Runtut.com
InternasionalBreaking News

325 Orang Ditangkap dalam Aksi Dukung Palestine Action di Inggris, Ada Lansia 94 Tahun

Inggris menangkap ratusan demonstran yang menyuarakan dukungan kepada Palestine Action. Kebijakan pelarangan organisasi itu kini digugat di pengadilan.

3 menit baca
1
Runtut.com
Demonstran pro-Palestina membawa bendera Palestina dan membentangkan spanduk saat mengikuti aksi solidaritas di London, Inggris. Aksi tersebut menjadi bagian dari gelombang protes yang menyoroti konflik di Gaza dan kebijakan pemerintah Inggris terhadap dukungan kepada Palestine Action. — Getty Images/@Guy Smallman

INGGRIS—Sebanyak 325 orang ditangkap kepolisian London setelah mengikuti demonstrasi yang menyatakan dukungan kepada Palestine Action di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Sabtu (31/10/2026).

Jumlah tersebut meningkat dari laporan awal sebanyak 139 orang. Sebagian besar penangkapan dilakukan karena peserta diduga menyatakan dukungan terhadap organisasi yang telah dilarang pemerintah Inggris berdasarkan undang-undang antiterorisme.

Aksi berlangsung di kawasan Nine Elms, London Selatan, menjelang sidang banding di Mahkamah Agung Inggris pada 4 November 2026. Demonstrasi diikuti ratusan orang, termasuk sejumlah pensiunan dan aktivis lanjut usia.

Mereka membawa poster bertuliskan penolakan terhadap genosida dan dukungan kepada Palestine Action. Salah satu peserta yang ditangkap adalah Margaret Owen, pengacara hak asasi manusia berusia 94 tahun.

Kepolisian Metropolitan London mengonfirmasi bahwa 325 orang ditangkap dalam aksi tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 320 orang diduga melanggar ketentuan yang melarang dukungan terhadap organisasi terlarang berdasarkan Undang-Undang Terorisme. Polisi menyatakan masih meninjau bukti dan membuka kemungkinan tindakan lanjutan terhadap peserta lain.

Penangkapan tersebut berkaitan dengan status hukum Palestine Action yang ditetapkan sebagai organisasi terlarang pada Juli 2025. Larangan itu membuat keanggotaan maupun tindakan menyatakan dukungan terhadap kelompok tersebut dapat diproses sebagai tindak pidana. Pelanggar ketentuan itu terancam hukuman penjara maksimal 14 tahun.

Pemerintah Inggris menetapkan larangan setelah sejumlah aktivis Palestine Action melakukan aksi langsung terhadap fasilitas industri pertahanan yang memiliki hubungan dengan Israel.

Runtut.com
Demonstran pro-Palestina menggelar aksi die-in dengan berbaring di jalan sambil membawa poster dan spanduk yang menyerukan penghentian serangan di Gaza dan Lebanon. Aksi di London, Inggris, tersebut menggambarkan protes terhadap jatuhnya korban sipil dan krisis kemanusiaan di kawasan itu. — Getty Images/@Guy Smallman

Salah satu insiden yang menjadi dasar kebijakan tersebut terjadi di pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) Brize Norton. Aktivis menerobos pangkalan dan merusak dua pesawat militer.

Pemerintah beralasan pelarangan diperlukan karena aktivitas kelompok tersebut dinilai telah melampaui bentuk protes politik dan melibatkan tindakan kekerasan serta perusakan. Namun, kebijakan itu menuai kritik dari kelompok pembela kebebasan sipil.

Mereka menilai pelarangan organisasi dan penangkapan orang yang menyatakan dukungan berpotensi membatasi kebebasan berekspresi dan hak menyampaikan pendapat.

Kelompok penyelenggara demonstrasi, Defend Our Juries, menyebut aksi tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap kriminalisasi dukungan kepada Palestine Action. Mereka juga mempermasalahkan penangkapan peserta yang membawa poster sebagai bentuk pernyataan politik.

