Runtut.com

Merayakan HUT RI ke-81: Usai Karnaval Hari Kemerdekaan Monas Dipenuhi Sampah

Kemeriahan HUT RI ke-81 di Monas menyisakan sampah dan menjadi bahan refleksi bagi masyarakat Indonesia tentang pentingnya menjaga kebersihan di ruang publik.

2 menit baca
10
 Merayakan HUT RI ke-81: Usai Karnaval Hari Kemerdekaan Monas Dipenuhi Sampah
Sisa sampah dari perayaan HUT RI ke-81 di Monas — www.antaranews.com

Jakarta - Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, meninggalkan persoalan kebersihan. Seusai karnaval dan pesta rakyat yang berlangsung pada Senin (17/8/2026).

Berdasarkan Pantauan langsung dari IDN Times di lokasi pada 22.15 WIB. Sisa makanan, kemasan minuman, dan berbagai jenis sampah terlihat di sejumlah titik kawasan Monas.

Terdapat sisa makanan, botol plastik, gelas minuman, dan kemasan makanan terlihat di sejumlah titik setelah pengunjung meninggalkan area acara.

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta kemudian mengerahkan ribuan petugas untuk membersihkan area tersebut. Dalam keterangan yang diterima dari Humas DLH DKI Jakarta Yogi Ikhwan di Jakarta, Selasa, mengatakan sebanyak 1.200 personel dikerahkan untuk melakukan penanganan kebersihan di berbagai titik kegiatan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Bundaran HI, serta sepanjang Jalan Jenderal Sudirman-Thamrin.

Aktivitas petugas kebersihan berlangsung ketika sebagian warga masih menikmati festival musik. Pembersihan dilakukan secara bertahap, selain melakukan pembersihan DLH DKI juga menyediakan tempat sampah terpilah di sejumlah titik kegiatan untuk memudahkan masyarakat membuang sampah pada tempatnya sekaligus membangun kebiasaan memilah sampah.

Namun, kondisi tersebut memunculkan pertanyaan tentang makna kemerdekaan itu sendiri. Masyarakat memang bebas untuk menikmati kemeriahan pesta kemerdekaan

Tetapi kebebasan itu seharusnya diiringi dengan kesadaran untuk menjaga kebersihan ruang publik karena hal tersebut merupakan milik bersama dan kenyamanan di ruang publik merupakan hak bagi setiap orang.



Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Studi Ungkap Kepiting Tapal Kuda Ternyata Berkerabat Dekat dengan Laba-Laba
Iklim & Lingkungan

Studi Ungkap Kepiting Tapal Kuda Ternyata Berkerabat Dekat dengan Laba-Laba

Riset terbaru mengungkap kepiting tapal kuda memiliki hubungan evolusi dengan laba-laba dan kalajengking melalui analisis data genetika.

Rachmaddani Rizki Saputra· 2 minggu lalu
BMKG Ungkap 10 Wilayah Terpanas di Indonesia, Suhu Tertinggi Capai 37,8 Derajat Celsius
Iklim & Lingkungan

BMKG Ungkap 10 Wilayah Terpanas di Indonesia, Suhu Tertinggi Capai 37,8 Derajat Celsius

Periode kering dan penguatan El Nino turut memengaruhi kondisi suhu udara di sejumlah daerah Indonesia pada awal September 2026.

Rachmaddani Rizki Saputra· 10 September 2026
Karhutla Kalimantan Jadi Alarm, Ilmuwan Bagus Muljadi Desak Kebijakan Lingkungan Berbasis Data dan Riset
Iklim & Lingkungan

Karhutla Kalimantan Jadi Alarm, Ilmuwan Bagus Muljadi Desak Kebijakan Lingkungan Berbasis Data dan Riset

Karhutla Kalimantan kembali terjadi. Ilmuwan Bagus Muljadi dorong pemerintah menjadikan riset sebagai dasar kebijakan mitigasi bencana.

Rachmaddani Rizki Saputra· 21 Agustus 2026
​Sisi Gelap di Balik Lemari Kita: Tren Kilat Fast Fashion
Iklim & Lingkungan

​Sisi Gelap di Balik Lemari Kita: Tren Kilat Fast Fashion

Menguak sisi gelap industri fast fashion. Telusuri bagaimana rantai pasok serat viskose dan rayon memicu deforestasi serta konflik lahan di Indonesia.

Mila Nabilah· 13 Juli 2026
Gender Just Climate Solutions Awards 2026 Dibuka, Soroti Kepemimpinan Perempuan dalam Aksi Iklim
Iklim & Lingkungan

Gender Just Climate Solutions Awards 2026 Dibuka, Soroti Kepemimpinan Perempuan dalam Aksi Iklim

Gender Just Climate Solutions Awards 2026 dibuka untuk menghargai inisiatif yang menggabungkan aksi iklim, kesetaraan gender, dan kepemimpinan perempuan.

Mila Nabilah· 1 Juli 2026
UN Women: Krisis Iklim Tak Bisa Diatasi Tanpa Kepemimpinan Perempuan
Iklim & Lingkungan

UN Women: Krisis Iklim Tak Bisa Diatasi Tanpa Kepemimpinan Perempuan

UN Women menegaskan perempuan masih minim terwakili dalam kebijakan iklim global, padahal kepemimpinan mereka penting bagi aksi iklim yang adil.

Mila Nabilah· 1 Juli 2026