Flavio Bolsonaro unggul tipis atas Lula di putaran pertama pemilu Brasil. Keduanya bertarung lagi pada 25 Oktober 2026. Simak datanya.
Senator Flavio Bolsonaro dari Partai Liberal meraih suara terbanyak pada putaran pertama pemilihan presiden Brasil, Minggu (4/10/2026), mengungguli Presiden petahana Luiz Inacio Lula da Silva. Karena tidak ada kandidat yang melewati 50 persen, keduanya akan bertarung lagi pada 25 Oktober.
Selisih tipis, di luar perkiraan survei
Dengan hampir seluruh suara dihitung, Flavio Bolsonaro meraih sekitar 56 juta suara atau 47,2 persen, sedangkan Lula 53,7 juta suara atau 45 persen, menurut laporan DW yang dimuat detikcom. Media lain menulis angkanya sedikit berbeda, sekitar 47,08 persen untuk Flavio, seperti dilaporkan Demokratis, karena sumber memakai tahap penghitungan berbeda.
Hasil ini mengejutkan. Menurut Kontan yang mengutip Reuters, sejumlah survei menjelang pemungutan suara menunjukkan Lula berpeluang memimpin putaran pertama, tetapi belum cukup kuat untuk menghindari putaran kedua. Kompas.id menyebut perolehan Flavio melampaui capaian ayahnya, mantan Presiden Jair Bolsonaro, pada 2018 dan 2022.
Otoritas pemilu Brasil menyatakan pemungutan suara berlangsung normal dan belum menemukan risiko campur tangan internasional, menurut Kontan.
Apa yang ditawarkan kedua kubu
Menurut Kontan, Flavio berusaha memanfaatkan kekecewaan pemilih terhadap Lula dan mengandalkan suara protes. Lula, yang berusia 80 tahun dan mengincar masa jabatan keempat, menawarkan bantuan sosial dan keringanan utang rumah tangga.
Lula mengakui hasil itu di luar dugaan. Ia mengaku yakin menang pada putaran pertama dan mengatakan kampanye baru akan dimulai keesokan harinya, menurut DW. Flavio, yang berbicara di Rio de Janeiro, menyatakan Brasil menginginkan perubahan, seperti dikutip Pelita Karawang.
Putaran kedua 25 Oktober
Dalam sistem Brasil, kandidat harus meraih lebih dari 50 persen suara sah untuk menang langsung pada putaran pertama, kata Journalarta. Perhatian kini tertuju pada kemampuan masing-masing kandidat menarik pemilih yang sebelumnya tidak memilih mereka. Jika angka 47,2 dan 45 persen tadi dijumlahkan, sekitar 8 persen suara sah menyebar ke kandidat lain, dan ke mereka serta kelompok yang tidak memilih itulah kedua kubu akan berebut.
Journalarta juga mencatat Minas Gerais kembali menjadi wilayah kunci dan bahwa Bloomberg Politics melaporkan reaksi pasar aset Brasil terhadap hasil ini.
Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab