Runtut.com

Sidang PTUN Ungkap Dampak Jalan PSN terhadap Hutan Merauke

Sidang gugatan jalan PSN Merauke mengungkap kesaksian warga adat tentang pembabatan hutan, dampak terhadap mata pencaharian, dan dugaan pelanggaran izin.

6 menit baca
12
Sidang agenda keterangan saksi di PTUN Jayapura
Sidang gugatan proyek pembangunan jalan sepanjang 135 kilometer dari Wanam hingga Muting kembali digelar dengan agenda keterangan saksi di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jayapura pada Selasa, 7 Juli 2026. — Greenpeace

JAYAPURA – Sidang gugatan terhadap proyek pembangunan jalan sepanjang 135 kilometer yang menghubungkan Wanam hingga Muting, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, kembali digelar di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jayapura pada Selasa (7/7/2026). Persidangan memasuki agenda pemeriksaan saksi dari pihak penggugat, yang menghadirkan tiga orang saksi untuk memperkuat dalil bahwa proyek tersebut telah menimbulkan kerugian bagi Masyarakat Adat sekaligus berdampak terhadap lingkungan.

Perkara ini menjadi salah satu gugatan penting terkait pembangunan infrastruktur yang mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan. Jalan sepanjang 135 kilometer tersebut merupakan bagian dari infrastruktur penunjang proyek pangan dan energi pemerintah di Merauke, sekaligus disebut memiliki fungsi strategis untuk meningkatkan konektivitas kawasan.

Dalam sidang tersebut, dua orang Masyarakat Adat dari Merauke menyampaikan kesaksian mengenai perubahan yang mereka alami sejak pembangunan jalan dimulai. Sementara seorang peneliti senior Greenpeace Indonesia memaparkan temuan mengenai perubahan tutupan hutan berdasarkan analisis citra satelit dan pemantauan udara.

Masyarakat Adat Mengaku Tidak Pernah Mendapat Sosialisasi

Dua saksi yang dihadirkan penggugat adalah Marselino K dari Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, dan Norton K dari Kampung Nakias, Distrik Ngguti. Keduanya mengaku menyaksikan langsung aktivitas pembukaan hutan yang dilakukan untuk pembangunan jalan.

Menurut kesaksian mereka di persidangan, pekerjaan dimulai tanpa adanya sosialisasi maupun pemberitahuan kepada masyarakat adat yang wilayah ulayatnya terdampak. Mereka menyebut tidak pernah menerima penjelasan resmi dari pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, maupun kementerian yang terlibat dalam pembangunan proyek tersebut.

Norton K mengatakan kawasan hutan milik marganya mulai dibuka sekitar tiga kilometer pada 2 September 2025. Sebelum pembukaan dilakukan, masyarakat telah menyampaikan penolakan melalui aksi pemalangan dengan memasang salib berwarna merah sebagai simbol larangan memasuki wilayah adat. Meski demikian, menurut Norton, pembukaan lahan tetap berlanjut.

Sidang agenda keterangan saksi di PTUN Jayapura
Norton K, Masyarakat Adat Malind saat memberikan kesaksian dalam sidang gugatan proyek pembangunan jalan sepanjang 135 kilometer dari Wanam hingga Muting di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jayapura pada Selasa, 7 Juli 2026. — Greenpeace

Kesaksian serupa disampaikan Marselino K. Ia mengatakan alat berat mulai memasuki Kampung Wanam sejak Agustus 2024. Menurutnya, jalan yang sedang dibangun bukanlah jalur yang selama ini digunakan masyarakat untuk bepergian maupun menjalankan aktivitas sehari-hari.

"Jalan itu justru membelah kawasan hutan dan perkampungan. Masyarakat tidak menggunakan jalur tersebut untuk berkegiatan," ungkapnya dalam persidangan.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Terekam CCTV! Mobil Pelat D 1301 ALA Kabur Tanpa Bayar Usai Isi Pertalite di SPBU Caringin
Daerah

Terekam CCTV! Mobil Pelat D 1301 ALA Kabur Tanpa Bayar Usai Isi Pertalite di SPBU Caringin

Sebuah mobil hitam kabur dari SPBU Caringin (28/9/2026) tanpa membayar usai isi Pertalite karena petugas sedang sibuk melayani kendaraan lain.

Maya Sintasari· 1 minggu lalu
Ledakan Gegerkan Ruko Pakuwon, Begini Kondisi Terkini
Daerah

Ledakan Gegerkan Ruko Pakuwon, Begini Kondisi Terkini

Ledakan terjadi di salah satu ruko di kawasan Pakuwon. Insiden tersebut membuat warga sekitar panik dan menarik perhatian petugas.

Lusianti Dwi Cahyani· 1 minggu lalu
Influenza Merebak di Jawa Timur, Siapa Paling Berisiko?
Daerah

Influenza Merebak di Jawa Timur, Siapa Paling Berisiko?

Kasus influenza di Jawa Timur menjadi perhatian. Kenali gejala, cara penularan, serta langkah pencegahan agar terhindar dari infeksi influenza.

Lusianti Dwi Cahyani· 2 minggu lalu
Mantapkan Persiapan Porprov XVII Jateng, Tim Sepak Takraw Batang Jalani Try Out di PPOP Jakarta
Daerah

Mantapkan Persiapan Porprov XVII Jateng, Tim Sepak Takraw Batang Jalani Try Out di PPOP Jakarta

Jelang Porprov XVII Jateng, tim sepak takraw Batang asah mental dan kemampuan lewat try out melawan atlet PPOP dan PPLM Jakarta.

Nurul Hidayah· 2 minggu lalu
Kebakaran Hebat Landa Pabrik Sepatu di Desa Kalen Mojokerto, 4 Unit Damkar Diterjunkan
Daerah

Kebakaran Hebat Landa Pabrik Sepatu di Desa Kalen Mojokerto, 4 Unit Damkar Diterjunkan

Kebakaran hebat melanda pabrik sepatu di Desa Kalen, Dlanggu, Mojokerto pada Kamis (17/9/2026). Asap hitam pekat membumbung, 4 unit PMK diterjunkan ke lokasi.

Maya Sintasari· 17 September 2026
Kepanikan Massal! Puluhan Siswa SDN 1 Beber Lombok Tengah Keracunan Usai Santap Menu Makan Bergizi Gratis
Daerah

Kepanikan Massal! Puluhan Siswa SDN 1 Beber Lombok Tengah Keracunan Usai Santap Menu Makan Bergizi Gratis

Puluhan siswa SDN 1 Beber, Lombok Tengah keracunan massal pada Jumat (11/9/2026) usai menyantap hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.

Maya Sintasari· 11 September 2026