JAWA TIMUR – Kasus infeksi Influenza A termasuk subtipe H3N2 mengalami lonjakan di Jawa Timur, khususnya di Kota Surabaya, sepanjang pertengahan hingga akhir tahun 2026.
Dinkes (Dinas Kesehatan) Kota Surabaya mencatat lebih dari 40.000 kasus influenza tipe A. Penyebaran infeksi ini tercatat pada bulan Januari hingga Agustus 2026. dengan peningkatan sekitar 10% pada periode Agustus-September.
Kasus ini juga terdeteksi menyebar di beberapa wilayah lain seperti Malang, Pasuruan, dan Situbondo. Kemenkes RI mendeteksi varian seperti Influenza A (H3N2) subclade K di 13 provinsi.
Subclade K merupakan bukan jenis virus baru, melainkan bagian dari influenza A (H3N2) yang telah mengalami mutasi.
Meski termasuk bagian dari flu musiman, spesialis paru dari RS Paru Persahabatan Prof dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) beberapa waktu lalu mengingatkan influenza A (H3N2) subclade K ini memiliki karakter mutasi yang berbeda dan cenderung lebih agresif saat menginfeksi tubuh.
Dia menjelaskan influenza A subclade K memiliki sifat lebih agresif yang dipicu beberapa faktor Laju replikasi varian ini lebih cepat dalam saluran napas sehingga meningkatkan jumlah virus yang diproduksi.
Di samping itu, influenza A subclade K memiliki inkubasi lebih cepat sehingga gejala lebih cepat muncul. Secara klinis, pasien Subclade K sering kali mengalami gejala yang cukup berat dibandingkan flu biasa dan COVID-19
Siapa yang paling berisiko?

Dinkes (Dinas Kesehatan) Kota Surabaya mencatat lebih dari 40.000 kasus influenza tipe A. Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDA I) beberapa waktu lalu menyatakan, influenza A termasuk H3N2 dan subclade K, dapat menyebabkan kondisi yang lebih berat pada kelompok berisiko tinggi.
Kelompok risiko tinggi terbagi menjadi dua, yang pertama adalah balita, dan yang kedua lansia, ini bisa menimbulkan keparahan yang lebih tinggi daripada kelompok usia lain.
Selain faktor usia, risiko lebih tinggi juga terdapat pada orang dengan penyakit atau kondisi yang menyebabkan kondisi imun tubuh menurun. Kelompok ini antara lain pasien dengan penyakit jantung, kanker, HIV, serta yang mengonsumsi obat penekan sistem imun termasuk untuk kondisi autoimun.
PENCEGAHANNYA

Cara pencegahan virus influenza salin vaksinasi, yaitu dengan cara menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan langkah yang paling efektif dalam pencegahan flu. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan sebagai pencegahan virus influenza:








