Runtut.com
AmerikaBreaking News

Krisis Ueno Bank Guncang Paraguay, Pengunduran Diri Presiden Santiago Pena Ditolak

Krisis Ueno Bank mengguncang Paraguay. Pengunduran diri Santiago Peña ditolak parlemen, sementara kejaksaan menyelidiki dugaan penyimpangan.

3 menit baca
1
Runtut.com
Presiden Paraguay Santiago Peña mengumumkan pengunduran dirinya pada 5 November 2026 di tengah krisis Ueno Bank. Parlemen menolak pengunduran diri tersebut dan tetap melanjutkan proses pemakzulan. — Instagram/@santipenapy

AMERIKA - Pengunduran diri Presiden Paraguay Santiago Peña belum mengakhiri krisis politik yang dipicu kolapsnya Ueno Bank. Parlemen menolak tawaran pengunduran dirinya dan tetap melanjutkan proses pemakzulan, sementara kejaksaan membuka penyelidikan pidana terkait pengawasan bank, penanganan kegagalannya, serta penempatan dana publik di lembaga keuangan tersebut.

Peña mengumumkan pengunduran dirinya melalui pernyataan video pada Kamis (5/11/2026). Ia menyebut keputusan itu diambil demi menjaga stabilitas negara, ketenteraman masyarakat, dan keberlangsungan institusi demokrasi.

Namun, beberapa saat setelah pengumuman tersebut, DPR Paraguay menyetujui proses pemakzulan secara bulat. Kedua kamar parlemen kemudian menolak tawaran pengunduran dirinya sehingga proses politik terhadap Peña berlanjut ke Senat.

Penolakan tersebut berkaitan dengan konsekuensi hukum dan politik dari pengunduran diri. Sejumlah anggota parlemen menilai Peña perlu tetap menjalani proses pemakzulan agar tidak memperoleh perlindungan hukum yang berpotensi melekat pada status senator seumur hidup.

Wakil Presiden Pedro Alliana disiapkan untuk menggantikan Pena apabila presiden diberhentikan melalui mekanisme konstitusional. Krisis bermula ketika Bank Sentral Paraguay mengambil alih Ueno Bank pada awal pekan ini setelah menemukan persoalan serius dalam kondisi keuangan lembaga tersebut.

Pemeriksaan regulator menemukan penyaluran kredit berisiko kepada perusahaan yang terhubung dengan pemilik bank, dokumentasi pinjaman yang tidak memadai, serta pengeluaran yang keliru dicatat sebagai aset. Setelah pembukuan dikoreksi, modal Ueno tercatat kurang dari separuh batas minimum yang diwajibkan.

Dampaknya langsung dirasakan nasabah. Aplikasi, kartu, dan layanan transfer Ueno berhenti beroperasi, sedangkan sejumlah kantor cabangnya tutup. Kondisi tersebut membuat sekitar tiga juta nasabah kehilangan akses sementara terhadap rekening dan simpanan mereka. Jumlah itu setara dengan sekitar 60 persen populasi dewasa Paraguay.

Persoalan semakin besar karena Ueno mengelola sekitar 800 juta dolar AS dana publik, termasuk simpanan lembaga negara dan dana terkait pensiun. Pemerintah kemudian menyiapkan mekanisme pengembalian simpanan melalui dana penjaminan. Otoritas menyatakan jaminan tersebut diperkirakan dapat mencakup seluruh saldo sekitar 97 persen nasabah.

Di tengah ketidakpastian pengembalian dana, demonstrasi berlangsung di ibu kota Asunción. Nasabah, pensiunan, pekerja, dan mahasiswa turun ke jalan menuntut pertanggungjawaban pemerintah serta kepastian atas simpanan mereka.

Penutupan bank juga berdampak pada ketenagakerjaan. Kementerian Tenaga Kerja memperkirakan sekitar 7.000 pekerjaan langsung dan tidak langsung terdampak.

Kejaksaan kini menyelidiki tiga aspek utama, yakni pengawasan regulator terhadap Ueno, penanganan kegagalan bank, dan penempatan dana publik. Peña termasuk pihak yang masuk dalam penyelidikan, tetapi hal tersebut belum berarti ia telah dinyatakan bersalah. Ia menyatakan bersedia bekerja sama dengan penyidik.

Kasus ini memperlihatkan bagaimana kegagalan satu lembaga keuangan dapat berkembang menjadi persoalan nasional ketika menyangkut simpanan masyarakat, dana publik, dan dugaan konflik kepentingan pejabat. Proses hukum dan pemeriksaan parlemen akan menentukan pertanggungjawaban pihak-pihak yang terlibat.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua