroti Kepemimpinan Perempuan dalam Aksi Iklim

Gender Just Climate Solutions Awards 2026 dibuka untuk menghargai inisiatif yang menggabungkan aksi iklim, kesetaraan gender, dan kepemimpinan perempuan.

Mila Nabilah· 1 Juli 2026
UN Women: Krisis Iklim Tak Bisa Diatasi Tanpa Kepemimpinan Perempuan
Iklim & Lingkungan

UN Women: Krisis Iklim Tak Bisa Diatasi Tanpa Kepemimpinan Perempuan

UN Women menegaskan perempuan masih minim terwakili dalam kebijakan iklim global, padahal kepemimpinan mereka penting bagi aksi iklim yang adil.

Mila Nabilah· 1 Juli 2026