Menurut kelompok itu, jumlah penangkapan terkait dukungan terhadap Palestine Action sejak larangan diberlakukan telah mencapai sekitar 4.200 orang.

Persoalan legalitas pelarangan kini memasuki proses hukum lanjutan. Mahkamah Agung Inggris dijadwalkan memeriksa gugatan terhadap keputusan pemerintah pada 4 November. Sebelumnya, Pengadilan Tinggi sempat menyatakan pelarangan tersebut tidak sah pada Februari 2026, tetapi putusan itu dibatalkan Pengadilan Banding pada Juni tahun yang sama.

Sidang mendatang akan menguji batas kewenangan negara dalam melarang organisasi berdasarkan undang-undang antiterorisme sekaligus perlindungan kebebasan berekspresi. Putusan pengadilan nantinya menjadi bagian penting dalam menentukan kelanjutan status hukum Palestine Action di Inggris.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Learjet Jatuh di Permukiman Florida, Sembilan Orang di Dalam Pesawat TewasBreaking
Internasional

Learjet Jatuh di Permukiman Florida, Sembilan Orang di Dalam Pesawat Tewas

Jet bisnis Learjet 60 jatuh di permukiman Florida dan menewaskan sembilan orang. NTSB dan FAA menyelidiki penyebab kecelakaan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 7 jam lalu
Menteri Luar Negeri Iran Menilai Surat Panggilan AS sebagai Langkah Positif
Internasional

Menteri Luar Negeri Iran Menilai Surat Panggilan AS sebagai Langkah Positif

Delegasi Iran di Doha berupaya membicarakan kemungkinan dialog tersebut dengan mediator. “Asisten saya saat ini berada di Qatar untuk melanjutkan konsultasi."

Andini Putri Lestari· 1 hari lalu
Menilik Tradisi Unik Perayaan Halloween di Berbagai Belahan Dunia
Internasional

Menilik Tradisi Unik Perayaan Halloween di Berbagai Belahan Dunia

Di balik kemeriahan akhir Oktober, ada sejarah ritual kuno Keltik, tradisi ziarah khidmat, hingga fenomena pop kultur modern di berbagai belahan dunia.

Lusianti Dwi Cahyani· 2 hari lalu
Bukan Soal Perang Dunia III, Ini Alasan Utama Inggris, Jepang, dan AS Minta Warganya Menyimpan Stok Makanan Darurat
Internasional

Bukan Soal Perang Dunia III, Ini Alasan Utama Inggris, Jepang, dan AS Minta Warganya Menyimpan Stok Makanan Darurat

Dikira sinyal krisis global, imbauan menyetok makanan di Inggris, Jepang, dan AS ternyata murni kampanye kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Simak alasannya!

Lusianti Dwi Cahyani· 3 hari lalu
Biaya Bahan Bakar Melonjak, Ratusan Penumpang Kapal Pesiar Mewah Amerika Serikat Terdampar di Kamboja
Internasional

Biaya Bahan Bakar Melonjak, Ratusan Penumpang Kapal Pesiar Mewah Amerika Serikat Terdampar di Kamboja

Ratusan penumpang penumpang kapal pesiar mewah Villa Vie Odyssey terpaksa diturunkan di Kamboja usai operator kapal gagal menutupi lonjakan biaya BBM.

Rani Masida· 3 hari lalu
Lonjakan Harga Gas LNG Eropa Tembus 100 Euro Bayangi Krisis Energi Musim Dingin
Internasional

Lonjakan Harga Gas LNG Eropa Tembus 100 Euro Bayangi Krisis Energi Musim Dingin

Melonjak tiga kali lipat, harga gas LNG di Eropa menyentuh level tertinggi dalam 4 tahun dan memicu ancaman krisis energi musim dingin.

Rani Masida· 4 hari lalu