Respons skandal penyadapan Presiden Prabowo, SBY kritik tajam kondisi politik Indonesia yang dinilai halalkan segala cara demi kekuasaan.
RUNTUT.COM — Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan keprihatinan mendalam terkait dinamika politik nasional melalui akun X pribadinya pada Rabu (4/11/2026). Cuitan tersebut sebagai respons SBY atas polemik penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat ini menyoroti maraknya praktik yang dinilai menghalalkan segala cara demi kekuasaan.
"Kok jadi begini negara kita. Kok begini liar politik kita. Sepertinya untuk mendapatkan kekuasaan (political power) cara apapun dibenarkan. Tidak peduli baik atau buruk. Bermoral atau tidak bermoral," tulis SBY di akun X pribadinya (4/11/2026).
Pernyataan keras itu muncul hanya berselang sehari setelah Bareskrim Polri menetapkan mantan Kapolri sekaligus Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal Polisi (Purn) Listyo Sigit Prabowo, sebagai tersangka.
Listyo Sigit bersama dua perwira tinggi Polri lainnya, Irjen Ahrie Sonta Nasution dan Irjen Eko Hadi Santoso, diduga terlibat dalam aksi penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto serta sejumlah tokoh politik, jurnalis, dan pejabat negara sepanjang periode 2025–2026. SBY mengkhawatirkan atmosfer politik yang tidak sehat ini dapat memicu ketakutan publik.
"Saya khawatir kalau akhirnya rakyat merasa takut dan tidak tenteram hidup di negaranya sendiri," lanjut SBY.
Di akhir twitnya, SBY menyampaikan permohonan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah tegas guna memulihkan etika bernegara. Ia berharap kepala negara dapat menghidupkan kembali politik yang berkeadaban demi mengemban amanah rakyat.
"Sebagai warga bangsa yang sangat mencintai negeri ini, seperti warga negara Indonesia yang lain, saya bermohon kepada Presiden Prabowo untuk menghidupkan kembali politik yang berkeadaban. Ini panggilan sejarah. Ini amanah rakyat. Semoga Tuhan memberikan kekuatan dan tuntunan kepada Pak Prabowo untuk menjalankan misi mulia ini," pungkasnya.
Unggahan itu kontan viral di media sosial, memicu jutaan tayangan dan puluhan ribu respons dari netizen yang ikut berdiskusi hangat mengenai skandal penyadapan terbesar di lingkaran kekuasaan saat ini.
Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab