Runtut.com

Dibalik Bar VOSCO: Rahasia Menu Pilihan Versi Sang Barista

Menu signature es kopi susu Vosco Coffee dengan karakter rasa bold dan creamy sebagai favorit pelanggan.

4 menit baca
33
Dibalik Bar VOSCO: Rahasia Menu Pilihan Versi Sang Barista
Sajian pastry dan es kopi susu signature di Vosco Coffee dengan konsep klasik dan suasana hangat. — Vosco Coffee

Malang - Vosco Coffee merupakan salah satu cafe yang mengusung konsep klasik dengan menghadirkan menu makanan dan minuman yang affordable,namun tetap mengikuti perkembangan tren kuliner masa kini. Menu di Vosco Coffee lebih mengarah pada comfort food,yaitu berupa sajian makanan yang nyaman dinikmati dalam berbagai suasana yang dapat dipadukan dengan kopi sebagai menu utama. Dengan menghadirkan menu yang bersifat timeless,Vosco Coffee berupaya menciptakan pengalaman bersantai yang sederhana akan tetapi tetap relevan dengan selera konsumen saat ini. Dalam perkembangannya, Vosco Coffee terus menyesuaikan pilihan menu berdasarkan preferensi dan kebutuhan konsumen. Beberapa menu yang dihadirkan antara lain pizza, roti bun, Indonesian platter, hingga berbagai varian es kopi susu yang menjadi favorit pelanggan. 

Nama “Vosco” sendiri memiliki arti gelap atau hitam, yang merepresentasikan identitas klasik dan nuansa hangat yang ingin dibangun oleh kafe tersebut. Namun, seiring berkembangnya tren industri food and beverage (F&B), Vosco Coffee  juga melakukan inovasi dengan menghadirkan menu-menu yang lebih modern dan mengikuti tren pasar tanpa meninggalkan identitas utamanya.  

Inovasi tersebut terlihat dari hadirnya berbagai minuman kopi kekinian seperti Es Kopi Susu Bersama dan Es Kopi Susu Klasik, serta pilihan makanan western klasik yang banyak diminati konsumen. Selain menu kopi, Vosco juga menyediakan varian non-coffee seperti choco dan caramel series yang menjadi alternatif bagi pelanggan yang tidak mengonsumsi kopi. Tidak hanya itu, Vosco juga menghadirkan manual brew untuk memenuhi kebutuhan penikmat kopi yang menginginkan cita rasa kopi yang lebih autentik. 

Salah satu menu signature yang menjadi andalan di Vosco Coffee adalah es kopi susu. Produk ini memiliki karakter rasa yang bold, creamy, dan tetap mempertahankan cita rasa kopi yang kuat. Karakter tersebut menjadi keunggulan tersendiri dibandingkan dengan produk es kopi susu dari beberapa kompetitor yang cenderung lebih dominan rasa susu dibandingkan rasa kopi. Melalui perpaduan rasa yang seimbang tersebut, Vosco berhasil menciptakan identitas produk yang khas dan mampu memberikan pengalaman menikmati kopi yang berbeda bagi konsumennya. 

Buat Gen Z, ngopi itu bukan cuma soal butuh kafein, tapi juga soal rasa. Dari obrolan dengan Naim, seorang barista di Vosco, terlihat jelas kalau konsep kopi yang ditawarkan bukan sekadar minuman biasa, tapi sesuatu yang relate dengan gaya hidup sekarang simple, fleksibel, dan tetap punya karakter.

Semua dimulai dari biji kopi yang nggak asal pilih. Mereka bekerja sama langsung dengan petani dari berbagai daerah seperti Malang, Jawa Tengah, dan Bandung. Biji kopi yang digunakan masih dalam bentuk green bean, yaitu biji kopi mentah yang belum diproses, lalu di-roasting sendiri oleh tim internal. Proses roasting ini penting karena menentukan rasa akhir kopi, mulai dari yang ringan sampai yang bold. Dengan cara ini, kualitas dan rasa bisa lebih terkontrol, jadi setiap gelas yang disajikan tetap konsisten dan sesuai standar.

