Runtut.com

Back to Retro, Mojokerto Dolanan Ajak Warga Bernostalgia dan Bermain Tanpa Gadget

Mojokerto Dolanan Vol.02 mengusung tema Back to Retro untuk menghadirkan nostalgia permainan tradisional, kostum jadul, dan ruang bermain lintas usia.

2 menit baca
10
Back to Retro, Mojokerto Dolanan Ajak Warga Bernostalgia dan Bermain Tanpa Gadget
Mojokerto Dolanan Vol.02 menjadi ruang nostalgia bagi warga yang ingin mengenang kembali keseruan permainan masa kecil. — Foto: Dok. Panitia

Di tengah aktivitas harian yang semakin padat dan serba digital, Mojokerto Dolanan Vol.02 hadir dengan konsep yang sederhana tetapi mengena: kembali bermain.

Mengusung tema Back to Retro, kegiatan yang digelar di Pasar Ketidur, Surodinawan, Sabtu, 16 Mei 2026, ini mengajak warga Mojokerto bernostalgia dengan suasana permainan tradisional. Peserta tidak hanya datang untuk bermain, tetapi juga mengenakan dresscode retro style, mengikuti best costume, dan menikmati suasana pasar yang dihidupkan kembali oleh komunitas.

Putri, penanggung jawab acara Mojokerto Dolanan, menjelaskan bahwa tema retro dipilih karena masih sejalan dengan semangat dolanan tradisional. Menurutnya, permainan tradisional identik dengan suasana era 70-an, 80-an, dan 90-an.

“Karena temanya dolanan tradisional, kita mau mengangkat sesuatu yang berbau era permainan tradisional, era 70, 80, 90-an. Retro masuk dalam kategori tema jadul,” kata Putri.

Konsep berbeda di setiap volume juga menjadi strategi panitia agar Mojokerto Dolanan tidak terasa monoton. Kegiatan intinya tetap bermain permainan tradisional, tetapi kemasannya dibuat lebih menarik.

“Sebenarnya kegiatannya masih sama, bermain jadul. Cuma konsepnya dibedakan, dibungkus lebih menarik lagi,” ujar Putri.

Dresscode retro style dipakai untuk menarik audiens dan meramaikan suasana. Panitia juga menyiapkan best costume pilihan panitia bagi peserta yang tampil paling sesuai tema.

“Tujuannya menarik audiens dan meramaikan. Untuk best costume, kita memilih teman-teman yang sesuai dengan tema,” kata Putri.

Selain dresscode, doorprize juga menjadi salah satu pemancing minat peserta. Menurut Putri, hadiah bukan tujuan utama, tetapi bisa membuat warga semakin tertarik datang dan ikut bermain.

Di acara tersebut, peserta memainkan berbagai permainan seperti gobak sodor, lompat tali, kucing-kucingan, kasti, dakon, monopoli, ular tangga, catur, dan kelereng. Suasana kegiatan berlangsung ramai. Anak-anak, keluarga, komunitas, dan masyarakat umum ikut membaur.

“Banyak anak-anak, banyak keluarga yang datang bawa anaknya, bawa saudaranya, suami istri juga. Dari komunitas dan masyarakat umum juga banyak,” ujar Putri.

Bagi sebagian orang tua, kegiatan ini menjadi ruang nostalgia. Mereka bisa kembali mengingat masa kecil ketika permainan belum didominasi layar. Bagi anak-anak, Mojokerto Dolanan menjadi pengalaman baru: bermain tanpa gadget, bertemu teman baru, dan merasakan keseruan permainan fisik di ruang terbuka.

Putri menyebut salah satu tujuan kegiatan ini memang untuk memperkenalkan kembali euforia bermain tanpa gadget. Ia melihat banyak orang hari ini memiliki banyak hiburan digital, tetapi tetap merasa stres.

“Sekarang orang pakai gadget tapi makin stres. Banyak hiburan tapi mereka stres. Jadi kita menghadirkan permainan ini supaya teman-teman merasakan euforianya bermain tanpa gadget,” katanya.

Mojokerto Dolanan membuktikan bahwa hiburan tidak selalu harus mahal, digital, atau rumit. Kadang, yang dibutuhkan hanya ruang terbuka, teman bermain, permainan lama, dan kemauan untuk tertawa bersama.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Tren Lari di Kalangan Gen Z, dari Pengusir Doomscrolling hingga Ruang Komunitas
Gaya Hidup

Tren Lari di Kalangan Gen Z, dari Pengusir Doomscrolling hingga Ruang Komunitas

Lari kini menjadi bagian dari gaya hidup Gen Z, dari aktivitas fisik hingga ruang bertemu dan membangun komunitas di tengah rutinitas digital.

Muhammad Rafi Ashidiq· 3 hari lalu
Pesona Blok M Sebagai Jantung Budaya dan Tempat Nongkrong Lintas Generasi di Jakarta Selatan
Gaya Hidup

Pesona Blok M Sebagai Jantung Budaya dan Tempat Nongkrong Lintas Generasi di Jakarta Selatan

Jelajahi daya tarik Blok M sebagai pusat budaya Jakarta Selatan. Temukan perpaduan unik memori masa lalu, kafe kekinian, dan kawasan kuliner Little Tokyo.

Ferdian Trikusuma· 3 hari lalu
5 Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Menyampaikan Komplain ke Customer Service
Gaya Hidup

5 Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Menyampaikan Komplain ke Customer Service

5 hal yang sebaiknya dihindari saat komplain ke customer service agar keluhan tidak makin rumit dan lebih mudah mendapatkan penyelesaian.

Rayda Iskandar· 5 hari lalu
Menghadapi Perubahan Dunia Kerja, Mengapa Manusia Perlu Terus Belajar?
Gaya Hidup

Menghadapi Perubahan Dunia Kerja, Mengapa Manusia Perlu Terus Belajar?

Perubahan teknologi dan dunia bisnis menuntut tenaga kerja terus belajar agar mampu beradaptasi dan tetap relevan menghadapi kebutuhan masa depan.

Fadia Luthfiani· 5 hari lalu
Kenali 5 Hal yang Perlu Dihindari Moderator agar Diskusi Berjalan Efektif
Gaya Hidup

Kenali 5 Hal yang Perlu Dihindari Moderator agar Diskusi Berjalan Efektif

Moderator punya peran penting dalam menjaga diskusi tetap terarah. Kenali lima kesalahan yang sering dilakukan agar jalannya diskusi tetap efektif.

Rayda Iskandar· 1 minggu lalu
Dari Charity Run hingga Kesehatan Mental, Mengapa Tren Lari Terus Bertumbuh?
Gaya Hidup

Dari Charity Run hingga Kesehatan Mental, Mengapa Tren Lari Terus Bertumbuh?

Tren lari tak lagi sekadar olahraga. Dari charity run untuk penyintas kanker hingga kampanye kesehatan mental, menjadi gerakan sosial yang terus berkembang.

Mila Nabilah· 6 Juli 2026