Runtut.com

Soe Hok Gie dan Jalan Panjang Seorang Intelektual Muda

Mengenal Soe Hok Gie, aktivis mahasiswa UI dan penulis "Catatan Seorang Demonstran" yang kritis serta berani menyuarakan kebenaran demi bangsa.

2 menit baca
1
Biografi Soe Hok Gie
Biografi Soe Hok Gie — foto: BiografiKu.com

Runtut.com - Soe Hok Gie lahir di Jakarta pada 17 Desember 1942 dari keluarga Tionghoa-Indonesia. Ia merupakan anak keempat dari lima bersaudara pasangan Soe Lie Pit (dikenal dengan nama pena Salam Sutrawan), seorang penulis dan novelis, serta Nio Hoe An.

Gie juga merupakan adik kandung dari Soe Hok Djin, yang kemudian dikenal sebagai sosiolog dan akademisi Arief Budiman.

Tumbuh di tengah kondisi politik Indonesia pascakemerdekaan yang dipenuhi gejolak, Gie telah menunjukkan ketertarikan tinggi pada dunia literatur sejak usia belia.

Ia gemar melahap berbagai buku sastra, sejarah, filsafat, hingga teori politik internasional yang membentuk landasan berpikir kritisnya di kemudian hari.

Pendidikan dan Pergerakan Mahasiswa

  1. Pendidikan: Menempuh studi di Jurusan Sejarah, Fakultas Sastra Universitas Indonesia (FS UI) pada kurun waktu 1962 hingga 1969.

  2. Peran Pergerakan: Terlibat aktif dalam aksi-aksi mahasiswa yang menuntut keadilan sosial, penegakan hukum, dan pembenahan tata kelola negara pada masa transisi pemerintahan.

  3. Kritikus Penguasa: Dikenal atas keberaniannya menyuarakan kritik tajam dan independen, baik terhadap rezim Orde Lama maupun penguasa Orde Baru, tanpa memihak kepentingan politik praktis mana pun.

  4. Kepeloporan Mapala: Menjadi salah satu pencetus dan pendiri Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) UI bersama rekan-rekannya, seperti Herman Lantang, guna mewadahi minat mahasiswa pada kegiatan alam terbuka serta memupuk rasa cinta pada tanah air.

Karya Tulis dan Pemikiran

Karya Soe Hok Gie
Karya Soe Hok Gie — foto: Gramedia Digital

Karya terpenting yang merekam perjalanan pemikirannya adalah buku Catatan Seorang Demonstran.

Buku yang dirangkum dari kumpulan catatan harian pribadinya tersebut memuat analisis sosial, penderitaan rakyat kecil, dorongan moral seorang intelektual, serta kejujuran dalam melihat dinamika politik bangsanya.

Tulisan-tulisan artikel opininya juga kerap menghiasi berbagai koran nasional pada masa itu.

Wafat dan Warisan Pemikiran

Soe Hok Gie meninggal dunia pada 16 Desember 1969 di puncak Gunung Semeru akibat menghirup gas beracun kawah gunung, sehari sebelum genap berusia 27 tahun. Ia wafat bersama kawannya, Idhan Dhanvantari Lubis.

Keberanian Gie dalam menjaga integritas, menolak kompromi kekuasaan, dan konsistensi membela prinsip-prinsip kemanusiaan menjadikannya salah satu simbol idealisme gerakan mahasiswa dan aktivis di Indonesia hingga kini.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Biografi Rosihan Anwar: Tokoh Pers dan Sejarah Indonesia
Tokoh

Biografi Rosihan Anwar: Tokoh Pers dan Sejarah Indonesia

Simak perjalanan hidup Rosihan Anwar, jurnalis legendaris Indonesia, pendiri Perfini, dan penulis 30 buku sejarah hingga akhir hayatnya.

Lusianti Dwi Cahyani· 5 jam lalu
Penyair Angkatan '45 dan Perintis Sastra Modern Indonesia
Tokoh

Penyair Angkatan '45 dan Perintis Sastra Modern Indonesia

Mengenal sosok Rivai Apin, pelopor Angkatan '45 dan pemrakarsa Gelanggang bersama Chairil Anwar. Simak profil dan jejak karyanya di sini!

Lusianti Dwi Cahyani· 10 jam lalu
Amir Hamzah, Raja Penyair Pujangga Baru dan Jejaknya dalam Sastra Indonesia
Tokoh

Amir Hamzah, Raja Penyair Pujangga Baru dan Jejaknya dalam Sastra Indonesia

Mengenal Amir Hamzah, pangeran Melayu dan sastrawan Pujangga Baru. Simak kisah hidup, karya abadi, serta pengabdian sang Pahlawan Nasional untuk Indonesia.

Lusianti Dwi Cahyani· 1 hari lalu
Tak Perlu Pusing Biaya, Purnomo Polisi Baik Pastikan Pemuda Ini Sekolah Lagi Sampai Lulus SMA
Tokoh

Tak Perlu Pusing Biaya, Purnomo Polisi Baik Pastikan Pemuda Ini Sekolah Lagi Sampai Lulus SMA

Aksi inspiratif Purnomo Polisi Baik beri beasiswa penuh hingga lulus SMA dan modal usaha untuk Reno, pemuda penjual umbi kukus yang putus sekolah.

Ferdian Trikusuma· 4 hari lalu
Mengenal Chairil Anwar, Sang Penyair Angkatan ’45
Tokoh

Mengenal Chairil Anwar, Sang Penyair Angkatan ’45

Nama Chairil Anwar sudah tidak asing dalam dunia sastra Indonesia. Kenali lebih dekat sosok, perjalanan hidup, dan karya sang penyair Angkatan ’45.

Lusianti Dwi Cahyani· 5 hari lalu
Biografi Abdullah Idrus, Sastrawan Angkatan ’45 dan Karya-Karyanya
Tokoh

Biografi Abdullah Idrus, Sastrawan Angkatan ’45 dan Karya-Karyanya

bdullah Idrus menjadi salah satu nama penting dalam sastra Indonesia. Simak perjalanan hidup, karya, dan kiprahnya sebagai sastrawan Angkatan ’45.

Lusianti Dwi Cahyani· 5 hari lalu