Menariknya, kopi di sini juga didesain untuk semua tipe penikmat kopi, termasuk yang sering bilang “nggak kuat kopi” karena terlalu asam. Mereka menggunakan kombinasi arabica dan robusta, di mana arabica punya rasa yang lebih ringan dan sedikit asam, sementara robusta lebih kuat dan pahit dengan kafein yang lebih tinggi. Nah, salah satu menu yang cukup mencerminkan kebutuhan Gen Z adalah classic caffeine booster, yaitu racikan dengan persentase robusta lebih banyak. Hasilnya, kopi jadi lebih ramah di lambung karena tingkat keasamannya lebih rendah, tapi tetap punya efek “melek” yang dicari banyak orang.

Kalau kamu tipe yang suka kopi dengan rasa creamy dan lebih bold, es kopi susu jadi pilihan yang paling aman. Rasanya lebih smooth, nggak terlalu tajam, dan cocok diminum sambil kerja, nongkrong, atau sekadar recharge energi di tengah aktivitas padat. Ini yang bikin kopi jadi terasa lebih approachable, bahkan untuk yang baru mulai suka kopi.

Nggak cuma minuman, pengalaman ngopi juga dilengkapi dengan pilihan makanan yang cocok dipadukan. Mulai dari pastry seperti croissant almond dan pain au chocolat yang buttery dan ringan, sampai menu lokal seperti Indonesian platter yang lebih gurih dan “berisi”. Kombinasi ini bikin ngopi jadi lebih dari sekadar minum, tapi juga jadi momen santai yang bisa dinikmati dengan berbagai cara.

Akhirnya, yang ditawarkan bukan cuma kopi, tapi sebuah experience yang dekat dengan keseharian Gen Z. Fleksibel dalam rasa, relatable dengan kebutuhan, dan tetap punya kualitas yang terjaga. Karena di balik setiap kopi yang diminum, selalu ada cerita, proses, dan effort yang bikin semuanya terasa lebih berarti.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Bayar Makin Praktis, Benarkah Transaksi Nontunai Bikin Orang Lebih Boros?
Gaya Hidup

Bayar Makin Praktis, Benarkah Transaksi Nontunai Bikin Orang Lebih Boros?

Perubahan cara membayar membuat transaksi sehari-hari semakin praktis. Pembayaran nontunai tumbuh pesat, sementara uang tunai masih digunakan masyarakat.

Muhammad Rafi Ashidiq· 3 hari lalu
5 Tips Mengatur Keuangan Bulanan agar Mahasiswa Tidak Bokek di Akhir Bulan
Gaya Hidup

5 Tips Mengatur Keuangan Bulanan agar Mahasiswa Tidak Bokek di Akhir Bulan

Sering bokek sebelum akhir bulan? Coba lima tips mengatur uang bulanan ini, mulai dari mencatat pengeluaran sampai bijak memakai paylater.

Rayda Iskandar· 4 hari lalu
Tren Lari di Kalangan Gen Z, dari Pengusir Doomscrolling hingga Ruang Komunitas
Gaya Hidup

Tren Lari di Kalangan Gen Z, dari Pengusir Doomscrolling hingga Ruang Komunitas

Lari kini menjadi bagian dari gaya hidup Gen Z, dari aktivitas fisik hingga ruang bertemu dan membangun komunitas di tengah rutinitas digital.

Muhammad Rafi Ashidiq· 1 minggu lalu
Pesona Blok M Sebagai Jantung Budaya dan Tempat Nongkrong Lintas Generasi di Jakarta Selatan
Gaya Hidup

Pesona Blok M Sebagai Jantung Budaya dan Tempat Nongkrong Lintas Generasi di Jakarta Selatan

Jelajahi daya tarik Blok M sebagai pusat budaya Jakarta Selatan. Temukan perpaduan unik memori masa lalu, kafe kekinian, dan kawasan kuliner Little Tokyo.

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu
5 Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Menyampaikan Komplain ke Customer Service
Gaya Hidup

5 Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Menyampaikan Komplain ke Customer Service

5 hal yang sebaiknya dihindari saat komplain ke customer service agar keluhan tidak makin rumit dan lebih mudah mendapatkan penyelesaian.

Rayda Iskandar· 1 minggu lalu
Menghadapi Perubahan Dunia Kerja, Mengapa Manusia Perlu Terus Belajar?
Gaya Hidup

Menghadapi Perubahan Dunia Kerja, Mengapa Manusia Perlu Terus Belajar?

Perubahan teknologi dan dunia bisnis menuntut tenaga kerja terus belajar agar mampu beradaptasi dan tetap relevan menghadapi kebutuhan masa depan.

Fadia Luthfiani· 1 minggu lalu